Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jenazah PMI Korban Penembakan APMM di Malaysia Langsung Diseberangkan ke Rupat jika Sudah Tiba di Dumai

Syahri Ramlan • Rabu, 29 Januari 2025 | 13:49 WIB
Pelabuhan Ro-Ro Dumai Rupat, Bandar Sri Junjungan.
Pelabuhan Ro-Ro Dumai Rupat, Bandar Sri Junjungan.

DUMAI (RIAUPOS.CO - Jenazah salah seorang PMI bernama Basri yang jadi korban dalam penembakan di Malaysia sedang dalam proses perjalanan menuju Pekanbaru. Direncanakan setibanya di Dumai, jenazah PMI tersebut langsung diberangkatkan ke Rupat melalui Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan.

''Diperkirakan, sekitar pukul 16.00 WIB, jenazah PMI sampai di Pekanbaru. Dari Pekanbaru langsung diberangkatkan ke Dumai melalui jalur darat,'' kata Kapolres Dumai AKBP Hardi Dinata H SIK MM melalui Kasat Polairud Polres Dumai, AKP B Purba SH yang dihubungi Riaupos.co, Rabu (29/1/2025) di Dumai.

Selanjutnya, tambah Purba, setibanya di Dumai langsung menuju ke Pelabuhan Bandar Sri Junjungan untuk diseberangkan ke Rupat.

''Direncanakan, keberangkatan dari Dumai ke Rupat sekitar pukul 18.30 WIB,'' kata Purba.

Setibanya di Rupat nanti, lanjut Purba, disambut oleh sejumlah petugas keamanan dan terus dibawa ke rumah duka.

''Inilah estimasinya perjalananya sampai ke Rupat,'' kata Purba.

Sebelumnya lima warga negara Indonesia (WNI) ditembak Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di sekitar perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, Jumat (24/1/2025) lalu. Dua dari lima WNI tersebut merupakan warga Riau asal Rokan Hulu (Rohul) dan Bengkalis.

Satu di antaranya meninggal dunia dan satu lagi mendapatkan perawatan intensif di Malaysia. Penembakan itu dilakukan aparat Malaysia terhadap WNI  karena diduga akan keluar Malaysia melalui jalur ilegal. Tindakan tersebut diklaim lantaran warga negara Indonesia melakukan perlawanan.

Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait insiden ini. Di mana total ada lima korban penembakan saat itu.

"Kami mendapat kabar penembakan terhadap lima WNI yang masuk secara ilegal. Dua orang merupakan WNI asal Riau, satu orang meninggal dunia dan satu lagi masih dirawat," katanya.

Nurhaida, istri Basri menyampaikan, bahwa jenazah suaminya akan dimakamkan di Pulau Rupat, tempat kelahirannya.

“Ya, in sya Allah kami akan segera membawa jenazah ke Pulau Rupat untuk dikebumikan di tanah kelahirannya,” ujar Nurhaida. (sah)

 

Editor : Edwar Yaman
#pekerja migran indonesia #malaysia #korban penembakan #pulau rupat #pmi