Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Banjir di Tiga Daerah Mulai Surut, Kendaraan Roda 4 Sudah Boleh Melintasi Jalan Lintas Timur

Tim Redaksi • Kamis, 30 Januari 2025 | 08:34 WIB
Sejumlah pengendara roda dua melintasi Jalan Lintas Timur Km 74-76 Desa Kemang, Kelurahan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rabu (29/1/2025).
Sejumlah pengendara roda dua melintasi Jalan Lintas Timur Km 74-76 Desa Kemang, Kelurahan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rabu (29/1/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Banjir yang melanda di tiga kabupaten yakni Pelalawan, Rokan Hulu, dan Indragiri Hulu mulai surut. Bahkan, Jalan Lintas Timur (Jalintim) Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan sudah bisa dilewati kendaraan roda empat, Rabu (29/1).

Penurunan air yang telah menggenangi akses transportasi darat di badan jalan lintas Provinsi ini terpantau berkurang 10 sentimeter (cm) menjadi 40 cm. Tidak hanya itu, level air Sungai Kampar juga mengalami penurunan 5 cm.

Ini berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air Sungai Kampar di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam. Di mana debit level air Sungai Kampar saat ini hanya 3,65 meter, turun dari sebelumnya 3,70 cm dari batas ambang normal.

“Alhamdulillah, ketinggian banjir yang menggenangi badan jalan, khususnya Jalintim mulai mengalami penyurutan. Di Km 83 terpantau setinggi 40 cm,” terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Zulfan, Rabu (29/1).

Diungkapkannya, penyusutan air ini dipengaruhi ditutup total pintu pelimpahan air waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar pada akhir pekan lalu. “Dengan adanya penurunan tinggi air yang merendam badan jalan Km 83 ini, maka petugas gabungan telah kembali mengizinkan kendaraan roda empat pribadi atau mobil kecil untuk melintas’’ ujarnya.

“Tapi, roda dua masih tetap disarankan untuk tidak memaksakan untuk melintas karena permukaan air yang masih cukup tinggi cukup sulit dilalui sepeda motor sehingga tidak berdampak menghambat kelancaran arus lalu lintas di jalan padat aktivitas tersebut,” tambahnya.

Untuk antisipasi terjadinya penumpukan kendaraan, petugas gabungan yang berjaga di lokasi banjir masih menerapkan sistem buka tutup jalan. “Pasalnya, pembukaan akses satu jalur ini masih dinilai cukup efektif untuk mengurai kemacetan, meski bergerak secara perlahan,” ujarnya. 

Ditambahkan Zulfan, pihaknya telah mendata warga yang terdampak banjir di Pelalawan sebanyak 3.537 Kepala Keluarga (KK) atau 12.177 jiwa.  Selain itu, juga ada 75 unit fasum (fasilitas umum) ikut tergenang air yang tersebar di enam kecamatan yakni Kecamatan Langgam, Pangkalankerinci, Pelalawan, Ukui, Bandar Sungai Kijang, dan Kecamatan Pangkalan Kuras.

Disebutkannya bahwa, dampak  banjir tersebut masih memutus akses jalan darat sejumlah desa dan kelurahan. Sehingga aktivitas masyarakat hanya bisa ditempuh menggunakan alat transportasi air seperti sampan ataupun pompong. 

Sejumlah jalan yang terputus tersebut yakni akses jalan penghubung Dusun Muara Sako Kelurahan Lanngam menuju desa Lubuk Ogung Kecamatan Bandar Sungai Kijang. Jalan ini telah bisa lagi dilewati kendaraan roda empat masyarakat dengan tinggi permukaan air mencapai 30-45 cm.

Kondisi serupa juga terjadi di dua desa di kecamatan Pangkalankerinci. Tepatnya di Desa Rantau Baru dan Kuala Terusan. Dua desa akses jalan telah mulai lagi dilewati kendaraan masyarakat roda empat karena terendam air setinggi 10 cm-50 cm.

Kemudian banjir juga telah nyaris memutus badan Jalan Sultan Syarif Hasyim Kelurahan Kerinci Barat Kecamatan Pangkalankerinci dengan ketinggian air sekitar 20-45 cm. ‘’Namun demikian, kondisi banjir di Desa Lubuk Kembang Bungo Kecamatan Ukui saat inin telah surut total,”  ungkapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan Leo Nardo MPd melalui Plt Sekretaris Atil Mahdar mengatakanhingga saat ini, pihaknya masih tetap meliburkan aktivitas belajar tatap muka sebanyak 24 sekolah di Pelalawan akibat banjir yang masih belum surut total.

Kabid SMP Disdikbud Pelalawan ini mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait pola pembelajaran bagi sekolah yang diliburkan. ‘’Yakni aktivitas belajar mengajar dengan sistem daring. Juga memberikan pelajaran tambahan (PR, red) kepada para pelajar sehingga para murid tidak ketinggalan pelajaran,’’ ujarnya.

D itempat terpisah,Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pelalawan drg Ewin Rommel mengatakan bahwa, pihaknya telah menerima bantuan dari sejumlah pihak untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir. ”Intinya, kita akan semaksimal mungkin untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,” sebutnya.

Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri SIK didampingi Kasatlantas Polres Pelalawan AKP Enggarani Laufria SIK meminta meminta dengan tegas kendaraan roda dua untuk tidak memaksakan diri menerobos dan melintas di Jalan Lintas Timur karena permukaan air masih tinggi. 

Pasalnya, masih ada tiga titik yang terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi. Yakni Km 74 dan Km 77-78 dengan tinggi air 3 cm-10 cm serta Km 82-83 merupakan titik banjir terparah dengan tinggi air mencapai 40 cm.

“Sehingga masih disarankan melewati jalur alternatif lintas tengah Kabupaten Kuansing. Namun beberapa kendaraan roda empat telah kembali di izinkan melintas. Begitu juga dengan mobil truk dan mobil besar yang hingga saat ini masih bisa melintasi genangan banjir,” tuturnya.

Berangsur Surut di Rohul

Banjir dari luapan air Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian merendam ribuan rumah penduduk dua kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sejak Rabu (29/1) dini hari hingga pukul 21.00 WIB sudah berangsur surut.

Namun, bencana alam yang disebabkan tingginya intensitas curah hujan yang terjadi sejak Selasa (28/1) petang hingga Rabu (29/1) dini hari, menyebabkan meluapnya air sungai besar di Kabupaten Rohul.

Tak hanya permukiman penduduk, dua titik ruas jalan utama terendam banjir yakni Jalan Tuanku Tambusai Kecamatan Rambah dan jalan provinsi di Dusun Kumu, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir. Namun, Rabu (29/1) petang telah surut.

Berdasarkan data sementara yang dirangkum BPBD Kabupaten Rohul, luapan air Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian telah merendam 1.028 rumah penduduk di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Rambah dan Rambah Hilir hingga Rabu (29/1) petang.

Di Kecamatan Rambah sebanyak 910 rumah atau kepala keluarga (KK) tersebar di 6 desa dan kelurahan yakni Desa Rambah Tengah Hulu (Pawan) 200 KK, Desa Tanjung Belit 24 KK, Desa Babussalam 330 KK, Desa Pematang Berangan 153 KK, Kelurahan Pasirpengaraian 163 KK, Desa Koto Tinggi di Dusun Luba Hilir 40 KK.

Sementara banjir di Kecamatan Rambah Hilir, banjir hanya merendam rumah penduduk di Dusun Kumu, Kecamatan Rambah Hilir sebanyak 118 KK. Terpantau warga yang rumahnya terdampak banjir, dievakuasi oleh personil BPBD Rohul dengan menggunakan perahu karet.

Kepala BPBD Rohul H Ridarmanto SIP MIp melalui Kabid Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Rohul Boy Arta SIP saat dikonfirmasi menyebutkan banjir yang merendam ribuan rumah penduduk dan ruas jalan di dua kecamatan yakni Rambah dan Rambah Hilir.

Boy menjelaskan, banjir yang terparah merendam rumah penduduk di Kecamatan Rambah dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih di Desa Babussalam. Warga yang rumahnya terendam banjir dievakuasi oleh personel BPBD Rohul.

‘’Banjir dari luapan air Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian merendam tujuh desa dan kelurahan di dua kecamatan yakni Rambah dan Rambah Hilir sejak Rabu (29/1) dini hari hingga malam. Namun, genangan air sudah mulai berangsur surut. Diperkirakan tengah malam air sudah kering,’’ ujarnya.

Diakuinya, BPBD Rohul telah mendirikan posko banjir sekaligus dapat difungsikan sebagai tenda untuk warga mengungsi dengan lokasi di Puja Sera Water Front City Pasirpengaraian yang berdekatan dengan Jembatan Batang Lubuh. Sejauh ini warga belum ada yang mengungsi di posko bencana banjir yang disiapkan BPBD Rohul.

‘’Kami dari BPBD Rohul telah menyalurkan bantuan logistik berupa bahan baku sembako untuk kebutuhan dapur umum masyarakat di sejumlah desa dan kelurahan yang terdampak bencana banjir. Ini dalam rangka membantu meringan beban masyarakat yang tidak bisa beraktivitas saat bencana banjir terjadi,’’ tuturnya.

Boy mengatakan, pihaknya bersama anggota BPBD Rohul yang berada di lapangan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa atau perangkat desa setempat serta memantau kondisi banjir secara berkala. ‘’Anggota BPBD Rohul masih siaga di lapangan sampai di pastikan kondisi banjir mulai aman dan terkendali,’’ tuturnya.

Kapolres Rohul AKBP Budi Setiyono SIK MH saat dikonfirmasi Riau Pos, Rabu (29/1) membenarkan banjir yang terjadi sejak Rabu (29/1) dini hari yang merendam dua titik ruas jalan utama di Kabupaten Rohul hingga petang ini telah surut. ‘’Syukur Alhamdulillah berkat doa kita bersama, banjir sudah surut,’’ ujarnya.

AKBP Budi menyebutkan, kondisi arus lalu lintas dari Jembatan Sungai Batang Lubuh menuju Jalan Tuanku Tambusai di Dusun Nogori Desa Babussalam yang sempat ditutup karena terendam banjir dari luapan air Sungai Batang Lubuh telah dibuka kembali.

Sehingga arus lalulintas dari Pasirpengaraian-menuju Simpang Kumu, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir kembali lancar seperti biasa. Begitu juga kondisi banjir yang merendam rumah penduduk di Kecamatan Rambah dan Rambah Hilir hingga Rabu petang sudah berangsur surut.

‘’Kita imbau kepada masyarakat yang bermukim di tepi daerah aliran sungai besar di Rohul tetap waspada terhadap potensi musibah banjir yang bisa terjadi kapan saja. Karena saat ini, cuaca petang ini di Pasirpengaraian masih mendung, diprediksi akan terjadi hujan,’’ pintanya.

Berkah buat Pedagang

Salah seorang pedagang gerobak sate Fathan mengaku, banjir yang merendam ruamh penduduk dan ruas jalan Tuanku Tambusai di Dusun Nogori, Desa Babussalam, Kecamatan Rambah membawa berkah baginya mendapatkan rezeki.

‘’Saat banjir, masyarakat memilih untuk membeli makanan yang hangat untuk sarapan pagi. Ini cara Allah SWT memberikan kami rezeki. Lumayan rame pengunjung yang berbelanja,’’ ujarnya.

Dalam pada itu, salah seorang Pedagang Kuliner Bandung menggunakan kendaraan roda dua di lokasi titik aman batas banjir di ruas Jalan Tuanku Tambusai yang berada di Desa RTU kepada Riau Pos Rabu (29/1) pagi, mengaku, bencana banjir membawa berkah rezeki bagi pedagang kuliner.

Dirinya menjual cilor yang dimasak langsung di lokasi. Warga yang berkunjung melihat banjir menikmati makanan hangat yang dijual pedagang. ‘’Ya alhamdulilah ramai. Kalau bisa lama (banjir, red), jualan laris manis seperti ini,’’ tuturnya.

Sementara itu, Ema, pedagang kaki lima yang menjual pop mi dan air mineral di lokasi banjir merasakan hal yang sama. Dirinya sengaja berjualan dengan harapan mendapatkan rezeki dari warga yang datang melihat kondisi banjir di ruas Jalan Tuanku Tambusai Desa RTU Kecamatan Rambah.

Banjir di Desa Aur Cina Inhu Surut 

Banjir luapan air Sungai Cenaku di Desa Aur Cina Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) juga surut Rabu (29/1). Hanya saja, cuaca hujan di Kabupaten Inhu masih berpotensi terjadi sehingga tidak tertutup kemungkinan masih akan ada banjir susulan.

“Alhamdulillah, banjir yang terjadi di Desa Aur Cina Kecamatan Batang Cenaku sudah surut dan tidak ada lagi rumah warga yang terendam,” ujar Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kabupaten Inhu Mulyadi SSos, Rabu (29/1).

Memang sebutnya, karakter banjir atas luapan air Sungai Cenaku tidak berlangsung lama. Hal itu bisa terjadi ketika di bagian hulu tidak lagi terjadi hujan lebat.  Dengan kondisi yang ada saat ini sebut Mulyadi, warga di Kecamatan Batang Cenaku khususnya di Desa Aur Cina tetap diimbau tetap waspada.

Kemudian sebutnya, ketinggian air pada Sungai Indragiri 5,46 cm. Ketinggian air di Sungai Indragiri mengalami surut dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 5,56 cm.

Di tempat terpisah, Sekretaris Desa Aur Cina Samsurijal juga membenarkan bahwa banjir yang di daerah itu sudah surut. “Alhamdulillah, banjir sudah surut dan 19 unit rumah warga yang sebelumnya terendam, sudah kering,” ucapnya.

 

Jalan Lintas Tanjung Buton Siak Tergenang

Banjir menggenangi Km 3 Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton, tepatnya di Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak. Tak hanya itu, rumah yang dihuni 60 KK juga terendam. Demikian dikatakan Plt Kalaksa BPBD Siak H Heriyanto SH.

Heriyanto mengatakan dia sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Siak agar menurunkan alat berat untuk normalisasi kanal. Sebab persoalan ada pada curah hujan tinggi, penyumbatan kanal, dan pasang tinggi Sungai Siak. “Saya juga sudah menghubungi perusahaan terdekat, namun belum ada solusi dari mereka,” tegas Heriyanto.

Saat ini, Heriyanto fokus pada penanganan warga yang rumahnya tergenang sehingga harus mengungsi. “Ada 18 KK mengungsi. Kami menyiapkan posko pengungsian dan logistik,” sebut Heriyanto.

Ketinggian air ada yang 80 cm dan 1 meter. Hal itu pula yang menjadi penyebab banyak sepeda motor yang melintasi Jalan Lintas Tanjung Buton itu mogok. Namun, ada inisiatif warga menyediakan jasa sepeda motor dengan gerobak. Namun, karena yang tergenang mencapai 3 km, harga mengangkut motor itu dipatok Rp75 ribu.

Pantauan Heriyanto, air memang menggenang tidak mengalir. Perlu segera dilakukan normalisasi. Lebih jauh dikatakan Heriyanto untuk Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura juga perlu normalisasi pada kanal karena di bawah pipa terlihat air tidak mengalir.

Heriyanto juga meninjau aliran suak di wilayah Kampung Paluh dan Benteng Hulu. Terjadi mendangkalan dan hal itu mesti dicarikan solusinya. “Saya sudah meminta para penghulu untuk membahas normalisasi dalam musrenbang sehingga ada solusi konkret terkait banjir,” sebutnya. 

Langkah strategis akan terus dilakukan dalam mencegah terjadinya banjir. “Saya tidak ingin ada masyarakat yang diabaikan, terutama korban bencana banjir. Mari sama sama melakukan penanganan,” ajak Heriyanto.(amn/epp/kas/mng)

Editor : Rindra Yasin
#banjir pelalawan #banjir surut #banjir riau #jalan lintas timur #banjir inhu #banjir rohul