PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memperpanjang Status Siaga Keadaan Darurat Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi (banjir, tanah longsor dan angin puting beliung). Status ini sudah ditetapkan sejak 5 Desember 2024 hingga 31 Januari 2025 dan diperpanjang hingga 31 Maret 2025.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau M Edy Afrizal mengatakan, penetapan status siaga tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Penjabat Gubernur Riau Nomor: 3718/XII/2024 tentang Status Siaga Keadaan Darurat Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2024.
“SK perpanjangan penetapan Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi sudah diteken Pak Pj Gubernur Riau. Dengan begitu, Riau resmi menetapkan status siaga banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung hingga 31 Maret,” kata Edy Afrizal, Jumat (31/1).
Lebih lanjut dikatakannya, perpanjangan status tersebut karena saat ini masih ada wilayah di Riau yang terjadi banjir. Seperti di Kabupaten Rokan Hulu dan Pelalawan. “Pertimbangan diperpanjangnya status ini karena masih ada daerah di Riau yang tergenang banjir,” sebutnya.
Dengan diperpanjangnya status tersebut, maka pihaknya akan lebih mudah melakukan koordinasi dengan kabupaten kota jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Pihaknya juga akan lebih mudah untuk mengirimkan bantuan ke kabupaten kota. “Dengan status ini akan lebih mudah koordinasi. Kemudian kalau ada bantuan juga lebih mudah,” ujarnya.
Banjir Km 83 Kembali Turun
Banjir yang melanda 18 desa dan kelurahan di enam kecamatan di Kabupaten Pelalawan terus mengalami penurunan, Jumat (31/1). Berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit ketinggian permukaan air Sungai Kampar, diketahui adanya penyusutan 7 sentimeter (cm) dari sehari sebelumnya.
Penyurutan ini menyebabkan sejumlah permukiman masyarakat dan badan jalan mulai bisa dilintasi kendaraan bermotor. Baik roda empat maupun roda dua. Seperti di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Km 83 Desa Kemang Kecamatan, Pangkalan Kuras. Genangan air turun menjadi 30-35 cm.
Petugas gabungan pun telah mengizinkan kendaraan roda empat dan roda dua melintasi jalan nasional tersebut. “Dengan kondisi penyurutan ini, kita telah mengizinkan sepeda motor atau kendaraan roda dua, kecuali sepeda motor rendah untuk melintas,” terang Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri SIk SIK melalui Kasi Humas, AKP Edy Haryanto SH, Jumat (31/1).
Mantan Kapolsek Teluk Meranti Pelalawan menambahkan, rekayasa buka tutup jalan atau pembukaan jalan satu jalur tetap diberlakukan. Hal ini untuk mengurai kemacetan dan penumpukan kendaraan. “Lalu lintas kendaraan masih belum berjalan normal sehingga masih menerapkan sistem buka tutup jalan,” bebernya.
Kasi Humas Polres Pelalawan ini meminta dengan tegas agar pengemudi kendaraan tetap dapat mengikuti arahan dan petunjuk petugas gabungan yang melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan. Pasalnya, banyak jalan rusak dan berlubang yang dapat menyebabkan kendaraan terperosok sehingga mengalami mati mesin atau mogok.
“Pengendara diminta sabar untuk mengikuti antrean kendaraan dan tidak menerobos. Jadi, mari hargai upaya petugas gabungan di lapangan demi kelancaran aktivitas lalu lintas bersama,” paparnya.
Dijelaskannya Edy, banjir, telah memberikan dampak buruk terhadap petugas gabungan yang melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan. Pasalnya, cukup banyak petugas yang saat ini mengalami keluhan penyakit kulit yakni gatal-gatal.
“Jadi, petugas yang berjaga di Jalintim yang direndam banjir mulai mengeluh gatal-gatal. Pasalnya, hampir seharian atau dari pagi hingga malam petugas berendam di badan jalan, khususnya Km 83 yang tergenang banjir,’’ ujarnya.
‘’Kondisi genangan air yang berasal dari parit ini tidak steril sehingga keluhan gatal-gatal ini mulai dirasakan petugas. Namun demikian, Polres Pelalawan bersama tim gabungan personel gabungan dari TNI, BPBD dan dinas perhubungan tetap akan all out untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan dan aktivitas moda transportasi dapat tetap bergerak,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan Zulfan mengatakan penurunan level air Sungai Kampar membuat sejumlah badan jalan yang terendam banjir saat ini telah mulai bisa dilintasi kendaraan, khususnya roda empat.
“Hanya saja, genangan air di Jalan Pemda Langgam serta Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam masih belum dapat dilintasi kendaraan roda empat maupun roda dua. Karena permukaan air yang merendam badan jalan tersebut masih cukup tinggi yakni berkisar antara 40-60 cm. Begitu juga dengan ponton penyeberangan milik PT RAPP yang hingga saat ini masih belum beraktivitas,’’ ujarnya.
“Selain itu, kondisi jalan yang telah tergenang air sejak dua pekan terakhir menyebabkan sejumlah badan jalan banyak mengalami kerusakan. Sehingga jalan menuju Kelurahan Langgam hanya bisa ditempuh via Jalintim Desa Lubuk Ogung. Banjir di Jalan Sultan Syarif Hasyim Pangkalankerinci menuju Kantor Bupati Pelalawan juga telah dapat dilintasi kendaraan roda empat ke atas. Dan roda dua, masih disarankan tidak melintas,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan menambahkan, sejauh ini dampak banjir belum menyebabkan terjadinya keluhan kesehatan warga. Namun demikian pihak melalui tenaga medis di setiap puskesmas, tetap terus intens memantau kondisi kesehatan warga.
‘’Sejauh ini belum ada keluhan kesehatan warga dampak banjir. Biasanya, keluhan ini terjadi pasca banjir surut total. Untuk itu, kita akan tetap terus komitmen memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat korban terdampak banjir di Pelalawan,” tuturnya.
Ribuan KK di Rohul Belum Dapat Bantuan
Banjir dari luapan air Sungai Batang Lubuh yang merendam ratusan rumah penduduk di Desa Rambah Hilir Timur, Rambah Hilir Tengah Kecamatan Rambah Hilir dan Desa Pekan Tebih Kecamatan Kepenuhan Hulu telah surut, Jumat (31/1).
Namun, BPBD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengimbau kepada masyarakat di sejumlah desa yang rawan banjir di Kecamatan Kepenuhan untuk tetap waspada dan siaga dengan adanya pergeseran banjir dari aliran air Sungai Batang Lubuh yang berasal Kecamatan Rambah Hilir dan Kepenuhan Hulu.
Kepala BPBD Rohul H Ridarmanto SIP MIp melalui Kabid Kabid Kedaruratan dan Logistik Boy Arta SIP mengatakan, banjir dari luapan air Sungai Batang Lubuh kini mulai bergeser menuju Kecamatan Kepenuhan.
‘’Kami dari BPBD Rohul siap dan stand by 24 jam memberikan pelayanan dan bantuan evakuasi. Jika suatu waktu terjadi banjir segera lapor ke relawan maupun BPBD Rohul atau perangkat desa setempat. Hingga malam ini (kemarin, red), kami belum mendapat laporan dari warga atau perangkat desa,’’ tuturnya.
Boy menjelaskan, pergeseran banjir berpotensi terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Kepenuhan yakni Desa Ulak Patian, Rantau Binuang Sakti dan Kepenuhan Timur. ‘’Kemungkinan bisa besok pagi (hari ino, red), banjir terjadi di Pasir Pandak Desa Kepenuhan Timur. Kami tetap menunggu informasi dan laporan dari pihak desa maupun masyarakat. Jika perlu bantuan evakuasi , akmi akan tangani segera ,’’ tuturnya.
Salurkan Bantuan Family Kit
Di Kecamatan Rambah Hilir, Tim BPBD Rohul menyalurkan bantuan ratusan box family kids untuk kebutuhan balita terutama tiga desa yang terdampak banjir di Kecamatan Rambah Hilir, Jumat (31/1).
Bantuan tersebut diserahkan langsung Plt Kasi Logistik BPBD Rohul Henry Adolf SE kepada perangkat desa setempat untuk bagikan kepada nama masyarakat yang telah diterima datanya oleh BPBD Rohul.
Boy mengatakan 137 boks disalurkan di Kecamatan Rambah Hilir dengan rincian Dusun Kumu Desa Rambah 30 boks, Desa Rambah Hilir Tengah 36 boks, dan Dusun Surai Munai Desa Rambah Hilir Timur 71 boks. ‘’Kita harapkan bantuan yang disalurkan Pemkab Rohul ini dapat meringankan beban dari masyarakat terhadap kelengkapan balita,’’ tuturnya.
Namun, penduduk di lima desa dan 1 kelurahan yang ada di Kecamatan Rambah yang terdampak banjir belum mendapatkan bantuan. Salah seorang warga Desa Babussalam Kecamatan Rambah Dewi (49) membenarkan, ratusan warga di Desa Babussalam hingga saat ini belum mendapatkan bantuan dari Pemkab Rohul.
‘’Pada umumnya, warga di Desa Babussalam ini sangat mengharapkan perhatian dan kepedulian dari Pemkab Rohul untuk menyalurkan bantuan sembako dan logistik lainnya. Karena saat banjir warga tidak ada melakukan aktivitas apa-apa. Bahkan saat bencana banjir terjadi menjelang akhir tahun 2024, kami tidak ada mendapat bantuan sembako,’’ tuturnya.
Menanggapi keluhan warga tersebut, Plt Kadis Sosial P3A Rohul April Liyadi mengaku belum menyalurkan bantuan sembako di Kecamatan Rambah dua hari lalu. Namun disaat banjir terjadi, kata April, Dinas Sosial P3A Rohul, Rabu (29/1) menyalurkan bantuan bahan baku mentah sembako untuk kebutuhan dapur umum di sejumlah desa yang terendam banjir di Kecamatan Rambah.
‘’Memang benar, kita belum menyalurkan bantuan paket sembako dan logistik kepada warga yang terdampak bencana alam di Kecamatan Rambah. Tapi kita sudah dapatkan data dari BPBD dan Perangkat desa, ada sebanyak 1.036 rumah atau kepala keluarga yang terendam,’’ ujarnya.
April menyebutkan, pemerintah daerah telah menyurati Pemerintah Provinsi Riau terkait permintaan bantuan. ‘’Kita telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Riau. In sya allah, besok (hari ini, red), bantuan paket sembako dan logistik yang diusulkan akan dikirim ke Kabupaten Rohul. Setelah diterima, paket sembako tersebut akan segera disalurkan kepada 1.036 KK yang terdampak banjir di Kecamatan Rambah,’’ terangnya.
Disinggung bantuan dari Pemkab Rohul yang bersumber dari APBD Rohul Tahun 2025, April menjelaskan, saat ini Dinas Sosial P3A Rohul tidak memiliki bantuan baffer stock untuk warga yang terdampak banjir. Mengingat di awal tahun 2025, tambahnya, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial P3A Rohul saat ini sedang dalam proses pengadaan barang dan jasa baffer stock sembako.
Dengan kondisi ini, mereka bersurat ke Pemprov Riau untuk meminta bantuan paket sembako dan logistik. ‘’Kami belum bisa pastikan bantuan yang datang ke Rohul disalurkan Pemprov Riau. Yang jelas kami sudah usulkan 1.036 KK yang terdampak banjir di Kecamatan Rambah untuk mendapatkan bantuan sembako dan logistik lainnya,’’ tuturnya.(sol/amn/epp)
Editor : Rindra Yasin