Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Truk Jatuh ke Sungai, 6 Tewas, dan 9 Penumpang Hilang, Pimpin Evakuasi, Kapolda Sebut Tanggung Jawab Perusahaan

Redaksi • Senin, 24 Februari 2025 | 12:03 WIB
Grafis
Grafis

PANGKALAN KERINCI DAN PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Rencana untuk berbelanja di hari libur berubah menjadi petaka. Inilah yang dialami para pekerja tenaga penanaman dan perawatan tanaman PT ERB (Empat Res Bersaudara) beserta anak-anaknya, Sabtu (22/2) lalu. Truk yang mereka tumpangi terjun ke sungai. Hingga Ahad (23/2), tercatat enam orang meninggal dunia akibat kejadian ini.

Diketahui, saat kejadian, truk yang jatuh ke sungai dekat areal Konsesi Hutan Tanaman Industri (KHTI) di Estate Nagodang, Jembatan Sungai Segati, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan ini bermuatan 32 orang (1 sopir truk dan 31 penumpang). Dari jumlah ini, 17 orang selamat, enam ditemukan meninggal dunia, dan sisanya sembilan orang masih dalam tahap pencarian.

Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan yang melakukan pencarian sejak Sabtu (22/2) menghentikan sementara pencarian, Ahad (23/2). Sesuai prosedur, pencarian ditutup saat langit mulai gelap atau sekitar pukul 18.00 WIB petang.

Kepala Kantor SAR Pekanbaru Budi Cahyadi melaporkan, pada pencarian hari kedua, kemarin, dua korban berhasil ditemukan. Sehari sebelumnya, empat penumpang tewas telah lebih dulu ditemukan. ‘’Pada hari ini (kemarin, red) dua korban berhasil ditemukan, yaitu Solinawati pada pukul 09.50 WIB dan Yarman Hulu pada pukul 12.35 WIB, dalam keadaan meninggal dunia,’’ sebut Budi Cahyadi, Ahad (23/2).

Berdasarkan data mutakhir dari Tim SAR Gabungan, korban meninggal kecelakaan sejauh ini berjumlah enam orang. Yaitu tiga anak-anak bernama Cahaya, Tri dan Cel serta tiga orang dewasa atas nama Maranata Zendrato, Solinawati dan Yaman Hulu.

Adapun korban yang masih dalam pencarian berjumlah sembilan orang. Lima di antaranya merupakan anak-anak, yaitu Arman, Amel, Noel, Wilda dan Ciras serta empat dewasa, yaitu Aferius, Yusnidar, Yasani, dan Setia Murni.

Sisanya, 17 orang penumpang dinyatakan selamat. Yaitu empat anak-anak bernama Juventus, Febri, Wia, dan Berkat. Sisanya orang dewasa, yaitu, Yerniwati, Arkian Zebua, Yasman Gulo, Novayanti, Taogomano. Lalu Nenek Seja, Ina Nove, Epriniwati, Dameria, Jelisman, Otonius, Yantonius, dan Melianus.

Budi Cahyadi menyebutkan, Tim SAR Gabungan TNI, Polri, BPBD dan perusahaan berusaha optimal melakukan pencarian kendati menghadapi beberapa kendala. ‘’Kondisi pencarian, air keruh jarak pandang dalam air nol. Sehingga mempengaruhi dalam penyelaman,’’ kata Budi.

Dalam operasi pencarian ini, Kantor SAR Pekanbaru menerjunkan sebanyak 12 penyelamat dan beberapa penyelam. Tim ini dilengkapi perahu karet, peralatan medis, alat selam, alat navigasi, aqua eye, drone serta peralatan pendukung lainnya.

Dalam pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan juga berhasil mengevakuasi truk yang masuk sungai itu. Truk jenis colt diesel tersebut ditemukan sejauh 15 km dari lokasi kejadian dan berhasil ditarik ke darat sekitar pukul 15.00 WIB.

Humas PT Nusa Wana Raya (NWR) juga membenarkan korban yang meninggal dunai bertambah menjadi enam orang dan sembilan korban masih hilang. “Ya, sudah ada 6 korban meninggal dunia akibat truk masuk sungai di Langgam telah berhasil dievakuasi tim gabungan,” terang Humas PT Nusa Wana Raya (NWR) Andika kepada Riau Pos, Ahad (22/2).

Dijelaskanya, enam korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi tersebut yakni sopir truk yang diketahui bernama Maranata Zendrato. Dimana korban ditemukan dalam kabin pengemudi, Sabtu (22/2) sekitar pukul 21.00 WIB.  “Dan korban telah dibawa ke Klinik PT NWR dan dinyatakan meninggal dunia,” bebernya.

Dijelaskannya, pada Sabtu (22/2) sekitar pukul 10.00 WIB, terjadi insiden kecelakaan yang mengakibatkan 1 unit truk colt diesel milik PT ERB (Empat Res Bersaudara) yang merupakan subkontraktor dari PT NWR, dengan muatan sebanyak 32 orang tenggelam ke Sungai Segati Kecamatan Langgam.

Diketahui truk yang dikemudikan Maranata Zendrato ini membawa 31 orang penumpang yang berencana melakukan perjalanan untuk berbelanja di Pasar Desa Segati, tepatnya di Jalan Koridor RAPP KM 60 dari areal konsesi hutan tanaman industri di Estate Nagodang. Pasalnya, para pekerja tersebut saat itu dalam posisi tidak melakukan aktivitas pekerjaan atau libur bekerja.

“Namun, saat melintasi Jembatan Sungai Segati, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, sopir diduga mengantuk. Akibatnya, kendaraan yang dikemudikannya hilang kendali dan masuk ke dalam sungai Dan akibat kejadian tersebut, pengemudi truk bersama seluruh penumpang tengggelam ke dalam sungai,” ujarnya.

Atas kejadian itu, kata Andika, Manajemen PT NWR mendapat informasi dari seorang karyawan dan segera menghubungi office untuk dilakukan proses tanggap darurat.  “Beberapa karyawan dan personel medis lengkap menuju lokasi terjadinya kecelakaan untuk proses evakuasi dan penyelamatan korban,’’ ujarnya.

‘’Namun, karena derasnya aliran Sungai Segati, kami dari bagian humas langsung menginformasikan insiden kecelakaan tersebut ke Polsek Langgam dan BPBD Provinsi Riau maupun Pelalawan  untuk minta bantuan pencarian korban maupun evakuasi,” tambahnya.

Andika mengatakan, korban selamat saat ini mendapatkan penanganan medis di klinik perusahaan dan akan merujuk ke rumah sakit terdekat apabila diperlukan penanganan medis lebih lanjut. ‘’Dan kami saat ini bersama Tim Basarnas dan tim terkait masih fokus untuk pencarian korban,’’ ujarnya. 

“Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan PT ERB agar dapat bertanggung jawab terhadap korban yang meninggal dunia serta para korban lainnya. Dan ini pastinya akan kita kawal hingga tuntas,” tambahnya.

Salah seorang korban selamat, Amazeli Mendrova mengatakan dirinya bersama anak dan istri berangkat dari kediaman mereka di areal konsesi hutan tanaman industri di Estate Nagodang berencana ingin berbelanja ke Pasar Desa Segati Jalan Koridor KM 60.

Namun, saat berada di jembatan Sungai Segati, Desa Segati, Kecamatan Langgam, truk mulai oleng dan hilang kendali dan akhirnya masuk ke dalam sungai. “Ya, saya dan keluarga yang berencana berangkat ke Pasar Segati dari rumah, tidak memiliki firasat apa-apa. Tapi, saat truk melintas di jembatan, tiba-tiba mobil itu oleng dan perlahan-lahan masuk dalam Sungai Segati,’’ jelasnya.

“Saya yang melihat dan merasakan bak truk mulai dibasahi air, langsung melompat keluar dan berhasil menolong istri saya. Tapi, saya tidak berhasil menyelamatkan anak saya berumur 7 tahun dan masih duduk di kelas 1 SD. Air sungai itu sangat deras. Saya hanya berharap ada keajaiban tuhan agar anak saya selamat. Jika tidak bisa diselamatkan, tentunya saya berharap jasadnya segera ditemukan agar dapat segera kami kebumikan,” tambahnya.

Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid mengucapkan belasungkawa atas musibah ini. “Saya atas nama pemerintah dan pribadi berbelasungkawa. Saya sangat merasa sedih. Semoga korban yang hilang segera ditemukan. Semoga keluarga yang ditinggalkan korban meninggal tabah dan ikhlas. Dan korban yang meninggal dalam husnul khotimah,” ujar Wahid.

Abdul Wahid mengaku mengetahui musibah tersebut setelah membaca sejumlah pemberitaan di media. “Saya meminta pihak terkait fokus terhadap pencarian korban dahulu. Bagaimanapun ini kejadian yang tidak dikehendaki,” tutur Wahid.

Abdul Wahid berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Ia pun meminta pihak perusahaan ke depan mengawasi aktivitas karyawan lebih ketat lagi. “Kita minta perusahaan ke depan mengawasi karyawannya. Semoga ini menjadi pembelajaran,” pintanya.

Selain mengawasi, perusahaan juga diminta memperbaiki kondisi jalan jembatan yang rawan untuk dilalui.“Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutur Wahid.

Kejadian ini mendapat atensi Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal Didampingi Dirlantas Kombes Pol Taufiq Lukman, Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri serta sejumlah Pejabat Polda lainnya, Kapolda tampak langsung memberi pengarahan kepada personel gabungan.

“Kerahkan seluruh sumber daya, maksimalkan pencarian, utamakan keselamatan korban,” tegas Irjen Iqbal di lokasi, Ahad (23/2).

Adapun analisis pihak kepolisian, dikatakan Iqbal, diduga kecelakaan tersebut terjadi akibat kelalaian dari pengemudi truk bernama Maranata Zendatu. Karena pada saat mengemudikan, dia tidak memperhatikan kondisi jalan serta jembatan yang dilewatinya. 

“Sehingga menyebabkan kecelakaan tunggal, truk masuk kedalam sungai. Sudah saya perintahkan cari korban dengan segala sumber daya yang ada. Serta utamakan keselamatan para korban,” tegas Irjen Iqbal.

Selain itu, Kapolda menegaskan pentingnya peran perusahaan dalam penanganan insiden ini dan meminta perusahaan terkait untuk tidak hanya memberikan pertolongan, tetapi juga memastikan pemulihan dan kompensasi bagi korban.

“Saya minta kepada pihak perusahaan agar membantu secara maksimal. Bukan hanya sekadar melakukan upaya pertolongan, tetapi juga recovery,” kata Irjen Iqbal.

Menurut Jenderal berbintang dua di pundaknya ini, perusahaan harus bertanggung jawab. ‘’Ini adalah jalan poros perusahaan. Ini adalah tanggung jawab perusahaan. Saya akan awasi dan dorong,” ujar Irjen Iqbal.

Iqbal menginstruksikan kepada Wakil Bupati dan Kapolres Pelalawan untuk berkomunikasi dengan perusahaan guna memastikan semua kebutuhan korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia. “Termasuk proses pemakaman dan asuransi ditangani dengan baik oleh perusahaan. Saya akan awasi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Riau Boby Rachmat mengatakan, pihaknya akan turun langsung ke perusahaan untuk mengecek unsur-unsur pelanggaran yang mungkin terjadi. “Kami juga akan turun ke perusahaan untuk melakukan pemeriksaan dan pengecekan prosedur. Jika memungkinkan ada kesalahan, pihak perusahaan bisa saja diberi sanksi,” katanya. (amn/sol/nda/end/das)

Editor : Arif Oktafian
#kecelakaan #Truk perusahaan kecelakaan di sungai segati #Truk Jatuh #Langgam pelalawan #Truk terjun ke sungai segati langgam #Sungai segati langgam #Truk terjun ke sungai di langgam pelalawan #pelalawan