PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid terus berupaya menekan angka putus sekolah di Provinsi Riau. Salah satunya dengan pemberian seragam gratis kepada peserta didik baru. Proses pemberian seragam gratis ini akan disimulasikan bertahap tahun ini.
Ia berharap, tahun depan sudah wajib terlaksana secara penuh untuk sekolah di Riau. “Untuk mengurangi beban, kita tidak wajibkan biaya seragam sekolah siswa baru kepada orang tua,” ucap Gubri, Jumat (7/3).
Dengan kebijakan tersebut, dirinya ingin orang tua murid tidak harus mengeluarkan biaya yang besar untuk pendidikan anaknya. Ia berharap, sekolah di Riau nantinya terjangkau tanpa menurunkan kualitas pendidikannya.
“Makanya saya perlu gambaran bagaimana daya tampung sekolah. Karena kadang ada satu sekolah yang akses jalannya saja 20 kilometer, terlalu jauh. Ini menghambat mereka yang tidak punya kendaraan. Kalau perlu kita bangun sekolah lagi,” tegasnya.
Untuk anggarannya, Gubri mengatakan semua akan diformulasikan nanti. Menurutnya, dana yang keluar untuk kegiatan yang tidak terlalu membuahkan hasil lebih baik dialokasikan untuk pembuatan seragam gratis tersebut.
“Harus dihitung benar. Kalau dananya bisa untuk empat setel seragam, buatkan. Kalau tidak bisa, satu setel dulu. Kalau bisa dua, ya kita buat dua setel,” lanjutnya.
Selain seragam gratis, Gubri berencana akan membuat meeting forum untuk anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal itu guna menyiapkan tenaga didik dari SMK ke dunia kerja. “Saya ingin anak didik SMK ini siap pakai. Jadi dunia usaha perlunya apa, SMK kita siapkan,” tuturnya.(adv/sol)
Editor : Rindra Yasin