Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Genangan Banjir Masih Tinggi, Kendaraan Padat Merayap hingga 5 Km di Jalintim Km 83

M Amin Amran • Sabtu, 15 Maret 2025 | 09:24 WIB
Puluhan kendaraan menunggu antrean di Jalan Lingkar Pangkalankerinci untuk melintasi Jalan Lintas Timur Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan.
Puluhan kendaraan menunggu antrean di Jalan Lingkar Pangkalankerinci untuk melintasi Jalan Lintas Timur Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan.

PANGKALANKERINCI DAN TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Genangan banjir di Jalan Lintas Timur Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan masih tinggi. Rekayasa buka tutup masih diterapkan dan lalu lintas kendaraan pun padat merayap hingga 5 kilometer (km), Jumat (14/3).

“Ya, hingga saat ini arus lalu lintas di Jalintim Km 83 masih padat merayap. Pasalnya, tinggi permukaan air yang masih bertahan menyebabkan arus lalu lintas belum berjalan dengan normal,” terang Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri SIK didampingi Kasi Humas AKP Edy Harianto SH.

Pada Jumat (14/3), genangan air di Km 83 masih berkisar 50-55 sentimeter (cm).  Selain itu, ada dua titik banjir lainnya yang menggenangi badan jalan lintas provinsi ini, tepatnya di Kecamatan Pangkalankerinci, yakni di Km 78 dan Km 80 dengan ketinggian air rata-rata 30-35 cm.

“Jadi, dengan masih tingginya permukaan air, ditambah jalan berlubang serta rusak di sekitar lokasi banjir maka belum memungkinkan kita untuk membuka dua jalur. Agar arus lalu lintas tidak menjadi terhambat dan tetap bergerak maka pola buka tutup jalan masih diberlakukan petugas gabungan,” paparnya.

Untuk itu, Afrizal Asri berharap kerja sama yang baik dari seluruh pengguna jalan dengan petugas di lokasi banjir. “Kami tentunya terus mengimbau pengendara kendaraan agar tetap mengikuti jalur antrean dan sabar menunggu buka tutup. Jangan menerobos jalur berlawanan arah,’’ imbaunya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan mengatakan secara umum banjir di Pelalawan masih terjadi. ‘’Banjir di wilayah Pelalawan be­lum menurun dan bahkan semakin meluas, khususnya di daerah bantaran sungai,’’ ujarnya. 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pelalawan Leo Nardo SPd MM didampingi Plt Sekretaris Atil Mahdar menjelaskan, banjir tidak hanya menggenangi sejumlah permukiman warga, tapi juga merendam sejumlah fasilitas umum (fasum) termasuk sekolah atau fasilitas pendidikan.

Aktivitas pendidikan pun lumpuh. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah mengambil kebijakan untuk meliburkan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah lingkungan sekolah yang digenangi air. 

Berdasarkan pendataan dari Disdikbud Pelalawan, total ada 24 sekolah yang diliburkan mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Langgam, Pangkalankerinci, Pelalawan, dan Teluk Meranti.

“Ya, ada sebanyak 24 sekolah di Pelalawan yang diliburkan aktivitas belajar tatap muka akibat banjir dampak meluapnya Sungai Kampar,” bebernya.  ‘’Kecamatan Pelalawan merupakan daerah yang paling banyak sekolahnya diliburkan. Yakni 17 sekolah. Mayoritas sekolah di kecamatan ini berada dekat dengan bantaran Sungai Kampar,’’ tambahnya.

Kabid SMP SD Disdikbud Pelalawan ini mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait pola pembelajaran bagi sekolah yang diliburkan. Yakni aktivitas belajar mengajar dengan sistem daring bagi daerah yang memiliki jaringan internet yang kuat serta pelayanan listrik yang tak terganggu oleh banjir.

“Sedangkan untuk daerah yang internetnya tidak lancar dan listriknya padam, maka para kepala sekolah dan guru dipersilakan memberikan tugas bagi siswa sesuai perkembangan pelajaran. Sehingga para murid tidak ketinggalan pelajaran,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Leo Nardo, murid kelas VI akan menghadapi ujian akhir sekolah, sedangkan kelas l sampai V dalam waktu dekat mengikuti ujian semester. “Untuk itu, kami mengimbau seluruh sekolah yang terkena banjir supaya tetap melaksanakan aktivitas pendidikan melalui daring dan berikan tugas belajar di rumah,” tuturnya.


Lima Kecamatan di Kuansing Dilanda Banjir Luapan Sungai

Hujan deras yang terjadi sejak Kamis (13/3) malam hingga Jumat (14/3) dini hari di Kabupaten Kuansing menyebabkan lima kecamatan dilanda banjir. Yakni, Kecamatan Singingi Hilir, Logas Tanah Darat, Pangean, Gunung Toar, dan Sentajo Raya. 

Banjir itu disebabkan oleh luapan sungai yang melintasi desa atau kecamatan bersangkutan. Di Gunung Toar, banjir melanda Desa Petapahan akibat luapan Sungai Petapahan. Lalu Kecamatan Singingi Hilir, banjir di Desa Petai sekitarnya disebabkan luapan Sungai Bawang. Di Logas Tanah Darat banjir disebabkan Sungai Rambahan. Banjir di Kecamatan Pangean disebabkan luapan anak Sungai Pangean, dan banjir di Kecamatan Sentajo Raya disebabkan luapan Sungai Sinambek. 

Di wilayah Kecamatan Singingi Hilir, hujan menyebabkan luapan sungai Bawang. Sungai bawang yang meluap dan dengan arus yang kuat sehingga jalan di Desa Petai persisnya di depan jembatan yang menjadi penghubung, putus Jumat (14/3). Warga pun tidak bisa melintasi jalan penghubung antardesa di wilayah Singingi Hilir atas (ekstran).

Untung, ruas jalan itu bukan menjadi akses jalan satu-satunya masyarakat. Masyarakat masih bisa melewati jalan alternatif ke simpang tiga Petai menuju Desa Koto Baru.  “Walau sedikit memutar, jalan alternatif desa masih ada,” ungkap Camat Singingi Hilir Andhi Syamsul yang dikonfirmasi Riau Pos.

Ruas jalan itu tidak saja dimanfaatkan masyarakat ekstran Singingi Hilir, tetapi juga dimanfaatkan pihak perusahaan, seperti PT Wana Sari Nusantara (WSN). Saat kejadian jalan putus, pihak WSN juga turun ke lokasi melakukan peninjauan. 

“Kami bersama-sama langsung gotong royong membuat akses jalan kendaraan roda dua di sebelah jalan yang putus. Sekarang kendaraan roda dua bisa melalui,” kata Andhi Syamsul. 

Sementara roda empat sama sekali tidak bisa lewat. Kendaraan pribadi roda empat sementara diarahkan ke arah Simpang Tiga Desa Petai memutar ke Desa Koto Baru untuk akses ke luar. Namun untuk truk tronton atau fuso tidak bisa lewat. 

Andhi mengatakan, begitu mendapatkan informasi jalan putus, dirinya langsung menyampaikan kepada BPBD dan Dinas PUPR Kuansing dan langsung melakukan peninjauan.

Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar yang dihubungi terpisah tak menapik kejadian itu. “Kami bersama-sama Pak Camat Singingi Hilir langsung meninjau lokasi jalan putus di Desa Petai,” ujarnya. 

“Untuk Petapahan dan Sentajo Raya, air sudah normal. Tinggal wilayah Singingi Hilir, Pangean dan Logas Tanah Darat yang sebagian rumah masih direndam luapan sungai. Semoga di hulu sungai tidak terjadi hujan lebat dalam waktu yang lama. Sebab potensi hujan masih tinggi,” papar Yulizar. 

Sedangkan untuk kondisi Sungai Kuantan saat ini masih dalam kondisi normal. Namun warga tetap saja harus waspada. Sebab berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, intensitas di bulan Maret 2025 tinggi.(das) 

Editor : Rindra Yasin
#buka tutup jalan #banjir riau #jalan lintas timur #luapan sungai #riau #antrean kendaraan