PEKANBARU (RP) - Tokoh agama di Riau menyatakan mendukung diberlakukannya Undang-Undang TNI 2025, Jumat (4/4/2025). Bersama-sama, mereka sepakat mendukung Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia atau UU TNI yang telah disahkan menjadi undang-undang dalam rapat paripurna DPR pada Kamis, 20 Maret 2025 lalu tersebut.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Forum Toleransi Kerukunan Umat Beragama Riau H Tengku Rusli Ahmad SE MM sebagai perwakilan ormas keagamaan.
"Kami sebagai tokoh-tokoh agama, harus memberikan imbauan dan memberikan pemahaman kepada umat. Undang-undang ini disahkan, itu demi kepentingan bangsa dan negara. Tokoh-tokoh agama inilah yang cepat didengar masyarakat," kata Rusli Ahmad.
Rusli Ahmad yang juga bergelar Bapak Toleransi Kerukunan Umat Beragama menyampaikan dukungan itu disampaikan kepada media setelah mereka diskusi.
"Negara ini harus rukun. Toleransinya harus ditingkatkan. Ini ada hubunganya dengan Undang-undang itu," sebut Rusli Ahmad.
Soal ada kelompok yang tidak setuju, Rusli mengatakan ada dua kemungkinan.
"Pertama, tidak membaca secara utuh undang-undang itu. Kedua, mungkin ada kelompok-kelompok tertentu yang mencoba menggangu ketahanan bangsa ini," sebut Rusli.
Lebih lanjut diterangkanya, yang dikhawatirkan adalah kembalinya dwi fungsi ABRI itu tidaklah benar.
“Dalam undang-undang ini, TNI aktif yang masuk dalam kelembagaan sipil harus mengundurkan diri. Apa yang harus ditakutkan," ujar Rusli Ahmad.
Rusli Ahmad yakin dengan Undang Undang TNI Tahun 2025 tersebut, institusi TNI semakin kuat.
"Saya yakin dan percaya lembaga TNI ini akan semakin membanggakan masyarakat Indonesia," sebut Rusli Ahmad.
Terlihat hadir dalam pernyataan sikap dukungan di Rumah Hijau Jalan Wonosari Pekanbaru tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Riau Prof Dr Ilyas Husti sebagai perwakilan agama Islam.
Harry Rau, perwakilan dari agama Katolik, Kawit SAg perwakilan dari agama Hindu. Kong On perwakilan dari agama Buddha, Suwandi perwakilan Konghucu. Pdt Tomy perwakilan BKGR yang juga Perwakilan Ormas PGI (Persekutuan Gereja Gereja Indonesia) Provinsi Riau.
Ancilia Ernina perwakilan ormas (Wanita Katolik Republik Indonesia) WKRI Provinsi Riau.
Yunis Herawati Winada Perwakilan WHDI (Wanita Hindu Dharma Indonesia).(rul)
Editor : Edwar Yaman