Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jual Stadion Utama Riau Jadi Bahasan di Group WhatsApp IKA Sosiologi Unri, Berikut Saran dan Kritikan Penghuni Grup

Dofi Iskandar • Sabtu, 3 Mei 2025 | 19:59 WIB
Stadion Utama Riau yang berada di Jalan Naga Sakti Pekanbaru. Jumat (2/5/2025). Stadion Utama Riau merupakan aset Pemerintah Provinsi Riau diwacanakan akan dijual.
Stadion Utama Riau yang berada di Jalan Naga Sakti Pekanbaru. Jumat (2/5/2025). Stadion Utama Riau merupakan aset Pemerintah Provinsi Riau diwacanakan akan dijual.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Perawatan aset milik Pemerintah Provinsi Riau memerlukan biaya yang banyak. Sementara kondisi keuangan Pemprov Riau sepertinya sedang tidak baik.

Di tengah krisis pendapatan, Gubernur Riau Abdul Wahid berwacana menjual Stadion Utama Riau. Hal ini kemudian mendapat respons dari berbagai kalangan.

Di group WhatsApp Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Sosiologi FISIP Universitas Riau, hal ini ramai diperbicangkan. Berbagai saran dan masukan pun disampaikan.

 Baca Juga: Bukan Saja Stadion Utama Riau Dijual, Pemprov Juga Lelang Aset Eks Venues PON 2012 Lainnya

Hevi Heri Antoni misalnya. Mahasiswa Sosiolagi angkatan 93 ini berpendapat, ada cara lain yang mungkin bisa dilakukan untuk mengejar pendapatan. Jangan dulu menjual aset daerah. Maksimalkan penerimaan sektor pajak kendaraan bermotor.

"Baiknya Gubri melalui Samsat, membuat pemberitahuan otomatis melalui aplikasi. Jadi jika kendaraan warga mau jatuh tempo, langsung ada pemberitahuan di handphone miliknya," saran mantan wartawan ini.

Sekarang, sebutnya, tidak ada warga yang tak punya kendaraan. Bisa saja di rumahnya ada 3, 4 mobil atau kendaraan roda dua. Saat jatuh tempo, dia lupa jadwal bayar pajaknya.

Namun saat ingin bayar, warga diancam dengan denda pajak yang besar, akhirnya masyarakat malas bayar pajak.

"Jadi dengan adanya pemberitahuan pajak otomatis, maka masyarakat akan diingatkan lebih awal. Dan tinggal Samsat intensifkan razia pajak dengan polisi," sarannya.

Sementara pemilik akun dengan nama Khairunnas Endong mengatakan, Stadion Utama Riau adalah aset yang penuh sejarah dan menguras emosi pada kondisi persiapan dan pelaksanaan PON di Riau dan tidak harus dikorbankan.

Sepantasnyalah Gubri saat ini berpikir untuk mengangkat kembali marwah olahraga di Riau dengan membenahi stadion-stadion, fasilitas olahraga yang ada di Riau demi untuk membina anak-anak muda Riau agar berprestasi cemerlang kembali.

"Untuk fasilitas dan sarana stadion yang ada harus berani kita serahkan ke pihak ketiga mengelolanya. Pemprov harus punya kemauan dan keberanian untuk mengalokasikan anggaran daerah. Jika gubernurnya ingin mendapat tempat di hati masyarakat, berupayaah sekuat tenaga membenahi sarana yang ada. Bukan malah kata putus asa yang keluar "menjual asset". Macam sudah tertutup jalan berpikir yang lebih konstruktif. Ayo Pak Gubri, tunjukkan Anda bisa berbuat untuk terobosan baru dalam membina sarana yang sudah terbengkalai. Bravo Gubri, maju terus, jangan putus asa untuk suatu kebaikan,'' semangatnya.

Pemilik akun Brangsek 92 mengatakan, niat jual Stadion Utama Riau kalau itu yang terbaik, boleh saja.

"Gas kan Gubri, kalau itu yang terbaik, gaskan saja," kata pemilik akun yang bernama asli Kissinger itu.

Sementara Rinaldi mengatakan, Stadion Utama dibangun dengan biaya besar. Uang masyarakat Riau.

"Dibangun dengan biaya triliunan rupiah, namun saat ini hanya untuk lapak pedagang saja. Tak cocok dengan biaya pembangunannya," sebutnya.

Bisa saja untuk mendapatkan pemasukan, Pemprov Riau bisa menggelar event berskala internasional di Stadon Utama Riau.

"Dulu waktu ada sepakbola, turnamen apalah namanya, penontonnya sangat banyak. Sampai puluhaan ribu orang. Artinya ada duit yang banyak di situ. Jadi cobalah buat event besar berskala internasional Pak Gub. In sya Allah untung," ujarnya.

"Cari alternatif lain dulu Pak Gub, jangan main jual saja. Semangat Gubernur Riau. Semangat Pak Abdul Wahid," bebernya.

Amir Hasan SSos MSi dari Sosiologi Angkatan 1997 mengatakan, sebaiknya cari investor ke Singapura dan Malaysia. Kenapa? Orang kaya Singapura tidak ada tempat investasi di negaranya, Riau lah yang bagus untuk investasi. Menurutnya, disewakan aja. Biar sampai 50 tahun disewakan, asal jangan dijual. Karena dijual itu banyak negatifnya dari pada positifnya.

“Kalau terbiasa kita menjual, maka generasi akan datang akan melakukan hal yang sama, nanti apa jadinya anak cucu kita di kemudian hari, hanya jadi penonton kemewahan di daerah dia tinggal, tetapi tidak bisa dinikmati oleh anak cucu kita. Itu saran aja, keputusan tetap di tangan Gubernur. Pada intinya kita tentu ikut Gubernur, apa yang terbaik menurut dia. Karena dia dimajukan selangkah ditinggikan seranting,” ujarnya.(dof)

Editor : Edwar Yaman
#Group WhatsApp #stadion utama riau sekarang #aset pemprov riau #pemprov riau #jual stadion #ika sosiologi unri #stadion utama riau #cari investor #Riau jual aset pon