SIAK (RIAUPOS.CO) - Polres Siak tidak tinggal diam melihat karyawan PT SSL yang berada di dua tenda pengungsian, dengan masing masing tenda 60 orang. Demikian dikatakan Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra SH SIK MSi melalui Kasatlantas Polres Siak AKP Kaliman Siregar, SH MH.
Disebutkan Kaliman Siregar, apa yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis warga yang terdampak kerusuhan sengketa lahan antara masyarakat Kampung Tumang, dan Merempan Hulu, dengan pihak PT Surya Sumber Lestari (SSL),
"Kami dari Polres Siak menggelar kegiatan trauma healing di lokasi tenda penampungan sementara," jelas Kaliman Siregar.
Baca Juga: Vinilon Group Bersama UII Hadirkan Solusi Nyata Akses Air Bersih di Desa Ngaglik, Kulon Progo
Trauma healing yang dilaksanakan di tenda pengungsian PT Surya Sumber Lestari (SSL) ini dimulai pada pukul 10.00 WIB, Kasat Binmas Polres Siak AKP M. Fajri SH MH serta didukung oleh sejumlah personel Polwan dan staf Polres lainnya, seperti Aipda Lidya Alova, Bripka Sri Widya, Brigadir Rohaya Makdalena, Brigadir Serli Yona, dan Brigadir Delima Sihombing.
Dalam suasana haru, namun penuh semangat, para personel Polres Siak memberikan layanan konseling kepada para korban, khususnya ibu-ibu dan anak-anak yang secara langsung menyaksikan dan merasakan dampak dari kerusuhan.
Tak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan hiburan ringan, seperti permainan bersama, pembagian boneka dan mobil-mobilan untuk anak-anak, serta camilan dan susu sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral.
Baca Juga: Momentun Refleksi Pembangunan dan Kebijakan di Usia 60 Tahun Kabupaten Inhil
"Kami hadir untuk menenangkan, mendengar, dan menguatkan. Trauma Healing ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang berduka," ungkap AKP M Fajri.
Kegiatan ini membuahkan hasil positif, di mana suasana di tenda penampungan berubah menjadi lebih ceria. Anak-anak yang semula terlihat cemas kini tampak lebih riang, sementara para ibu merasa lebih tenang setelah mendapatkan ruang untuk bercerita dan didengar.
Tujuan dari kegiatan ini adalah mengurangi trauma psikologis, khususnya pada anak-anak dan perempuan korban kerusuhan.
Baca Juga: Eks Lapangan Cabor Panahan Sport Center, Dipilih Jadi Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat
Menumbuhkan kembali semangat dan kebahagiaan di tengah suasana krisis. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, yang tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tapi juga sebagai mitra kemanusiaan.
Selama kegiatan berlangsung, suasana di lokasi pengungsian tetap aman dan kondusif. Kehadiran aparat disambut hangat oleh warga yang merasa diperhatikan dan tidak dibiarkan sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit.
"Dengan kegiatan ini, Polres Siak menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada pengamanan semata, melainkan juga meliputi pemulihan sosial dan psikologis masyarakat," kata Kasatlantas Kaliman Siregar.
Trauma Healing ini diharapkan menjadi awal dari proses penyembuhan kolektif yang lebih luas.(mng)
Editor : Edwar Yaman