PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Teka-teki pelatih yang akan membawa PSPS mengarungi Liga 2 musim 2025-2026 terjawab. PSPS mengumumkan jajaran pelatih Askar Bertuah, Selasa (17/6). Pelatih kepala ditunjuk Ilham Romadhona yang juga pernah membela PSPS beberapa musim lalu.
Sedangkan Kurniawan Dwi Sedangkan Kurniawan Dwi Yulianto (DY) yang selama ini dirumor menjadi pelatih kepala PSPS menggantikan Aji Santoso ternyata ditunjuk menjadi Direktur Teknik.(Dirtek). Selanjutnya ada nama Kurnia Sandi yang ditunjuk sebagai pelatih kiper. Ada juga Rici Vauzi sebagai pelatih fisik.
Dari lima nama, masih bercokol nama Miskardi, asisten pelatih yang musim lalu bekerja sama dengan Aji Santoso serta nama pelatih lokal lainnya Ambrizal yang juga ditunjuk sebagai Asisten pelatih musim ini bersama Miskardi.
“Kita sudah mencapai kesepakatan untuk jajaran pelatih Askar Bertuah musim 2025-2026. Dalam waktu dekat kita akan melakukan konferensi pers untuk memperkenalkan secara resmi jajaran pelatih kepada seluruh suporter dan pendukung PSPS,” demikian pernyataan resmi CEO PSPS Effendi Saputra, Selasa (17/6).
PSPS bukanlah klub baru buat Ilham Romadhona. Ya, 23 tahun silam, tepatnya tahun 2003, mantan pemain timnas primavera ini pernah membela PSPS di Liga IX Bank Mandiri.
Kala itu, pelatih kelahiran 3 November 1976 ini bergabung dalam skuad bertabur bintang PSPS bersama Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, Eko Purjianto, Bejo Subiantoro, Uston Nawawi, Erol FX Iba, Amir Yusuf Pohan, Slamet Riadi, Edu Juanda, dan Saktiawan Sinaga, termasuk Ambrizal.
Karier Ilham sebagai pelatih memang tak setenar Bima Sakti atau Kurniawan DY. Namun, Ilham pernah masuk jajaran pelatih timnas U-17, U-19, dan U-20 pada tahun 2023-2024 sebagai asisten pelatih Bima Sakti dan Kurniawan DY. Ilham juga sempat menjadi pelatih kepala di Persiba Balikpapan pada 2022-2023. Ilham yang pensiun dari pemain tahun 2011 mengawali karier pelatih tahun 2018. Barito Youth tim pertamanya melatih hingga tahun 2022. Ia juga menjadi asisten pelatih PON Kalsel tahun 2024 di Aceh-Sumut.
Selanjutnya pada tahun 2024, Ilham menjadi pelatih kepala Barito Putera U-18 yang tampil di Elite Pro Academy (EPA). Pada tahun 2025, Ilham menjadi DirekturTeknik PSCS Cilacap sebelum resmi diumumkan sebagai pelatih kepala PSPS di Liga 2 musim 2025-2026, Selasa (17/6).
Saat dihubungi Riau Pos, Ilham menegaskan siap memberikan yang terbaik buat PSPS. “Kalau ditanya target, sebagai pelatih tentu ingin terbaik. Intinya dalam sepakbola ingin sukses. Tapi, tetap kita jalani prosesnya,” ujar pelatiyh yang pernah menimba ilmu kepelatihan di Inggris ini.
Namun, Ilham juga memahami jika ada keraguan publik Riau khususnya pencinta PSPS terhadap dirinya. “Segala keraguan pasti ada. Saya maklum tapi biarkan kami kerja dan mudah-mudahan berjalan baik. Kami tetap mengharapkan dukungan suporter dan masyarakat Riau. Tugas memang berat tapi tetap akan kami dijalani,” tambah pelatih lisensi A ini
Manajemen Terbentu
Selain menunjuk jajaran pelatih, manajemen yang akan menangani PSPS sudah dibentuk. Hal ini terungkap saat pertemuan antara Pancoran Soccer Field (PSF) selaku pemilik PSPS Pekanbaru dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di Jakarta, Senin (16/6).
Dalam video resmi PSPS berdurasi 2 menit 22 detik, diseburkan pertemuan ini membahas persiapan PSPS menghadapi Liga 2 musim 2025-2026. Rapat dihadiri langsung Chairman PSF Gede Widiade. Sedangkan Pemprov Riau dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Riau Erisman Yahya.
Dalam video ini, Gede Widiade memperkenalkan manajemen PSPS, mulai dari CEO, COO, Deputi CEO, Manajer dan Asisten Manajer untuk musim 2025-2026. Setelah memperkenalkan diri selaku Chairman PSF, Gede menyebutkan rapat ini dihadiri Kadispora Riau Erisman Yahya, CEO Effendi Saputra, COO Edward Riansyah, Manajer yang diketahui bernama Herdrayanto atau yang akrab dipanggil Toger, Asisten Manajer yang diketahui bernama Fadli dan Deputi CEO yang diketahui bernama Raja Faisal Febnaldi atau yang akrab dipanggil Raja Oma.
Hendrayanto merupakan mantan atlet sepaktakraw Riau sekaligus mantan pengurus sepaktakraw Riau yang juga hobi sepakbola. Sedangkan Raja Faisal merupakan mantan pelatih PSPS yang saat ini menjabat Kepala Bagian Protokol-Biro Adpim Sekretariat Daerah Provinsi Riau.
Sepakati Homebase
Dalam video ini Gede Widiade secara resmi juga menyampaikan hasil pertemuan. “Hari ini (Senin malam) kita melakukan penyiapan keikutsertaan PSPS di Liga 2 Indonesia. Kita sepakat dengan Pak Kadispora dan Asisten 1 juga ikut mengenai pembahasan penggunaan Stadion Rumbai sebagai homebase,” ujarnya.
“Sesuai dengan perintah dan keinginan baik Gubernur untuk membesarkan PSPS telah disepakati untuk menggunakan Stadion Rumbai sebagai homebase. Dengan jalan akan dilakukan renovasi oleh pihak PSPS” tambahnya.
Lebih lanjut Gede menjelaskan, nantinya setelah selasai direnovasi Stadion tersebut akan dipakai sebagai homebase dengan dua cara. Yakni, dengan cara sewa seperti biasa dengan menggunakan perhitungan aset yang dijadikan sebagai sarana perbaikan sebagai sewa atau melakukan kerja sama seperti yang sudah diajukan atau KSP.
“Untuk itu, kepada masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. Kami mohon support Anda, dukung kami bahwa kerja sama antara PSPS dengan Pemprov Riau sesuai dengan perintah Pak Gubernur bisa berjalan dengan lancar dan demi kemajuan PSPS di masa mendatang,” ujarnya.
Senada diungkapkan Kadispora Riau Erisman Yahya. “Ya, hasil pertemuan di Jakarta, kita sepakat Stadion Rumbai tetap home base PSPS musim ini,” ujar Kadispora Riau Erisman Yahya, Selasa (17/6).(das)
Editor : Arif Oktafian