PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pengamat Politik Universitas Riau Saiman Pakpahan melihat ada indikasi Merit System pada penetapan tiga nama calon Sekretaris Daerah Prov (Sekdaprov) Riau yang diumumkan Tim Panitia Seleksi (Pansel), baru-baru. Itu setelah ia menganalisis jejak rekam jabatan dan tempat mengabdi serta daerah asal para calon Sekdaprov dengan Gubernur Riau.
Merit System, kebijakan penunjukan maupun manajerial yang didasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja, menurut Saiman, sangat bagus dan paling ideal di tubuh birokrat.
''Yang pasti tiga nama itu tentu saja sudah melewati serangkaian seleksi hingga dinilai layak secara umum. Baik administrasi maupun ilmu pengetahuan tentang organisasi pemerintahan,'' kata Saiman.
Baca Juga: Dukung UMKM Rempah, BRI dan Labuna Ukir Prestasi di Pasar Internasional
Tim Pansel yang ditunjuk Gubernur Riau dalam seleksi calon Sekdaprov ini menurut Saiman memang ditunjuk untuk merumuskan pemilihan Sekdaprov yang tepat. Apalagi tim telah melakukan seleksi mulai dari 10, 5, kemudian menjadi 3. Itu adalah proses yang panjang.
Artinya mereka dianggap memiliki kemampuan, dan kemampuan individu masing-masing. Misal punya pengalaman lintas dinas dan berbagai posisi di Kuansing, Syahrial Abdi juga punya kemampuan teknis birokrasi untuk mengisi posisi ini.
Jika melihat latar tiga nama itu, Saiman meyakini memang sudah sesuai dengan penilaian Tim Pansel. Mereka kaya pengalaman dengan latar mereka masing-masing. Diketahui pula, ketiga calon yang sesama alumni IPDN, yang memang dipersiapkan untuk berada di puncak karier seorang ASN.
Baca Juga: Pernikahan Resmi di KUA Terus Menurun
''Yang dibutuhkan menjadi Sekda itu salah satunya kemampuan organisasi, tugasnya mengorganisir seluruh OPD hingga seirama dan satu kesatuan dengan visi kepala daerah. Mereka semua punya,'' kata Saiman.
Melihat fungsi dari jabatan Sekdaprov, kemudahan komunikasi, saling kenal dan pengalaman koordinasi dengan OPD dan kepala daerah amat penting.
Posisi Sekdaprov menurut Saiman sebagai koordinator, penghubung antar OPD yang melayani masyarakat dah gubernur sebagai pemilik visi pelayanan dan pembangunan. Maka penting bagi Sekdaprov mampu mengayomi ke bawah dan erat dengan Gubernur.
Baca Juga: Pemprov Gratiskan Biaya Sekolah Swasta Lewat Bosda Afirmasi
Namun Saiman tidak melihat satupun calon, sepengamatannya, yang punya kedetakatakan khusus maupun kedekatan langsung dengan gubernur Abdul Wahid ataupun Wakil Gubernur SF Haryanto.
Jika dari latar, seperti Jafrinaldi berasal dari Kuansing dan bertugas di Kuansing, Yusfa Hendri dari Dumai berkarir di Batam serta Syahrial Abdi dari Pekanbaru yang menjadi pejabat Pemprov, tak satupun bertemu simpul kedetakan dengan Abdul Wahid.
''Dari sana saya menduga yang dinilai oleh Tim Pansel objektif dan siapapun Sekda nanti bagi Gubernur adalah bagian dari dirinya. Saya tidak melihat koncoisme disini, justru ada indikasi pemilihan berdasarkan Merti System. Ini bagus untuk pemerintahan,'' Saiman menekankan.
Baca Juga: PFC Bersemangat, Satu Joran Seribu Kawan
Merit Sytem dan tanpa Koncoisme apalagi nepotisme adalah awal yang bagus bagi sistem kerja pemerintahan. Dengan Merit System, kata Saiman, siapa yang cakap, layak dan dianggap berprestasi maka dia yang dipilih menjabat Sekda. Karena yang terpenting tugas dan fungsi jabatan serta program Gubernur dapat dijalan oleh Sekda dan pimpinan OPD di bawah.
''Ya memang harus pemilihan jabatan ini berdasarkan Merit System, bukan karena kedekatan-kedekatan personal,'' Saiman menegaskan.
Namun yang terpenting, kata Saiman, siapapun nanti yang akhirnya dipilih Gubernur, harus mampu. Tidak hanya mampu membuktikan kecakapannya, tapi juga mampu menerjemahkan visi pembangunan serta janji politik gubernur untuk kemudian dilaksanakan OPD teknis yang dikoordinirnya.(end)
Editor : Edwar Yaman