PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) mencatat luas lahan terbakar sejak awal Januari hingga saat ini telah mencapai 174,03 hektare (ha). Kabupaten Bengkalis menjadi daerah terdampak paling parah dengan luas kebakaran mencapai 31,20 hektare, disusul Dumai 30,83 ha dan Rokan Hilir 25,25 ha.
Sementara untuk wilayah lain seperti Indragiri Hilir 13 ha, Rokan Hulu Karhutla tercatat seluas 6,5 ha, Pelalawan 20 ha, Kepulauan Meranti 2,20 ha, Siak 12,22 ha, Pekanbaru 6,38 ha, Kampar 10,75 ha, Kuansing 1 ha, dan Indragiri Hulu 14,70 ha.
“Sampai saat ini, total luas lahan yang terbakar sudah 174 hektare lebih. Ini jadi alarm bagi kita semua agar lebih waspada, apalagi menjelang puncak musim kemarau,” ujar Edy.
Baca Juga: Usung Tema Rumah Tuan Kadi dan Save Tesso Nilo, Kafilah Kota Pekanbaru Tampil Unik di MTQ Riau Ke-43
Untuk penangangan karhutla, pihaknya juga sudah mengerahkan helikopter water bombing untuk memadamkan karhutla di Kabupaten Rokan Hilir. Selain juga dibantu oleh Tim Satgas Darat dalam melakukan pemadaman.
“Untuk membantu pemadaman karhutla di Rohil, sudah dikirim helikopter water bombing,” sebutnya.
Edy juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah karhutla. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar.
Baca Juga: Karhutla Riau: Lima Hektare Lahan Semak Belukar dan Kebun Sawit Terbakar di Desa Salo
BPBD Riau akan terus melakukan pemantauan titik panas (hot spot) dan memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, serta relawan di lapangan untuk mencegah perluasan kebakaran.
“Kami terus edukasi masyarakat dan lakukan patroli di wilayah rawan. Tapi yang paling penting adalah kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan,” jelasnya.(sol)
Editor : Edwar Yaman