Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Titik Panas di Provinsi Riau Kembali Meningkat

Redaksi • Rabu, 2 Juli 2025 | 12:41 WIB

Tim gabungan masih berjibaku memadamkan api yang membakar lahan semak belukar dan perkebunan kelapa sawit di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Selasa (1/7/2025).
Tim gabungan masih berjibaku memadamkan api yang membakar lahan semak belukar dan perkebunan kelapa sawit di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Selasa (1/7/2025).


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menemukan peningkatan hotspot atau titik panas di Provinsi Riau, Selasa (1/7). Total ada 11 titik panas yang muncul. Sehari sebelumnya, Senin (30/6) hanya empat titik panas terdeteksi.

Ke-11 panas tersebut terdeteksi di lima daerah yakni di Kepulauan Meranti, Kota Dumai, Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Indragiri Hilir. Sehari sebelumnya, Senin (30/6), titik panas hanya terdeteksi di Bengkalis, Dumai, dan Rokan Hilir.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Putri Santy S menjelaskan, berdasarkan pantauan radar satelit BMKG Pekanbaru, bukan hanya Riau yang mengalami kenaikan titik panas tetapi juga seluruh Pulau Sumatera. ‘’Total titik panas wilayah Sumatera ada 226,’’ ujarnya.

Titik panas tersebut tersebar di Aceh 83, Sumatera Utara 81,  Sumatera Selatan 21, Riau 11, Bangka Belitung, 9, Sumatera Barat 9, Jambi 8, Bengkulu 3, dan Kepulauan Riau 1. “Untuk wilayah Riau titik panas terdeteksi 4 titik di Kabupaten Rokan Hulu, 3 titik di Kota Dumai, 2 titik di Rokan Hilir , 1 titik di Kepulauan Meranti, dan 1 titik Indragiri Hilir 1,” ucapnya.

Sementara itu, untuk kondisi cuaca di Provinsi Riau, BMKG memprediksi sejak pagi hari cuaca cenderung cerah berawan tanpa potensi hujan. Namun siang hingga sore hari cuaca juga masih cerah berawan tetapi terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan, diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

Pada malam hari cuaca cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kampar, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir. Pada dini hari, udara kabur berawan dan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu,Indragiri Hilir, Siak, Bengkalis, Rokan Hilir, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.

“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Pelalawan, Siak, Rokan Hilir, Bengkalis dan Kota Dumai pada malam atau dini hari,” tegasnya.

Karhutla di Kampar Belum Padam
Tim gabungan saat ini masih terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Selain dilakukan oleh tim darat, pemadaman juga dilakukan melalui udara menggunakan helikopter water bombing.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, lokasi karhutla yang terjadi di lahan gambut dan angin yang bertiup cukup kencang membuat tim bekerja ekstrakeras memadamkan api. “Karhutla di Tapung sudah memasuki hari keempat. Angin di lokasi bertiup cukup kencang dan berubah-ubah,” ujarnya.

Supaya pemadaman api dapat lebih cepat dilakukan, BPBD Damkar juga mengerahkan helikopter water bombing. Namun, tetap belum maksimal. “Saat ini baru ada satu helikopter water bombing di Riau. Tentu itu masih kurang mengingat wilayah provinsi Riau yang cukup luas,” sebutnya.

Karena itu, penambahan helikopter water bombing sudah diajukan ke BNPB. Namun memang perlu waktu yang lama untuk pengiriman bantuan tersebut. “Kami sudah mengajukan penambahan helikopter water bombing lagi. Helikopter water bombing yang ada saat ini dikirim dari Australia. Jadi memang prosesnya cukup lama,” sebutnya. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar Agustar melalui Kepala Pusdalops Adi Candra menjelaskan, sejak Senin (30/6), tim gabungan memadamkan api yang membakar lahan semak belukar dan perkebunan kelapa sawit milik warga di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung ini. ’’Belum diketahui penyebab kebakaran. Tetapi tim gabungan sudah berhasil memadamkan api dan lagi pendingan,’’ jelas Adi Candra.

Adi candra menjelaskan, karhutla juga terjadi di Desa Ridan Permai, Kecamatan Bangkinang Kota. Belum diketahui berapa luas lahan yang terbakar karena tim gabungan masih berjibaku memadamkan api. ’’Memasuki hari ke lima kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Kampar diperkirakan mencapai 34 hektare. Hari pertama, kedua dan ketiga sekitar 30 hektare. Hari keempat sekitar 2 hektare. Dan Hari kelima sekitar 2 hektare,’’ jelas Adi Candra.

Sementara itu, Gubernur Riau Abdul Wahid mengatakan terus memantau kegiatan penanganan karhutla di Riau. Gubri juga meminta kepada tim gabungan untuk terus menjaga agar karhutla tidak meluas di Riau. “Setiap titik dipantau terus oleh tim gabungan,” ujarnya.

Cuaca Ekstrem, BPBD Pantau Titik Api
Cuaca panas ekstrem mulai terasa di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Dari pengukuran cuaca yang ada di ponsel, Selasa (1/7), suhu di wilayah Kecamatan Kuantan Tengah dan Kuansing berkisar 32-35 derajat Celcius. 

Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar tak menapik kalau sejak akhir Juni, cuaca mulai berubah masuk musim kemarau. Di mana dari perkiraan cuaca BMKG Juli-Agustus 2025 sudah berganti dengan musim panas. 

Dengan perubahan cuaca panas, Yulizar BPBD Kuansing berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa dan kepolisian melakukan pantauan titik api. Hingga Selasa (1/7) belum ada terdeksi titik api oleh aplikasi Lancang Kuning di wilayah Kuansing. “Hari ini (kemarin, red), tidak ada titik api yang terpantau,” kata Yulizar.

Dikatakannya, titik api sempat terpantau tiga titik di wilayah Desa Air Buluh Kecamatan Kuantan Mudik pada Sabtu (28/6) siang lalu. Syukurnya, hujan yang turun pada malam hari membuat titik api sudah padam.

Meski tidak ditemukannya titik api, dia sudah meminta pada seluruh personel BPBD Kuansing untuk terus melakukan pemantauan di lapangan. Sebab cuaca seperti saat ini sangat rawan terjadinya kebakaran lahan dan hutan. 

“Dan kami akan mengirimkan imbauan visual waspada karhutla pada kecamatan dan desa. Sebab, satu puntung rokok saja bisa menjadi penyebab kebakaran. Kalau sudah seperti itu, kita akan susah memadamkannya. Lebih baik mencegahnya,” imbau Yulizar.

Dua Firespot di Pelalawan Padam
Di Kabupaten Pelalawan, dua titik panas berubah menjadi firespot atau titik api yanh menyebabkan terjadinya karhutla. Titik api diketahui muncul di Desa Sorek Dua, Kecamatan Pangkalan Kuras, Senin (30/6) malam lalu sekitar pukul 20.00 WIB. Api mendadak muncul membakar lahan milik masyarakat yang ditumbuhi semak belukar.

Atas temuan firespot tersebut, tim gabungan BPBD Pelalawan, Dinas Damkar, TNI, Polri, perusahaan, perangkat kecamatan dan desa serta masyarakat setempat diturunkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi, pemantauan dan pemadaman api.

“Ya, setelah dilakukan verifikasi dan pemantauan, ditemukan ada 2 firespot yang membakar lahan milik masyarakat yang ditumbuhi semak belukar di Desa Sorek Dua, Kecamatan Pangkalan Kuras,” terang Kalaksa BPBD Pelalawan Zulfan MSi kepada Riau Pos, Selasa (1/7).

Ia mengatakan, upaya padaman titik api telah dilakukan sejak malam agar api tidak semakin meluas. “Alhamdulillah, saat ini titik api telah berhasil dipadamkan. Hari ini (Selasa, red) difokuskan pada proses pendinginan agar api tidak kembali muncul. Luas lahan yang terbakar hampir 1 hektare,” ujarnya.

Ditambahkannya, fenomena titik api kecil yang muncul mendadak dan tidak terdeteksi satelit ini semakin sering muncul. Pasalnya, puncak musim kemarau diprediksi Juli ini dan berlangsung hingga akhir Agustus mendatang. “Patroli titik api terus ditingkatkan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak yang tergabung dalam rayonisasi pencegahan karhutla,” tuturnya.

Meski demikain, lanjut Zulfan, sejauh ini penanganan karhutla di Negeri Amanah ini masih terkendali berkat sinergi seluruh pihak. “Untuk itu, kita tidak henti-hentinya mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karena dampaknya sangat luas dan bertentangan dengan hukum,” tuturnya.(ayi/sol/kom/dac/amn)

Editor : Arif Oktafian
#meningkat #bmkg #titik panas #provinsi riau