PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Bocah si Tukang Tari Pacu Jalur asal Kuantan Singingi (Kuansing) yang sedang viral yakni Rayyan Arkan Dikha dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Riau. Penghargaan ini diberikan usai memenuhi undangan bertemu Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (8/7).
Pada pertemuan ini, Gubri Abdul Wahid juga memberikan penghargaan dan beasiswa pendidikan sebagai bentuk apresiasi atas jasanya mempromosikan budaya Riau ke kancah mancanegara.
“Jasanya (Dikha) besar, untuk itu hari ini (Senin, red) saya nobatkan sebagai Duta Pariwisata Riau. Saya juga memberikan beasiswa pendidikan kepada Dika, semoga ini bisa bermanfaat untuknya,” ujar Gubri, Selasa (8/7).
Dikatakan Gubri, inisiatif pemberian penghargaan dan beasiswa ini lebih dari sekadar apresiasi.
Ini adalah bentuk motivasi bagi generasi muda Riau lainnya agar semakin mencintai, menjaga, dan aktif mempromosikan budaya daerah mereka.
“Sekecil apapun jasa-jasa orang membangun Riau harus kita hargai. Dikha ini bukti telah memperkenalkan budaya dan tradisi pacu jalur,” jelasnya.
Langkah yang dilakukan Dikha, meskipun terbilang sederhana, telah memberikan dampak besar bagi nama baik Riau di mata dunia.
Gubri menekankan, di tengah arus informasi digital, setiap individu memiliki potensi untuk menjadi agen promosi budaya.
“Saya menyampaikan bahwa kita merasa bangga bahwa selama ini pacu jalur budaya dan tradisi kita bisa dikenal luas oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.
Abdul Wahid juga berpesan agar momentum viral ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa setiap usaha yang dilandasi cinta terhadap budaya dan daerah dapat membawa perubahan besar.
Budaya, menurutnya, bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga entitas hidup yang harus terus dirawat dan diperkenalkan dengan cara-cara kreatif.
Prestasi Dikha diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak Riau lainnya untuk berani mengeksplorasi dan menampilkan bakat mereka, terutama dalam melestarikan seni dan tradisi lokal.
Ini adalah seruan untuk menjadikan budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan masa depan Riau.
“Sekarang sedang viral bahwa Riau dikenal dengan pacu jalurnya di seluruh dunia. Mudah-mudahan momentum ini akan mengiringi peristiwa-peristiwa yang lain. Sehingga Riau tidak dikenal dengan buruknya tetapi Riau dikenal karena kebaikan. Ini menjadi motivasi dan menjadikan role model bagi kita,” ujarnya.
Tidak hanya memberikan penghargaan, pada momentum tersebut Gubri Abdul Wahid bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau juga menari bersama.
Mereka seolah-olah sedang mendayung perahu dan Dikha bertindak sebagai si Tukang Tari. Gubernur Abdul Wahid menjelaskan kebanggaannya atas dampak positif viralnya Dikha.
Sementara itu, bagi Dikha, pertemuan dengan Gubernur ini adalah pengalaman luar biasa yang tak akan terlupakan sepanjang hidupnya.
Dari seorang bocah yang hanya menari di atas jalur, kini ia diangkat menjadi simbol budaya dan kebanggaan Riau.
“Wah saya senang. Tak menyangka sebelumnya bakalan ketemu Pak Gubernur terus diapresiasi jadi Duta Pariwisata Riau. Terima kasih Pak Gubernur atas dukungannya,” kata Dikha.(sol)
Editor : Arif Oktafian