Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

BBSKDA Riau Turunkan Tim setelah Buruh Perawatan Akasia di Pelalawan Diterkam Harimau hingga Luka dan Patah Tulang

Hendrawan Kariman • Jumat, 1 Agustus 2025 | 21:47 WIB
Abdul Susanto, pekerja PT Theo Charles Ertilizer menjalani perawatan medis di Puskesmas Teluk Meranti setelah diserang harimau saat tengah bekerja melakukan penyemprotan gulma di Petak 178 Kanal 9.
Abdul Susanto, pekerja PT Theo Charles Ertilizer menjalani perawatan medis di Puskesmas Teluk Meranti setelah diserang harimau saat tengah bekerja melakukan penyemprotan gulma di Petak 178 Kanal 9.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Seorang pekerja perawatan akasia PT Theo Charles Ertilizer dilaporkan diterkam harimau di areal tanaman akasia di Merawang, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Jumat (1/8/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan laporan Polres Pelalawan, buruh bernama Abdul Susanto (40), warga Desa Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung itu selamat. Namun ia mengalami luka berat. Awalnya korban bersama dua rekannya, Ridwan Firdaus dan Ujang, tengah menyemprot gulma pohon akasia. Abdul yang berjarak sekitar 10 meter dari dua rekannya itu tiba-tiba berteriak.

Alangkah terkejutnya mereka berdua ketika melihat Abdul sedang bergumul dengan seekor harimau. Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara melaporkan, harimau lari ke hutan usai diusir oleh dua rekan korban.

 Baca Juga: Perkuat Hubungan Strategis, Hutama Karya Sambangi Riau Pos

''Korban selamat, mengalami luka berat. Sempat dirawat di Puskesmas Teluk Meranti kemudian dirujuk RSUD Selasih Pangkalankerinci,'' demikian laporan Kapolres Pelalawan terkait peristiwa tersebut.

Atas serangan harimau itu Abdul mengalami luka robek pada bagian kepala, pelipis, dan leher. Ia juga mengalami patah tulang lengan kanan bagian atas. Atas kejadian tersebut, Polres Pelalawan mengimbau masyarakat dan pekerja di sekitar kawasan hutan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

Terkait konflik berdarah ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau segera memberangkatkan tim ke lokasi.

 Baca Juga: Diserang Harimau, Pekerja HTI Akasia di Pelalawan Nyaris Meregang Nyawa

''Kita baru mendapatkan informasinya tadi. Saat ini sedang mempersiapkan tim untuk segera diturunkan ke lokasi, untuk melakukan mitigasi,'' sebut Kabid Teknis KSDA BBKSDA Riau, Ujang Holisidin.

Sekadar informasi, Teluk Meranti merupakan kawasan Semenanjung Kampar yang berada di Pelalawan. Kawasan yang memanjang mengikuti aliran Sungai Kampar hingga pedalaman hutannya merupakan habitat alami harimau sumatera.

Masyarakat yang tinggal, bermukim maupun bekerja di bentangan alam semenanjung Kampar hingga perbatasan Kabupaten Siak ini selalu diingatkan untuk berhati-hati. Terutama ketika berada dekat dengan kawasan hutan. Karena hewan buas itu selalu menjelajahi wilayah habitatnya yang semakin menyempit.(end)

Editor : Edwar Yaman
#polres pelalawan #bbksda riau #diterkam harimau #Buruh Perawatan Akasia