PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Titik panas di Riau terus mengalami peningkatan. Senin (4/8), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru mendeteksi 383 titik panas. Dari jumlah ini, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kembali menjadi yang terbanyak dengan 281 titik.
Sebelumnya, Ahad (3/8), titik panas yang muncul di Riau terdeteksi berjumlah 222 dan 184 di antaranya berada di Rohil. Dengan demikian maka, selama dua hari berturut-turut titik panas di Rohil terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Anggun R menjelaskan, selain Rohil, titik panas di Riau juga tersebar di enam daerah lainnya, Senin (4/8). Yakni Bengkalis 78, Kota Dumai 12, Indragiri Hilir 6, Rokan Hulu 3, Pelalawan 2, dan Kampar 1. “Kami terus melakukan pemantauan terhadap jumlah titik panas di Riau dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Anggun juga menjelaskan, titik panas wilayah Sumatera juga meningkat dari sebelumnya 273 menjadi 441. Riau kembali menjadi yang tertinggi. Diikuti Sumatera Utara 32, Jambi 7, Sumatera Barat 7, Sumatera Selatan 7, Bangka Belitung 3, Aceh 1, dan Lampung 1.
Sedangkan untuk prakirakan cuaca, di Provinsi Riau pada pagi hari udara kabur berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Siang dan sore hari cuaca cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Riau.
Malam hari cuaca didominasi cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Bengkalis, Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, dan Kota Pekanbaru. Dini hari udara kabur berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
“ Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kota Pekanbaru, Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, Bengkalis, dan Indragiri Hulu pada pagi, siang/sore, dan malam hari,” tuturnya.
Disdikbud Belum Liburkan Sekolah
Meski titik panas meningkat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohil mengklaim kebakaran hutan atau lahan (karhutla) mengalami penurunan setelah aksi pemadaman yang intens dilakukan oleh tim gabungan dan turunnya hujan di sejumlah wilayah di Negeri Seribu Kubah, Senin (4/8).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Rohil Syafnurizal SE mengatakan, sejauh ini telah terjadi penurunan kejadian karhutla di Rohil, terutama bila dibandingkan pekan lalu. “Terdapat empat wilayah kecamatan yang terdapat karhutla, yakni di Kecamatan Kubu Babussalam, Simpang Kanan, Pasir Limau Kapas, dan Bangko Pusako,” kata Syafnurizal.
Diterangkannya, karhutla itu dipastikan dengan pemantauan aplikasi disertai dengan penanganan di lapangan, di mana terdapat titik api yang dikategorikan level high. Pada level tersebut biasanya terdapat titik api berupa peristiwa kebakaran hutan atau lahan. Sementara selain itu juga terdapat juga sejumlah hotspot lainnya, namun dalam kategori medium dan low.
Untuk kategori medium terangnya merupakan titik yang diwaspadai berpotensi terjadinya karhutla, namun hal itu biasanya tidak menjadi kategori high jika tidak dipicu oleh panas yang begitu tinggi. Sementara untuk kategori low, dipastikan tidak ada titik api namun tetap terpantau oleh radar aplikasi yang dipergunakan.
“Untuk wilayah kecamatan yang terpantau ada hotspot, dengan kategori high, medium, dan low itu terdapat di enam kecamatan yakni Kubu Babussalam, Simpang Kanan, Pasir Limau Kapas, Bangko Pusako, Sinaboi, dan Tanah Putih,” kata Syafnurizal. ‘’Ada dua kecamatan yang terpantau hotspot, namun tidak terjadi karhutla. Kondisinya sudah berhasil dipadamkan atau proses pendinginan yakni di Kecamatan Sinaboi dan Tanah Putih,’’ tambahnya.
Dikatakanya, pekan lalu sempat terjadi karhutla di 10 kecamatan, setelah itu menurun menjadi enam kecamatan, dan kemarin menyisakan empat kecamatan. Meskipun begitu pantauan di lapangan, kabut asap masih menjadi persoalan, terutama pada pagi hari. Suasana berkabut sangat kelihatan, terutama di daerah daratan lebih rendah atau wilayah pesisir seperti di Kota Bagansiapiapi, khususnya maupun di Kecamatan Bangko pada umumnya.
Pada pagi kemarin, terpantau sudah banyak warga yang mengunakan masker, begitu juga anak-anak sekolah. Salah seorang warga, Suprianto mengaku risau dengan kabut asap yang cukup tebal terutama pada pagi hari. “Kabut asapnya berbau, seperti bau kayu terbakar membuat sesak napas juga. Kita prihatin bagi anak-anak,’’ katanya.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Rohil HM Nurhidayat menyebutkan, pihaknya belum memutuskan untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah meski kabut asap menyelimuti sebagian wilayah kecamatan di Rohil saat ini. “Masih belum, kami masih memantau perkembangannya,” kata Nurhidayat.
Ia menerangkan dengan kondisi yang ada dinilai masih memungkinkan untuk pelaksanaan aktivitas belajar mengajar. Namun begitu terangnya tak tertutup kemungkinan akan dilakukan kebijakan meliburkan sekolah jika memang kondisinya dinilai cukup mengganggu, terutama membahayakan bagi kesehatan anak-anak. ‘’Kami harap pihak sekolah mengurangi kegiatan kependidikan di luar ruangan,’’ imbaunya.
Di Pelalawan Titik Api Padam
Tim gabungan satuan petugas (Satgas) Karhutla Kabupaten Pelalawan masih terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan api yang membakar lahan di Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan.
Operasi pemadaman telah dilakukan sejak titik api muncul Jumat (1/8) lalu hingga berlanjut Senin (4/8). Hasilnya, saat ini seluruh titik api telah berhasil dipadamkan.
“Alhamdulillah, seluruh titik api telah berhasil dipadamkan. Saat ini, telah dilakukan proses pendinginan oleh tim gabungan menggunakan peralatan damkar yang lengkap,” terang Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan MSi kepada Riau Pos via selulernya, Senin (4/8).
Diungkapkannya, tim gabungan juga cukup sulit memadamkan api akibat area karhutla yang tak dapat ditempuh menggunakan transportasi darat. Belum lagi jaraknya yang cukup jauh dari pemukiman warga serta cukup minimnya pasokan air di lokasi.
“Namun demikian, tim gabungan tetap terus bekerja dengan sekuat tenaga untuk memadamkan sijago merah. Salah satunya melakukan isolasi atau penyekatan api, agar karhutla tidak meluas,” ujarnya.
Ditambahkannya, karhutla terjadi di lahan semak belukar serta lahan kebun milik masyarakat setempat serta lahan gambut yang cukup dalam. Sehingga perlu upaya ekstra agar kobaran api bisa dipadamkan. Luasan lahan yang terbakar diperkirakan seluas 5 hektare.
“Jadi, tim gabungan telah mendirikan sejumlah tenda di lokasi untuk bekerja maksimal melakukan pemadaman. Sehingga kita optimis api dapat cepat dipadamkan total dan dilakukan proses pendinginan. Intinya, kita sangat komitmen melakukan penanganan dan pencegahan karhutla ini,” tutur mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini.
Di tempat terpisah, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK didampingi Kasi Humas Iptu Thomas Bernandes Siahaan menambahkan, karhutla yang telah padam dan tengah dilakukan pendinginan termonitor oleh Patroli Udara Satgas Udara BNPB di Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan Jumat (1/8) lalu.
Lokasi karhutla berada di titik koordinat °16’25.00” N, 102°17’15.00” E. Dan jenis tanah di lokasi karhutla adalah lahan gambut dengan luas lahan sekitar 5 hektare yang merupakan lahan adalah semak belukar milik masyarakat. “Jadi, saat ini, tim gabungan tengah fokus melakukan upaya pendinginan,” ujarnya.
Di jelaskan Kapolres, kendala yang dihadapi di lapangan adalah lokasi yang hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki dengan jarak 600 meter. Cuaca panas dan angin yang cukup kencang, serta lokasi merupakan areal gambut sehingga areal yang sudah dilakukan pemadaman bisa hidup kembali jika ditiup angin. Begitu juga jarak tempuh dari Polsubsektor Pelalawan menuju ke lokasi karhutla yakni 20 km.
“Jadi, saat ini di lokasi karhutla, titik api telah padam dan hanya ada yang berasap ditunggu-tunggul kayu. Dan kita bersama tim gabungan tentunya berkomitmen untuk terus siaga melakukan pencegahan hingga penanggulangan karhutla di Negeri Amanah ini. Dan dengan kerja keras seluruh pihak, kita optimis ke depan Pelalawan akan menjadi daerah zero karhutla,” tuturnya.(ayi/fad/amn/das)
Editor : Arif Oktafian