Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Akhirnya Riau Nihil Titik Panas

Redaksi • Kamis, 7 Agustus 2025 | 12:25 WIB
Tim gabungan melakukan pendinginan di lahan Jalan Sekda, Desa Pergam,  Kecamatan Rupat, Bengkalis, Selasa (5/8/2025).
Tim gabungan melakukan pendinginan di lahan Jalan Sekda, Desa Pergam, Kecamatan Rupat, Bengkalis, Selasa (5/8/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Riau akhirnya bebas dari titik panas. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru tidak mendeteksi adanya sebaran titik panas di Provinsi Riau, Rabu (6/8).

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Indah DN menjelaskan, titik panas tetap terdeteksi di beberapa provinsi lain di Pulau Sumatera. ‘’Berdasarkan radar citra satelit BMKG Pekanbaru terdata sebanyak 39 titik panas di Sumatera. 23 titik di Aceh, 8 di Sumatera Utara, Lampung 4, Sumatera Barat 2, dan Sumatera Selatan 2. Di Riau nihil titik panas,’’ ujarnya.

Untuk perkiraan cuaca, di Provinsi Riau sejak pagi hari terpantau cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang bersifat lokal diperkirakan terjadi di sebagian wilayah  Bengkalis.

Siang hingga sore hari cuaca masih cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan yang bersifat lokal diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Pekanbaru.

Malam hari cuaca cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah  Bengkalis, Kampar, Pelalawan,  Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Dumai.

Dini hari cuaca cenderung di dominasi udara kabur berawan. Hujan dengan intensitas ringan yang bersifat lokal diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.

“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir,  Bengkalis, Indragiri Hilir, dan  Kepulauan Meranti pada sore dan malam hari,” imbaunya.

Karhutla di Rohil Tinggal Pendinginan 

Hujan yang mengguyur Rokan Hilir (Rohil) cukup membantu dalam upaya pemadaman karhutla. Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Jim Gafur mengatakan, sebelumnya karhutla sempat terpantau di beberapa titik dan terjadi di kawasan gambut.

Hal ini membuat petugas gabungan cukup kesulitan melakukan pemadaman. “Alhamdulillah karhutla di Rohil sudah bisa dikendalikan. Hujan sempat mengguyur daerah ini sehingga membantu proses pemadaman. Saat ini tim fokus melakukan pendinginan,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, meski karhutla masih dalam tahap pendinginan. Namun pihaknya terus melakukan patroli intensif. Hal ini untuk menjaga agar api tidak kembali membesar karena berada di lahan gambut.

‘’Kalau di lahan gambut ini pemantauan harus tetap terus dilakukan, Meskipun terlihat api sudah padam di permukaan, namun di bawah masih menyala sehingga bisa berpotensi membesar lagi kalau tidak terus cepat dipadamkan,” ujarnya.

Pihaknya juga tetap mengoperasikan helikopter water bombing untuk lokasi yang sulit dijangkau tim darat. “Water bombing tetap kami lakukan untuk menjangkau daerah yang jauh. Hal ini agar upaya pendinginan berjalan optimal,” sebutnya.

Selain di Rohil, pihaknya juga memantau terjadi karhutla di Indragiri Hilir (Inhil). “Ada titik baru karhutla juga di Inhil, tapi bisa langsung segera ditangani oleh tim gabungan setempat,” katanya.

Di Kepulauan Meranti, karhutla juga sudah terkendali. Tidak kurang dari 19 hari berjibaku, karhutla di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, berhasil padam, Selasa (5/8).

Dari data BPBD Kepulauan Meranti, total lahan yang terbakar di Tanjung Peranap lebih kurang 200 hektare. “Karhutla di Tanjung Peranap cukup membuat petugas kewalahan karena memakan waktu hingga 19 hari,” ungkap Kepala BPBD, Khadafi, Rabu (6/8).

Dalam upaya pemadaman, BPBD Meranti juga meminta bantuan BPBD Riau dengan menurunkan helikopter water bombing. Selain itu juga menurunkan alat berat dari bantuan perusahaan untuk pembuatan embung dan sekat bakar. “Untuk menunjang pemadaman telah dibangun lebih dari 51 embung di sekitar lokasi kebakaran. Termasuk membuat sekat bakar,” ujarnya.

Khadafi menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karena hal itu sangat merugikan dan berdampak buruk. Baik dampak buruk secara pribadi, maupun secara luas. Mulai dari kerugian materil sampai kerugian waktu, pikiran dan tenaga.

Pada kesempatan lain, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqqi SIK MH melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat, Iptu Iskandar, Selasa (5/8) malam mengatakan seluruh tim sudah pulang dan kembali ke rumah masing-masing setelah 19 hari berjibaku melawan karhutla di Tanjung Peranap. 

“Hasil yang baik dari kegiatan pemadaman ini perlu dijadikan momentum untuk memperkuat kerja sama di masa mendatang, baik dalam hal penanggulangan kebakaran maupun kegiatan konservasi lingkungan lainnya,” katanya. “Dengan berakhirnya kegiatan pemadaman dan pendinginan hari ke-19 maka dinyatakan karhutla di Desa Tanjung Peranap selesai,” tambahnya.

Terpisah, Komandan Regu (Danru) Manggala Agni Daops Siak, Alijal juga mengatakan karhutla di Tanjung Peranap selesai. “Alhamdulillah karhutla di Tanjung Peranap selesai dan kami balik kanan untuk pulang. Satu regu (15 orang) dari Manggala Agni bertolak pulang ke Siak,” tambah Alijal.

Demikian juga di Bengkalis. Karhutla di Desa Pergam Kecamatan Rupat yang menghanguskan lahan seluas 10 hektare sejak Ahad (4/8) berhasil memadamkan api, Selasa (5/8). Saat ini, tim gabungan masih melakukan kegiatan pendinginan di Jalan Sekda Kelurahan Pergam Kecamatan Rupat, dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai, di lahan yang terbakar seluas 10 Ha pada, Rabu (6/8).

“Kita sempat berjibaku memadamkan api. Alhamdulillah berhasil padam dengan bantuan dua unit helikopter water boombing. Sedangkan pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan, termasuk penyebab Karhutlanya,” ujar Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan SIK MIK melalui Kapolsek Rupat AKP Faisal SH, Rabu (6/8).

Tim Gabungan juga gencar melakukan patroli lahan berasap. Kegiatan pendinginan dilaksanakan dengan menaikkan drone guna memantau titik asap. Timnya juga menyisir lahan-lahan yang masih mengeluarkan asap. 

“Ya, kami melakukan pemadaman lebih masif dengan menggencarkan Patroli Karhutla usai . Kami bersama-sama memburu lahan yang masih mengepulkan asap ke udara. Lahan yang masih terpantau berasap didatangi dan dilakukan pendinginan guna memastikan bibit api padam total,” ujar AKP Faisal.

Lima Titik di Rohil
Meski nihil titik panas, ternyata karhutla masih ada di Wilayah Rokan Hilir (Rohil), tepatnya di tiga kecamatan yakni di Kubu Babussalam, Simpang Kanan, dan Kecamatan Bangko Pusako. Dari tiga kecamatan itu, sebaran kejadian karhutla terbanyak terdapat di Kecamatan Kubu Babussalam.

Hal itu dibenarkan Kalaksa BPBD Rohil, Syafnurizal SE, Rabu (6/8). “Berdasarkan laporan yang diterima, hari ini (kemarin, red) pukul 18.00 WIB terdapat karhutla di Kubu Babussalam, tepatnya di Jalan Lintas Kubu Babussalam Km 36 Kepenghuluan Sungai Pinang dengan kondisi belum padam,” ujarnya.

Selain itu juga terjadi karhutla di km 39 Jalan Lintas Kubu Babussalam, Km 41 di Jalan Lintas Kubu Babussalam dengan kondisi yang sama. Karhutla juag masih ada di Kelurahan Simpang Kanan Kecamatan Simpang Kanan dam di Kelurahan Bangko Sempurna Kecamatan Bangko Pusako. “Karhutla masih ada di tiga kecamatan dengan sebaran lima titik,” kata Syafnurizal.(ayi/sol/fad/wir)

Editor : Bayu Saputra
#bmkg #hotspot #titik panas riau #karhutla riau