Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harimau di Teluk Meranti Masuk Perangkap

Hendrawan Kariman • Rabu, 13 Agustus 2025 | 11:39 WIB

Harimau yang diduga memangsa pekerja kebun akasia masuk perangkap di Merawang, Teluk Meranti, Pelalawan, Senin (11/8/2025).
Harimau yang diduga memangsa pekerja kebun akasia masuk perangkap di Merawang, Teluk Meranti, Pelalawan, Senin (11/8/2025).


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Harimau yang diduga menerkam pekerja kebun akasia di Merawang, Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan tertangkap. Sempat dilaporkan tidak terdeteksi lebih dari sepekan, satwa terancam punah tersebut masuk perangkap pada Senin (11/8) sore.

‘’Seekor harimau usia remaja berhasil masuk perangkap sekitar pukul 16.00 WIB,’’ demikian disebutkan Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, Selasa (12/8) sore.

Supartono menjelaskan, harimau Sumatera yang masuk perangkap dengan umpan seekor kambing itu diperkirakan berusia lima tahun. Usai masuk perangkap, harimau tersebut langsung menjalani pemeriksaan awal di lokasi. Tim BBKSDA Riau di lapangan mengambil sampel darah, feses, dan ludah untuk diuji di laboratorium.

Supartono sendiri tidak langsung memastikan, apakah harimau yang kini masih dalam pengawasan intensif itu merupakan harimau yang sama menyerang seorang pekerja kebun beberapa waktu lalu.

‘’Makanya kita melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah terdapat DNA manusia pada tubuh atau kotoran harimau yang bisa menguatkan dugaan keterkaitan dengan kasus serangan terhadap pekerja,’’ jelasnya.

Harimau itu sudah dievakuasi ke luar dari Pelalawan. Sambil menunggu hasil uji laboratorium, satwa buas terancam punah itu sementara akan dititipkan di pusat penyelamatan satwa di Sumatera Barat. 

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang buruh perawatan akasia PT Theo Charles Ertilizer, Abdul Susanto (40) dilaporkan diterkam harimau di areal tanaman akasia, Jumat (1/8) lalu. Korban bersama dua rekannya, Ridwan Firdaus dan Ujang tengah menyemprot gulma pohon akasia. Abdul yang berjarak sekitar 10 meter dari dua rekannya itu tiba-tiba berteriak.

Alangkah terkejutnya mereka berdua ketika melihat Abdul sedang bergumul dengan seekor harimau. Harimau itu kemudian dapat diusir dan korban selamat. Hanya saja, korban mengalami luka robek pada bagian kepala, pelipis, leher, dan patah tulang lengan kanan bagian atas.

Pada Sabtu (2/8), BBKSDA Riau menurunkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) ke lokasi. Setelah melakukan analisa jejak dan arah kemunculan, tim langsung melakukan pasangan kamera jebak. Kamera ini berfungsi untuk memastikan harimau apakah masih berada di lokasi atau sudah menjauh. Kamera ini juga berguna untuk mengidentifikasi satwa buas tersebut.

Selanjutnya, Rabu (6/8), Kabid KSDA BBKSDA Riau Ujang Holisidin melaporkan kamera jebak merekam keberadaan harimau. Temuan itu langsung disusul dengan pemasangan boxtrap atau perangkap. Sebuah perangkap berukuran sedang di pasang di lokasi jalur kemunculan harikau, tidak jauh dari tempat kejadian peristiwa serangan. Perangkap ini dipasang dengan umpan seekor kambing.

Senin (11/8) pukul 13.00 WIB, BBKSDA Riau melaporkan keberadaan harimau tidak terdeteksi hampir sepekan setelah sempat terekam kamera jebak. Laporan dari lapangan terakhir kali diterima BBKSDA Riau pada siang hari. Pukul 16.00 WIB, seekor harimau remaja yang diperkirakan masih berusia lima tahun masuk perangkap.

Selasa (12/8), setelah mengambil sampel darah, feses dan ludah untuk diuji di laboratorium, BBSKDA Riau sementara menitipkan harimau di pusat penyelamatan satwa di Sumatera Barat. 

Penangkapan harimau di Teluk Meranti ini merupakan penangkapan yang dilakukan BBKSDA Riau. Sebelumnya pada Ahad (16/3), Tim BBKSDA Riau berhasil menangkap harimau juga akibat konflik dengan manusia.

Harimau itu dijebak usai seorang pekerja kebun bernama Yafao Zebua (50) di kawasan perkebunan hutan industri di Kecamatan Pelalawan. Beda dengan kasus yang menimpa Abdul di Teluk Meranti,  Yafao Zebua tewas akibat serangan tersebut.(end)

Editor : Arif Oktafian
#harimau #pekerja kebun #terkam #perangkap