Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Air Sungai Kuantan Mulai Jernih: Inilah Profil Brigjen Jossy, Komandan Lapangan di Balik Suksesnya Operasi PETI di Kuansing

Desriandi Candra • Rabu, 20 Agustus 2025 | 09:03 WIB
Wakapolda Riau Brigjen Pol Jossy Kusumo
Wakapolda Riau Brigjen Pol Jossy Kusumo

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Sungai Kuantan banyak mengalami perubahan sejak operasi penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI) dilakukan Polda Riau, TNI dan Pemkab Kuansing sejak 31 Juli sampai 13 Agustus 2025.

Operasi mandiri kewilayahan Polda Riau bersandikan 'Operasi Tepian Narosa Lancang Kuning 2025' berhasil menindak puluhan titik penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kuantan Singingi (Kuansing). Operasi ini digelar demi kelancaran Festival Pacu Jalur 2025.

Di balik keberhasilan operasi PETI tersebut ada sosok jenderal yang turun langsung ke lapangan. Dia adalah Brigjen Jossy Kusumo, Wakapolda Riau, yang mengejawantahkan konsep strategis Kapolda Irjen Herry Heryawan di lapangan.

Operasi tersebut digelar sejak tanggal 31 Juli hingga 13 Agustus 2025. Selama dua pekan terakhir ini, Polda Riau di bawah komando Brigjen Jossy telah menindak sebanyak 16 tersangka dan 221 dompeng (alat rakit PETI) dimusnahkan dalam operasi tersebut.

Sebagai informasi, Kapolda Irjen Herry Heryawan menginisiasi Operasi PETI ini demi kelancaran Festival Pacu Jalur 2025, sekaligus meningkatkan kualitas air di Sungai Kuantan yang tercemar penambangan emas. Dalam pelaksanaannya, Irjen Herry Heryawan berkomunikasi dan berkoordinasi langsung dengan Kapolda Sumatera Barat Irjen Gatot Tri Suryanta.

Polda Sumatera Barat mendukung Polda Riau dengan melaksanakan operasi serupa selama dua pekan terakhir. Kolaborasi dua Polda ini membuahkan hasil, mengembalikan Sungai Kuantan menjadi jernih.

Operasi ini dinilai penting untuk mengembalikan kualitas air Sungai Kuantan, mengingat Festival Pacu Jalur tidak hanya akan ditonton oleh masyarakat dari dalam negeri, tetapi juga sejumlah wisatawan dari mancanegara. Masalah lingkungan hidup yang kerap menjadi isu internasional menjadi fokus utama Polda Riau.

Pacu Jalur digelar mulai Rabu (20/8/2025) hingga Ahad (24/8/2025). Event berskala nasional ini akan dibuka oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka dan dihadiri sejumlah menteri serta duta besar negeri sahabat.

"Kami berterima kasih atas dukungan dn kinerja Polda Riau, TNI yang sudah melakukan operasi PETI. Sekarang Sungai Kuantan kembali jernih bahkan mungkin kondisi ini sudah 20 tahun tidak ada," kata Bupati Kuansing H Suhardiman Amby dalam konfrensi pers, Selasa (19/8/2025).

Ini pun diungkapkan Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto SIK MM, kalau operasi ini untuk memulihkan lingkungan dari perusakan PETI di Kabupaten Kuansing. Bahkan, dalam pemberantasan PETI, Polda Riau bekerja sama dengan Polda Sumatera Barat. Dimana penertiban PETI harus dilakukan dari hulu sungai kuantan yakni di Sumatera Barat hingga hilir di Kuansing. Apalagi, isu kerusakan lingkungan menjadi isu global.

"Dan selama ini, belum ada operasi seperti ini langsung dipimpin jenderal bintang satu," kata Ino.

Karena itu, Polda Riau mengajak agar masyarakat Kuansing menghentikan semua aktivitas PETI di Kabupaten Kuansing.

Polda Riau, lanjut Ino, tidak akan berhenti menertibkan PETI walau nanti pacu jalur sudah selesai.

"Kami akan tetap rutin melakukan penertiban PETI meski pacu jalur sudah selesai," ujarnya.

Lalu, siapa Brigjen Jossy Kusumo? Brigjen Andrianto Jossy Kusumo resmi menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau sejak 29 Desember 2024. Perwira tinggi (pati) yang disapa Jossy ini menggantikan Brigjen Kasihan Rahmadi. Posisinya sebagai Wakapolda memperkuat Polda Riau yang kini dipimpin oleh Kapolda Irjen Herry Heryawan.

Pria kelahiran Januari 1969 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992. Sepanjang kariernya, Brigjen Jossy Kusumo dikenal dengan kiprah dan pengalamannya di bidang reserse dan penanggulangan terorisme di satuan elite Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Jauh sebelum ditunjuk menjadi Wakapolda Riau, Brigjen Jossy malang melintang dalam penindakan terorisme di Densus 88 Antiteror Polri. Ia menjadi Kasatgaswil X Papua dan Papua Barat Densus 88 AT Polri pada tahun 2018.

Brigjen Jossy juga terlibat dalam Satgas Densus di Sulawesi Tengah. Bahkan Brigjen Jossy dipercaya menjadi Kaden 88 Polda Sulawesi Tengah pada 2005 silam.

Di bawah kepemimpinannya, Densus 88 berhasil mengungkap dan menindak jaringan teroris yang terhubung dengan kelompok-kelompok radikal di kedua wilayah tersebut. Sepak terjangnya dalam menindak kelompok terorisme itu membuat kariernya semakin melejit.

Meski banyak berkarier di bidang reserse dan Densus 88 AT Polri, sosok Brigjen Jossy dikenal sangat humanis. Pada tahun 2012, ia dipercaya sebagai Kapolres Banggai di Sulawesi Tengah dan dijuluki sebagai 'Kapolres Merakyat'.

Saat menjabat sebagai Kapolres Banggai, ia berhasil memberantas berbagai praktik ilegal seperti penjualan BBM ilegal, perjudian, dan premanisme dalam kurun waktu tiga bulan.

Brigjen Jossy Kusumo kini dipercaya menjadi Wakapolda Riau. Kehadirannya di Polda Riau diharapkan membawa perubahan untuk keamanan di Bumi Lancang Kuning yang lebih baik lagi.

Sebagai penanggung jawab Tim 'Raga', Brigjen Jossy juga diberikan kepercayaan oleh Kapolda Herry Heryawan untuk melatih tim anti-premanisme dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas yang lebih kondusif di kota/kabupaten se-Provinsi Riau. Brigjen Jossy juga dipercaya menjadi ketua tim pemburu tahanan Polres Kampar yang melarikan diri beberapa waktu lalu. Saat ini sudah 9 dari 11 tahanan yang berhasil ditangkap kembali.(dac)

Editor : Edwar Yaman
#Operasi PETI di Kuansing #Penertiban PETI #festival pacu jalur 2025 #peti #Brigjen Jossy #wakapolda riau #Air Sungai Kuantan Mulai Jernih #pacu jalur