PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Seorang pria, pengunjung Rutan Kelas I Pekanbaru berinisial R, terlihat berpura-pura heran ketika petugas menemukan satu per satu paket kecil sabu di antara isi sampo setelah dikeluarkan dari dalam botolnya.
Aksi R berupaya menyeludupkan sabu dengan tujuan dua tahanan di dalam rutan yang beralamat di Jalan Sialang Munggu itu, digagalkan petugas, Jumat (22/8/2025). Sebanyak sembilan paket sabu berhasilkan diamankan.
Plt Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru Nimrot Sihotang menbenarkan upaya penyeludupan barang haram tersebut ke dalam rutan. Ia menyebutkan, R mengaku sabu itu akan diserahkan kepada dua pria berinisial AB dan AR yang sedang ditahan dalam rutan.
''Keduanya (tahanan, red) dan pengunjung yang bersangkutan telah kami serahkan ke pihak Polsek Tenayan Raya untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,'' sebut Nimrot.
Pengungkapan ini bermula ketika Petugas Pintu Utama Rutan Pekanbaru yang sedang berdinas, Fadil dan Alvian Yuda, memeriksa paket bawaan R. Sesuai prosedur, barang bawaan yang disebut R sebagai paket makanan itu, digeledah.
Saat digeledah isi paketnya, petugas turut menemukan botol sampo. Melihat ada botol sampo diantara makanan, kedua petugas ini langsung curiga. Isi sampo diperiksa.
Setelah tutup botol dibuka dan isinya dikeluarkan, ternyata divantaran zat cair itu, turut keluar bungkusan plastik ukuran kecil. Isinya berwarna putih seperti kristal. Setelah dilakukan pengujian awal menggunakan alat deteksi narkotika, petugas mendugaa kuat zat itu merupakan narkotika jenis sabu.
Nimrot mengatakan, keberhasilan petugas mendeteksi barang haram tersebut menjadi bukti kesigapan petugas Rutan Pekanbaru dalam menjaga keamanan saat bertugas. Ia memberikan apresiasi
Namun Nimrot mengingatkan kepada seluruh petugas agar makin cekatan menutup celah peredaran narkotika di dalam lingkungan pemasyarakatan.
''Upaya penyelundupan ini menjadi pengingat bahwa modus yang digunakan pelaku kejahatan terus berkembang. Namun, komitmen jajaran petugas Rutan untuk menjaga lingkungan yang bersih dari narkoba tetap menjadi prioritas utama,'' tegas Nimrot.(end)
/
Editor : Edwar Yaman