Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gerhana Bulan Total atau Blood Moon 7-8 September 2025, Ini 7 Hikmah yang Bisa Dipetik Menurut Ajaran Islam Disertai Ayat dalam Alquran

Redaksi • Minggu, 7 September 2025 | 22:49 WIB

Ilustrasi gerhana bulan total atau blood moon.
Ilustrasi gerhana bulan total atau blood moon.


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Gerhana bulan, gerhana matahari atau peristiwa alam lain yang terjadi di langit, tentu selalu menarik dipelajari. Termasuk, menurut ajaran islam, sedikitnya ada 7 hikmah yang bisa dipetik dari fenomena gerhana yang terjadi.

Bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1447 H fenomena langka terjadi di langit Indonesia. Yakni Gerhana Bulan Total atau Blood Moon diperkirakan terjadi pada 7–8 September 2025.

Fenomena ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Fase sebagian gerhana dimulai Ahad malam pukul 23.27 WIB, 00.27 WITA, 01.27 WIT. Fase total awal pukul 00.31 WIB, puncak pukul 01.11 WIB, fase akhir total pukul 01.52 WIB, dan selesai pukul 02.56 WIB.

Gerhana bulan menjadi momentum refleksi spiritual. Umat Islam dianjurkan melaksanakan Salat Gerhana (Salat Khusuf) untuk memperbanyak dzikir, istigfar, dan doa bersama demi keselamatan bangsa.

Gerhana adalah sebuah peristiwa alam yang terjadi ketika bulan, matahari, dan bumi berada dalam kondisi satu garis lurus. Peristiwa gerhana bulan maupun matahari bukan sekadar fenomena alam biasa.

Di balik gejala alam ini tersimpan hikmah mendalam dan aneka pelajaran berharga yang bisa dipetik oleh umat manusia.

Dikutip dari laman resmi Kemenag, ada sejumlah hikmah yang bisa direnungkan atas peristiwa gerhana, di antaranya sebagaimana diungkap oleh Imam Ibnul Mulaqqin dalam kitab At-Taudhih li Syarhil Jami`is Shahih, (Qatar: Wizaratul-Auqaf was Syu'unil Islamiyah: 2008), juz VIII, halaman 302, sebagaimana berikut:

1. Bukti Kekuasaan Allah

Peristiwa gerhana menunjukkan bukti kekuasaan Allah atas seluruh alam semesta. Bulan dan matahari yang mempunyai daya dan energi luar biasa itu tunduk sepenuhnya di bawah kendali Allah.

Atas kuasa-Nya, kedua benda raksasa itu tetap berada di dalam orbit yang telah ditetapkan namun tidak saling bertabrakan.

2. Bulan dan Matahari Tidak Layak Disembah

Gerhana seolah menunjukkan bahwa bulan maupun matahari tidak layak untuk disembah. Alasannya karena kedua benda langit ini memiliki kelemahan dengan hilangnya cahaya dan fungsinya, lalu atas kehendak Allah semuanya dipulihkan kembali.

Peristiwa ini membuktikan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Sempurna dan wajib untuk disembah.

3. Menyadari Kehadiran Bulan dan Matahari

Ketika pergerakan alam semesta berjalan dengan normal, terkadang manusia lupa akan kehadiran bulan dan matahari yang telah memberi manfaat besar untuk kehidupan sehingga lupa untuk bersyukur.

Padahal, keduanya merupakan bagian dari nikmat Allah. Dengan adanya gerhana seolah menyadarkan kembali akan kehadiran nikmat Allah karena biasanya manusia baru menyadari betapa berharganya sesuatu ketika sesuatu itu hilang atau berubah.

4. Pengingat Hari Kiamat

Fenomena gerhana bisa menjadi pengingat akan datangnya peristiwa dahsyat yang terjadi pada hari kiamat.

Gambaran tersebut telah disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Qiyamah ayat 8-9, sebagaimana berikut:

وَخَسَفَ القَمَرُ (٨) وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالقَمَرُ (٩

Artinya: “Dan bulan pun telah hilang cahayanya(8), serta matahari dan bulan dikumpulkan(9),”

Ayat tersebut menyiratkan bagaimana peristiwa kiamat itu terjadi sehingga melalui gerhana, umat manusia bisa ingat dan sadar bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara.

Dengan begitu bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta istiqamah dalam ibadah sebagai bekal untuk kehidupan berikutnya.

5. Gambaran Kasih Sayang Allah

Gerhana bisa dipandang sebagai gambaran kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya. Sebelumnya, matahari dan bulan berjalan normal dalam garis edar, lalu terjadi perubahan dalam peredarannya, kemudian Allah mengembalikan lagi sebagaimana semula.

Begitu pun dalam kehidupan manusia, tidak semuanya berjalan dengan ‘terang’ dan mulus karena ada fase ‘gelap’ yang menjadi dinamika kehidupan. Ketika kesulitan dilalui dan dinikmati dengan penuh kesabaran, tawakal, dan ikhtiar maksimal, pada akhirnya Allah akan memberikan berbagai kemudahan. Allah berfirman dalam surat Al-Insyirah ayat 5-6:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا(٦

Artinya: “Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.”

6. Mengingatkan pada Ujian Hidup

Gerhana menggambarkan seakan-akan Allah sedang memberikan ‘musibah’ kepada bulan dan matahari yang tidak memiliki dosa.

Hal ini memberikan pelajaran bahwa terkadang Allah memberikan musibah atau ujian kepada orang saleh agar bisa naik derajat.

Tidak sedikit dari para nabi, wali, dan orang-orang saleh diuji dengan berbagai hal yang pada akhirnya mengantarkan mereka pada derajat spiritual yang tinggi.

7. Merenungi Makna Ibadah

Sebagian umat Islam ada yang menjalankan shalat wajib hanya sebagai rutinitas harian tanpa disertai rasa takut dan penghayatan terhadap kebesaran Allah.

Dengan adanya gerhana, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah gerhana yang di dalamnya bisa menumbuhkan ketakutan kepada Allah dan merasakan keagungan-Nya.

Dengan demikian, gerhana bukan sekadar fenomena astronomi biasa yang menakjubkan, melainkan juga sebuah momentum spiritual yang sarat makna.

Di dalamnya terdapat hikmah yang bisa dijadikan sebagai sarana merenungi, bersyukur, dan memperkuat hubungan dengan Allah (hablum minallah).

Editor : Eka G Putra
#Malam ini gerhana bulan #fenomena alam #gerhana bulan total 7 September 2025 #Hikmah yang bisa dipetik #gerhana bulan #Ayat alquran soal gerhana #menurut ajaran Islam #gerhana matahari #blood moon