PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tim dosen Universitas Islam Riau (UIR) penerima hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berkolaborasi melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Rumah Tahfizd Qur’an Al-Mahirah, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Ahad (24/8/2025).
Kegiatan ini melibatkan dosen Program Studi Ilmu Administrasi Pascasarjana, Administrasi Bisnis, serta Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIR. Hadir pula mitra, peserta, serta narasumber.
Rumah Tahfizd Qur’an Al-Mahirah sebagai mitra PKM didirikan pada tahun 2020 oleh Indra Bastian dan hingga kini dikelola secara mandiri. Latar belakang pendirian rumah tahfiz ini berawal dari masa pandemi Covid-19, ketika banyak anak-anak di lingkungan sekitar menghabiskan waktu di rumah dengan aktivitas yang kurang produktif. Melihat kondisi itu, Indra Bastian tergerak mendirikan wadah pembelajaran Al-Qur’an yang berlokasi di Jalan Mutiara Sari No. 7B, Tangkerang Selatan, Pekanbaru.
Program PKM ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat–Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat pada tahun anggaran 2025.
Adapun Tim PKM UIR diketuai oleh Dr. Rosmayani S.Sos. M.Si. dengan anggota Dr. Eka Komalasari, S.Sos M.Si., Raihana, SH MA. serta melibatkan mahasiswa Aurora Anindita Amjad dan Ratna Anggraini. Tema yang diusung yakni “Pemberdayaan Rumah Tahfizd Qur’an Al-Mahirah melalui Penguatan Fasilitas Program Karantina Qur’an dan Pengembangan Usaha Frozen Food Kota Pekanbaru.”
Dr. Rosmayani menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mitra, baik dari sisi pendidikan maupun ekonomi.
“Kami ingin Rumah Tahfizd Qur’an Al-Mahirah tidak hanya menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi melalui usaha frozen food. Dengan adanya pelatihan, pendampingan, serta dukungan teknologi, kami berharap program ini bisa berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi pengelola serta masyarakat sekitar,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, hingga perencanaan keberlanjutan program. Dalam sesi pelatihan produksi frozen food, promosi melalui media sosial Instagram, serta pelatihan penggunaan sistem akademik digital, peserta terlihat sangat antusias dan mengikuti kegiatan hingga selesai.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Tim PKM juga memberikan bantuan peralatan teknologi inovatif, seperti food processor, mesin vacuum sealer, printer cetak label, dan kompor Rinnai Grill yang dibutuhkan dalam proses produksi frozen food.
Selain itu, tim turut memberikan bantuan berupa pembuatan website resmi Rumah Tahfizd Qur’an Al-Mahirah yang dapat diakses melalui tautan https://rumahtahfidzalmahirah.com/ serta sistem akademik digital yang diberi nama SITAQUR.(ali)
Editor : Edwar Yaman