Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

AMO Grup PTPN IV Regional III Produksi 40.984 Ton Sawit, Kinerja Operasional Melesat Signifikan

Bayu Saputra • Sabtu, 20 September 2025 | 11:10 WIB
Lokasi Kebun Air Molek (AMO) II Distrik Timur Regional III PTPN IV. Foto diambil beberapa waktu lalu.
Lokasi Kebun Air Molek (AMO) II Distrik Timur Regional III PTPN IV. Foto diambil beberapa waktu lalu.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kinerja operasional Air Molek Grup PTPN IV Regional III, terdiri dari kebun Air Molek I (AMO I) dan Air Molek II (AMO II) hingga Agustus 2025 menunjukkan performa menggembirakan.

Secara kolektif, capaian produksi kelapa sawit di lingkungan unit usaha AMO Grup hingga Agustus 2025 ini mencapai 40.984,96 ton, atau mencapai 93,74 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang ditetapkan untuk periode tersebut.

Group Manager Distrik Timur Amrizal Hamdi dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Rabu (17/9) merincikan bahwa kontribusi terhadap capaian ini didominasi oleh Kebun AMO II dengan realisasi produksi sebesar 27.252,39 Ton.

Di sisi lain, Kebun AMO I turut mencatatkan performa yang sangat kuat dengan produksi sebanyak 13.732,57 Ton. Jumlah ini telah melampaui target RKAP-nya sebesar 12.695 ton atau menghasilkan capaian 108,17 persen di atas.

”Yang lebih menggembirakan, jika dibandingkan dengan realisasi produksi pada periode yang sama di tahun 2024, kedua kebun menunjukkan pertumbuhan. AMO Grup secara keseluruhan mengalami kenaikan produksi sebesar 11,65 persen. Kenaikan ini didorong oleh kinerja kedua kebun, AMO I tumbuh 12,29 persen dan AMO II tumbuh 11,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Amrizal.

Ia mengatakan capaian ini tidak lepas dari beragam inisiatif yang diusung PTPN IV PalmCo dan komitmen Regional III dalam mendukung transformasi perusahaan. Salah satu inisiatif yang memegang peranan penting dalam transformasi tersebut adalah integrasi digitalisasi dalam monitoring operasional kebun, mulai dari pemantauan kesehatan tanaman, optimasi pemupukan, hingga pelacakan hasil panen secara real-time.

”Insiatif digitalisasi yang kita manfaatkan salah satunya adalah D’Farming. Sebuah sistem, yang memungkinkan analisis data yang lebih akurat untuk pengambilan keputusan yang tepat, termasuk evaluasi-evaluasi perbaikan kedepannya,” jelas Amrizal.

Selain itu, komitmen terhadap prinsip perkebunan sawit lestari dan berkelanjutan turut menjadi pilar utama, terutama melalui strategi peremajaan yang terencana untuk menjaga produktivitas jangka panjang tanpa perlu ekspansi lahan baru, sejalan dengan prinsip-prinsip sustainability.

”Data produksi yang detail hingga level tahun tanam ini adalah bukti nyata manfaat dari digitalisasi yang kami galakkan. Hal ini memungkinkan kami untuk melakukan intervensi yang presisi, baik dalam perawatan tanaman produktif maupun percepatan peremajaan areal,” ujarnya.

Amrizal turut menjelaskan bahwa sustainability adalah kunci masa depan. ”Luas areal TTAD di AMO II yang signifikan menunjukkan komitmen kami dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan usaha. Kami tidak hanya mengejar target produksi jangka pendek, tetapi juga memastikan bahwa kebun kita tetap produktif dan ramah lingkungan untuk generasi mendatang. Setiap hektare yang kami kelola adalah tanggung jawab kami untuk membuatnya berkelanjutan,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang dirangkum, Air Molek Group mengelola lebih dari 5.200 hektare perkebunan sawit, dengan sebagian besar diantaranya merupakan kebun produktif sementara sebagian lainnya merupakan tahap peremajaan untuk memastikan keberlanjutan di masa mendatang.(ifr)

Editor : Bayu Saputra
#ptpn #PTPN IV PalmCo