Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dosen Poltekkes Kemenkes Riau Edukasi Pencegahan Stunting

Prapti Dwi Lestari • Jumat, 17 Oktober 2025 | 11:43 WIB
PENGABDIAN MASYARAKAT: Dosen Poltekkes Kemenkes Riau melakukan pengabdian masyarakat di SMPN 1 Kampar, Selasa (19/8/2025).
PENGABDIAN MASYARAKAT: Dosen Poltekkes Kemenkes Riau melakukan pengabdian masyarakat di SMPN 1 Kampar, Selasa (19/8/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Riau melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya mencakup pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian, Selasa (19/8) lalu.

Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kabupaten Kampar dengan tema ”Edukasi dan Pendampingan Gerakan Cegah Stunting pada Remaja Sebagai Upaya Preventif Risiko Penyakit Jantung Koroner di SMP Negeri 1 Kampar”. Kegiatan dilaksanakan oleh dosen Poltekkes Kemenkes Riau sekaligus salah satu penggagas program Septi Indah Permata Sari dan diikuti oleh remaja putri kelas 7 dan 8 SMPN 1 Kampar.

Menurut Septi Indah Permata Sari, stunting adalah kondisi di mana tinggi badan seseorang lebih rendah dari standar usianya akibat kekurangan gizi jangka panjang, terutama sejak masa awal pertumbuhan anak. Kekurangan gizi ini tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga kesehatan organ tubuh lainnya, seperti jantung. 

”Kegiatan edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada remaja mengenai pentingnya pola makan sehat dan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah stunting. Sebagai bagian dari upaya ini dilakukan kegiatan sarapan bergizi bersama siswa yang dilanjutkan dengan aktivitas fisik berupa senam bersama dan edukasi gizi,” katanya, kemarin. 

Sebagai media edukasi, pihaknya menggunakan berbagai alat seperti leaflet, poster, dan booklet, yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pola makan dan gaya hidup sehat. 

Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang dan cara mencegah stunting. Pemahaman yang meningkat ini menjadi modal penting bagi para remaja untuk berperan aktif sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

”Melalui kegiatan ini, diharapkan para remaja dapat menginternalisasi kebiasaan positif untuk menjaga kesehatan diri dan keluarganya di masa mendatang,” paparnya.

Program ini menjadi pengingat bahwa pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan saja, tapi juga seluruh elemen masyarakat, khususnya remaja. Sinergi antara edukasi, partisipasi aktif, dan pembiasaan gaya hidup sehat dapat membentuk budaya hidup dan berdampak positif bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.(ayi/c)

Editor : Arif Oktafian
#Tridharma Perguruan Tinggi #kemenkes #riau #pengabdian masyarakat #pekanbaru #POLTEKKES