Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Karhutla Terpantau di Lima Daerah

Redaksi • Sabtu, 1 November 2025 | 12:33 WIB
Satgas TRC Pusdalops-PB BPBD Kampar memadamkan api yang membakar lahan di Desa Ridan Permai, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Jumat (31/10/2025).
Satgas TRC Pusdalops-PB BPBD Kampar memadamkan api yang membakar lahan di Desa Ridan Permai, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Jumat (31/10/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Panas terik di Provinsi Riau mengakibatkan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan meningkatnya titik panas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau menerima laporan karhutla terjadi di lima daerah, yakni Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kampar, Siak, dan Kota Dumai.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau Jim Gafur mengatakan, dari lima daerah tersebut, ada yang merupakan titik baru dan ada pula yang merupakan titik lama. “Titik baru sedang proses pemadaman. Namun ada juga yang titik lama dan saat ini proses pendinginan,” katanya, Jumat (31/10).

Lebih lanjut dikatakannya, beberapa lokasi yang merupakan titik baru karhutla ada di Inhu dan Dumai. Untuk melakukan pemadaman, pihaknya juga mengerahkan helikopter water bombing agar proses pemadaman dapat lebih cepat. “Sudah dikerahkan empat helikopter water bombing. Kemudian juga dibantu oleh tim darat juga,” ujarnya.

Jim juga menjelaskan, cuaca panas yang belakangan ini terjadi juga sangat berpengaruh terhadap munculnya kembali karhutla di Riau. Karena itu pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Apakah karhutla yang terjadi saat ini ada unsur kesengajaan atau tidak, nantinya biar pihak aparat penegak hukum yang menyelidikinya,” sebutnya.

Titik panas di Provinsi Riau sempat meningkatkan tajam, Kamis (30/10) pukul 23.00 WIB. Sebanyak 118 titik panas di 11 kabupaten/kota. Namun, beberapa jam kemudian, Jumat (31/10), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi terjadi penurunan titik panas menjadi 18 titik yang terdeteksi di enam daerah.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Yasir Prayuna menjelaskan, BMKG mencatat titik panas di Pulau Sumatera yang sebelumnya ikut mengalami peningkatan berkisar 735 titik panas, juga turun menjadi 451. Jumlah ini tersebar di Sumatera Utara 111, Sumatera Selatan 101, Bengkulu 56, Bangka Belitung 55, Sumatera Barat 55, Jambi 43, Riau 18, Aceh 9, dan Lampung 3.

“Untuk sebaran titik panas di Riau berada di Kabupaten Kuantan Singingi 6, Pelalawan 5, Rokan Hilir 3, Rokan Hulu 2, serta Kepulauan Meranti dan Dumai masing-masing 1 titik panas,” ujar Yasir Prayuna, Jumat (31/10).

Sementara itu, untuk prakiraan cuaca, di Provinsi Riau pada umumnya masih cerah hingga cerah berawan akhir pekan ini. Sejak pagi hingga sore hari cuaca cerah berawan dan cenderung stabil dengan suhu udara cukup tinggi tanpa adanya potensi hujan di hampir seluruh wilayah di Provinsi Riau.

Namun untuk suhu maksimum mencapai 36°C dengan kelembapan udara antara 40 persen hingga 95 persen. Untuk potensi hujan, BMKG Pekanbaru memperkirakan terjadi di beberapa wilayah seperti Pelalawan, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kota Pekanbaru. 

“BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di tengah cuaca kering dan suhu panas ini,” ujar Yasir.

Sementara itu, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (31/1) terdeteksi 9 titik panas di lima kecamatan. Yakni di Kempas 3, Tempuling 1, Batang Tuaka 1, Enok 1, Sungai Batang 2, dan Tanah Merah 1.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, R Arliansyah mengatakan, saat ini timnya sedang melakukan pemadaman karhutla di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas. “Tim kami terus bekerja siang dan malam untuk memadamkan api dan memastikan tidak ada titik panas baru yang muncul. Kondisi terakhir di lapangan masih dalam tahap pemadaman dan pendinginan,” ujarnya.

Meski demikian, secara umum kondisi di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir dilaporkan aman dan terkendali. BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan, patroli kebencanaan, serta pengecekan rutin peralatan dan armada siaga.

“Kami tetap siaga penuh terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, serta bencana hidrometeorologi akibat perubahan cuaca. Masyarakat kami imbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda kebakaran,” tegas Arliansyah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, relawan, dan masyarakat yang turut membantu proses pemadaman di lapangan serta mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Kami terus berupaya menjaga agar situasi tetap aman. Mari bersama-sama menjaga lingkungan. Kita jaga alam, alam jaga kita,” tegas Arliansyah.

Tim BPBD Kampar Terkendala Sumber Air

Kebakaran lahan terjadi di Desa Ridan Permai, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Jumat (31/10). Lahan semak belukar seluas satu hektare dilaporkan terbakar sekitar pukul 13.21 WIB.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Agustar melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita membenarkan kejadian tersebut.

Ia menjelaskan bahwa timnya segera merespons laporan yang masuk. “Satgas TRC Pusdalops-PB BPBD Kampar langsung diturunkan ke lokasi untuk melakukan penyekatan dan pemadaman,” ujar Adi Candra, Jumat (31/10) petang.

Berdasarkan data di lapangan, lahan yang terbakar merupakan lahan mineral milik masyarakat dengan vegetasi semak belukar. Jenis kebakaran teridentifikasi sebagai surface fire atau kebakaran di atas permukaan.

Adi Candra mengungkapkan, tim menghadapi kendala di lapangan akibat tidak adanya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Meski demikian, tim tetap melakukan pemadaman secara manual dengan menggunakan satu unit mobil milik BPBD.

“Hingga pukul 17.00 WIB, kondisi terkini api sudah padam, namun masih menyisakan asap tipis,” jelasnya. Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Meskipun terjadi kebakaran lahan, data titik panasdi wilayah Kampar terpantau nihil.(sol/ayi/*2/kom)

Editor : Bayu Saputra
#bmkg #titik panas #karhutla #titik panas riau #bpbd