Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Berbatasan dengan Tahura, Warga Pekanbaru Diminta Tanam Tanaman yang Dibenci Gajah, Apa Saja?

Hendrawan Kariman • Minggu, 2 November 2025 | 18:35 WIB
Ilustrasi gajah sumatera
Ilustrasi gajah sumatera

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kedatangan gajah ke rumah atau podok perkebunan ternyata bisa dicegah. Seperti disebutkan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono, ada tanaman yang tidak disukai dan akan dihindari gajah.

Maka, Supartono menyarankan agar warga Rumbai Barat, yang kebun atau rumahnya berdekatan dengan Tahura, untuk menanam tanaman yang dibenci gajah ini. Pasalnya Tahura Sultan Syarif Hasyim itu merupakan habitat Gajah, sementara wilayah perbatasannya merupakan wilayah jelajah tradisional gajah.

''Kami juga mengimbau masyarakat, agar menanam tanaman-tanaman yang tidak disukai gajah. Tanaman itu seperti tanaman jeruk, serai wangi, jahe, cabe dan lainnya,'' ucapnya.

Imbauan Supartono ini menyusul serangan Gajah Sumatera di Rumbai Barat, Kota Pekanbaru yang berakhir dengan meninggalnya seorang anak usia 8 tahun bernama citra. Ia ditentang gajah saat sekelompok hewan dilindungi mendatangi podok kebun orang tuanya.

Disana gajah diketahui mengincar tanaman gajah diketahui mengincar tanaman jagung yang ditanam di sekitar pondok tersebut. Supartono menyampaikan duka cita atas insiden tersebut.

''Kami sangat berduka dengan meninggalnya ananda Citra. Kami dari BBKSDA mengucapkan belasungkawa yg mendalam,'' ucapnya.

BBKSDA Riau, atas insiden ini, mengimbau kepada masyarakat yang berada di jalur lintasan gajah agar selalu waspada dan hatu-hati. Seluruh wilayah Rumbai Barat yang berdekatan dengan Tahura, kini banyak berubah jadi perkebunan, merupakan wilayah lintasan tradisional gajah.

Supartono juga melaporkan, Gajah Sumatera yang menyerang pondok kebun petani di Rumbai Barat tersebut sudah menjauh dari lokasi. Hasil analisa lapangan dari Tim Mitigasi Konflik Satwa BBKSDA Riau sejak hari pertama, kawanan gajah sudah kembali ke habitatnya.

''Kawanan gajah sudah tidak berada di lokasi, saat ini gajah sudah berada di Tahura,'' terang Supartono.

Namun masyarakat sekitar tetap diminta waspada. BBKSDA Riau mengingatkan agar jika mendengar dan melihat ada tanda-tanda kelompok gajah mendekat, segera melapor ke BBKSDA Riau ataupun aparat terkait.

 

Editor : M. Erizal
#jahe #bbksda riau #Serai Wangi #gajah #jeruk