Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pascaperusakan Plang TNTN dan Pos Satgas, Kodam XIX Tambah Personel Pengamanan

Afiat Ananda • Rabu, 26 November 2025 | 21:25 WIB
Letkol MF Rangkuti
Letkol MF Rangkuti

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Aksi perusakan plang Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang terjadi beberapa hari lalu, turut menyita perhatian banyak pihak.

Pasalnya, selain melakukan perusakan, sejumlah masyarakat juga melakukan aksi pengusiran terhadap petugas yang berjaga disana.

Saat itu, petugas terpaksa mundur demi menghindari bentrokan. Saat ini, Kodam XIX Tuanku Tambusai telah memperkuat pengamanan dengan menambahkan personel yang berjaga di lokasi tersebut. Demikian disampaikan Kepala Penerangan Kodam XIX Letkol MF Rangkuti, Rabu (26/11/2025).

Dikatakan dia, peristiwa ini mendapat atensi khusus Pangdam XIX Tuanku Tambusai dan meminta jajaran melaksanakan apel. Setelah itu, Satgas kembali menempatkan personel. Diantaranya 1 SSK di Pos 2 dengan dukungan personel dari Yon Arh 13/PBY, Kikav 6/RBT, serta 1 SST Brimob yang disiagakan di Flying Squad TNTN.

"Satgas juga memasang ulang plang kawasan hutan dan meningkatkan kegiatan patroli serta sweeping untuk memastikan keamanan tetap terjaga," tutur Letkol Rangkuti.

Ia menyebut, saat terjadi aksi massa di Pos 9 dan 10, TNI memilih untuk tidak melakukan perlawanan sebagai bentuk komitmen menghindari bentrokan dan menjaga keselamatan masyarakat.

“TNI tidak ingin ada korban, baik dari masyarakat maupun personel. Pendekatan kami selalu profesional, humanis, dan terukur. Fokus kami adalah memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya.

MF Rangkuti jelaskan, usai demo di Kejati Riau di Pekanbaru, Kamis (20/11/2025) siang, sebagian dari massa pendemo kembali ke TNTN. Sekitar pukul 23.00 WIB, rombongan massa tiba di Pos 10.

Setelah di Pos 10, massa melanjutkan aksi mereka ke Pos 9 dengan tuntutan yang sama, yakni meminta prajurit yang berjaga untuk meninggalkan pos.

Letkol MF Rangkuti menuturkan, petugas keamanan di lokasi mengambil keputusan untuk menghindari eskalasi konflik. Petugas memilih untuk mundur.

“Sengaja tidak dilerai (dicegah, red), untuk menghindari bentrok dengan warga yang pada saat itu mungkin sudah emosi, sehingga dikhawatirkan bentrok atau terjadi hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Petugas di pos memilih untuk mundur sambil terus berdialog dengan massa. Hal ini sekaligus menjelaskan rekaman video viral yang beredar, di mana petugas terlihat pasif saat perusakan plang terjadi.

“Sehingga di video yang beredar terlihat tidak ada usaha ya dari petugas untuk mencegah masyarakat membongkar papan nama itu. Itu memang untuk menghindari konflik lah intinya dengan masyarakat,” papar Letkol Rangkuti.

Pasca aksi perusakan dan pengosongan pos, Kapendam memastikan situasi di lokasi sudah kembali tenang.

“Situasi terkini di sana, sudah kondusif, masyarakat yang melaksanakan aksi juga langsung membubarkan diri (setelah petugas meninggalkan pos),” sebut Letkol MF Rangkuti.

Bahkan dipaparkannya, personel pengamanan di kawasan TNTN, ditambah jumlahnya. Pos yang sempat ditinggalkan, kini telah diduduki kembali oleh aparat.

Editor : M. Erizal
#tntn #plang #Kodam XIX Tuanku Tambusai #perusakan