PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, utamanya cabai merah yang saat ini harganya terus naik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sudah mendatangkan 1 ton cabai merah dari Pulau Jawa, tepatnya dari Kabupaten Sleman.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Riau M Taufiq OH mengatakan bahwa cabai tersebut sudah sampai di Pekanbaru. “Untuk menjaga stok cabai merah, kami sudah datangkan cabai merah dari Sleman sebanyak 1 ton. Cabai tersebut akan segera didistribusikan ke pasar-pasar tradisional,” katanya, Selasa (2/12).
Dilanjutkan Taufiq, cabai yang didatangkan dari Sleman tersebut akan dikirim sebanyak dua kali. Dengan demikian, dalam waktu dekat akan ada cabai merah yang beredar di Riau sebanyak 2 ton. “Sekarang sedang dalam proses pengiriman 1 ton cabai merah lagi. Begitu sampai juga akan langsung didistribusikan,” sebutnya.
Taufiq menjelaskan, cabai tersebut akan dijual dengan harga Rp58 ribu per kilogram (kg)ya. Hal ini juga sebagai upaya dari pemerintah untuk membantu masyarakat ditengah naiknya harga cabai merah dipasaran saat ini. “Kami usahakan harga jualnya selalu di bawah Rp60 ribu per kilogram,” ujarnya.
Sementara itu, harga jual cabai merah di pasar tradisional Telukkuantan, Kuantan Singingi (Kuansing) masih bertahan Rp120.000 sampai Rp150.000 per kg. Kadis Kopdagrin Kuansing Masnur didampingi Herlinawati Staf Bidang Perdagangan menjelaskan, Rp120.000 itu merupakan cabai merah yang berasal dari Pandeglang, Banten. Sedangkan cabai merah yang di pasok dari Sumatera Barat Rp150.000 per kg, masih sama dengan Ahad (31/11) lalu.
Untuk rawit merah dari Sumbar Rp150.000 per kg, rawit hijau Rp70.000 per kg. Kemudian daging ayam yang biasa harga Rp32.000 per kg menjadi Rp35.000 hingg Rp38.000 per kg. Telur ayam satu papan yang biasa harga Rp55.000 per papan menjadi Rp60.000 per papan atau Rp31.000 hingga Rp32.000 per kg.”Kami terus melakukan pemantauan di lapangan,” ujarnya.
Di Pekanbaru, pantauan Riau Pos, Selasa (2/12) di Pasar Cik Puan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, harga cabai merah di pasar tradisional ini sudah mencapai Rp150.000 per kg untuk cabai merah Bukittinggi. Sedangkan cabai merah Medan kini dibanderol Rp130.000 per kg, cabai rawit merah kini dijual Rp90.000 - Rp100.000 per kg, tergantung kualitasnya.
Menurut salah seorang pedagang Eka, harga cabai bertahan di harga Rp150.000 per kilogram lantaran pasokan cabai di Bukittinggi yang masih mengalami penurunan. “Masih sama seperti kemarin, belum ada penurunan harga, malah daya beli masyarakat yang terus menurun. Tadinya banyak masyarakat yang panik makanya beli cukup banyak. Sekarang malah kembali sepi,” ucapnya.
Sementara itu, menyikapi harga kebutuhan pokok yang kembali melambung, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengaku Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru saat ini mulai melakukan langkah antisipasi. Pemko bakal menggelar pasar murah di beberapa wilayah untuk mengendalikan harga dan ketersediaan bahan pokok.
“Akan ada operasi pasar nanti, melalui Dinas Ketahanan Pangan jelang Natal dan tahun baru,” katanya. “Jadi ada tiga gelombang lagi akan kita gelar gerakan pangan murah,” jelas Markarius.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru Iwan Simatupang menyebutkan, salah satu komoditi yang alami kenaikan harga cukup signifikan adalah cabai merah. “Untuk cabai yang berasal dari Sumatera Barat, Bukittinggi, saat ini sudah ada di harga sekitar Rp120 sampai Rp130 ribu per kilo,” terang Iwan.
Namun demikian, Iwan memastikan lonjakan harga bukan disebabkan dampak bencana. Sebab, jalur distribusi dari Bukittinggi ke Pekanbaru tidak ada kendala. “Jadi bukan karena jalur distribusi. Jalurnya masih bagus. Memang kondisi itu disebabkan karena di daerah asal, produksinya tengah terganggu,” tegasnya.
Di Rokan Hilir, harga sejumlah kebutuhan pokok kembali mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Salah satu komoditas yang paling mencolok mengalami kenaikan adalah cabai rawit yang mencapai harga Rp65 ribu per kg, dari sebelumnya di kisaran Rp50 ribu per kg.
Harga bawang merah juga mengalami kenaikan, saat ini mencapai Rp40 ribu per kg dari sebelumnya seharga Rp36 ribu per kg. Hal itu dibenarkan seorang pedagang di pasar tradisional Bagansiapiapi, Adi, Selasa (2/12). “Ya untuk harga mengalami tapi sejauh ini untuk pasokannya masih lancar,” terangnya.
Menurutnya kenaikan pada cabai dan bawang merah tidak terlepas dari tingginya permintaan terhadap dua jenis komoditas ini. “Karena yang beli tetap banyak, untuk cabe dan bawang merah,” katanya.(sol/ayi/fad)
Editor : Arif Oktafian