PEKANBARU (RIUAPOS.CO) – Sebanyak 24 pemuda terpilih dari tujuh kabupaten/kota di Riau untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi di Cirebon. Para pemuda ini pun dilepas oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan dari Bandara Sultan Syarif Kasim, Riau. Ini menjadi momentum yang menegaskan visi PHR dalam merajut kemandirian sumber daya manusia (SDM) lokal.
Para pemuda ini terpilih setelah mengukuti seleksi ini meliputi verifikasi administratif, tes tertulis yang menguji pengetahuan dasar teknis, wawancara yang mengukur mentalitas, hingga pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Tujuan PHR yakni mencetak SDM lokal yang tidak hanya bersemangat, tetapi juga berkompeten. Kelompok ini kini siap memasuki Integrated Drilling Training Center (IDTC) PDSI Cirebon untuk menjalani tiga bulan pelatihan intensif.
‘’Program ini merupakan jawaban nyata atas kebutuhan industri hulu migas terhadap SDM lokal yang kompeten dan bersertifikasi. Kami tidak hanya mencetak pekerja terampil namun mendorong kemandirian untuk bersaing di tengah industri. Dengan melibatkan masyarakat sekitar, kami meningkatkan kesiapan dan daya saing putra-putri daerah Riau sehingga lebih berpeluang bekerja di sektor migas dan industri pendukungnya,’’ jelas Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal, Senin (8/12).
Program pelatihan floorman ini adalah bagian integral dari Program Penguatan Ekosistem Vokasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja Hulu Migas di Riau Tahun 2025. PHR, sebagai operator Wilayah Kerja Rokan, menyadari ketimpangan antara tenaga kerja lokal dan non-lokal, sehingga dengan program ini diharapkan mendorong kemandirian warga lokal untuk lebih dapat bersaing di industri migas.
Komitmen ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah, khususnya Peraturan Gubernur Riau No 6 Tahun 2022, yang mendorong kemitraan antara vokasi dan industri untuk menciptakan lulusan yang siap kerja.
Selama pelatihan di Cirebon, para peserta akan dibekali keterampilan vital sebagai juru ikat beban dan operator lantai bor. Kurikulumnya mencakup kombinasi teori, praktik lapangan, simulasi operasi pengeboran, serta pengetahuan mendalam tentang prosedur keselamatan kerja rig, standar yang wajib dipenuhi di industri migas global.
Setelah pelatihan, mereka akan menghadapi uji kompetensi resmi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PPSDM Migas Cepu. Sertifikasi ini adalah ‘’paspor emas’’ yang membuka akses mereka ke lapangan kerja di berbagai kontraktor di lingkungan kerja PHR Zona Rokan, maupun perusahaan migas lainnya.
Salah satu peserta pelatihan Wahyu Kurniawan dari Kabupaten Bengkalis menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada PHR. Warga asli Sakai ini berkomitmen untuk memanfaatkan kesempatan berharga tersebut.
‘’Yang membuat perjalanan ini semakin bermakna adalah karena bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membawa harapan dan perubahan positif bagi masyarakat Sakai. Alhamdulillah, dengan diterimanya saya di training ini, rasanya seperti pintu harapan baru terbuka. Saya merasa bangga dan bersyukur karena bisa mewakili suku saya untuk melangkah lebih jauh,’’ ungkapnya.(hen)
Editor : Arif Oktafian