PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau. Saat ini, sudah terdapat 251 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang berdiri di Riau.
Ketua Yayasan Putra Riau SPPG Sukajadi Dodi Sukma menyampaikan untuk memastikan makanan yang disajikan kepada siswa tetap segar dan meminimalkan risiko basi. Proses memasak dilakukan sejak dini hari mulai pukul 03.00 WIB dengan persiapan dan proses memasak.
"Kami memasak mulai pukul 03.00 WIB. Mulai dari nasi, lauk pauk, dan sayuran selesai antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Untuk strategi distribusi yang diterapkan adalah prioritas pengiriman bagi sekolah yang pulang lebih awal, seperti TK, SD, dan PAUD. Langkah ini untuk menghindari jeda waktu yang terlalu lama antara jam masak dan pembagian.
Sementara itu, pengiriman untuk pelajar SMP dan SMA yang pulang lebih siang diantar sekitar pukul 09.00 hingga 10.00. Untuk menjaga kualitas, proses memasak pun dilakukan secara bertahap. Makanan untuk pengiriman pagi dimasak lebih dulu. Setelah selesai, tim melanjutkan
memasak untuk porsi anak SMP dan SMA.
“Jadi untuk makanan yang berpotensi cepat bagi, seperti sayuran kami masak belakangan. Karena waktu masaknya juga tidak perlu lama,” sebutnya.
Selain itu, ada protokol khusus setelah memasak makanan yang sudah diporsikan dalam wadah (ompreng) tidak boleh ditutup segera agar uap panas tidak terperangkap dan menyebabkan makanan cepat basi.
Untuk mengejar volume produksi harian, fasilitas dapur juga terus ditingkatkan. Jika sebelumnya pemotongan sayur masih mengandalkan tenaga manusia, kini sudah dibantu dengan alat mesin. Peralatan utama seperti steamer dan kompor juga ditambah jumlahnya.
“Dapur kami ini mempekerjakan 47 orang staf, di luar tiga staf BGN yang mencakup Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan. Staf 47 orang ini bertanggung jawab penuh atas seluruh siklus operasional. Seperti persiapan, memasak, pemorsian, pencucian wadah hingga pengantaran,”
sebutnya.
Alika Ryandasari, siswi SMAN 16 Pekanbaru menilai program MBG sangat bermanfaat bagi para siswa. Terlebih, selama ini mereka tidak dapat mengontrol gizi dari makanan yang mereka beli.
"Bagi saya makan siang bergizi dan gratis ini sangat mencukupi untuk siswa-siswi, apalagi kita tidak bisa kontrol makanan yang kita beli seperti di kantin, juga makanan yang dibawa di rumah nutrisinya tidak lengkap seperti tidak ada buahnya dan sayurnya yang kurang. Jadi, saya harapkan semoga program ini berlanjut dengan baik, karena dapat memenuhi gizi untuk kami," jelasnya.
Siswi SMAN 16 lainnya, Mesya mengatakan, disamping dapat memenuhi gizi dan nutrisi, program ini juga dapat mebuat para siswa berhemat. Mereka dapat menyisihkan sebagian uang sakunya untuk ditabung, karena konsumsi makan siangnya sudah disediakan secara gratis oleh pemerintah.
"Kami sebagai siswa sangat berterima kasih karena adanya program ini, dengan adanya makan siang bergizi dan gratis maka kami para siswa dapat menyisihkan uang jajan yang biasanya untuk beli nasi, jadi bisa ditabung," ujarnya.
Sementara Kepala SMAN 16 Pekanbaru, Nur Hafni merasa sangat mendukung program yang akan memberikan dukungan gizi yang lebih baik kepada para siswa ini.
"Alhamdulillah, ini adalah berkah bagi SMAN 16 Pekanbaru. Dengan makanan bergizi ini tentu akan membuat anak kita sehat dan akan menjadikan dia cerdas nantinya. Apalagi mereka generasi penerus bangsa, dengan adanya program ini akan mendukung mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat dan cerdas," ujarnya.(sol)