PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dari 12 pemerintah kabupaten/kota di provinsi Riau, sudah sembilan pemerintah daerah yang menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Kemudian, dua daerah lagi sedang mempersiapkan penetapan status tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan, penetapan status tersebut sebagai bentuk kesiapsiagaan dini karena saat ini Riau sudah memasuki musim hujan.
“Saat ini sudah sembilan daerah di Riau yang sudah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Sembilan daerah itu yakni Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Siak, Rokan Hilir (Rohil), Indragiri Hilir (Inhil), Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi (Kuansing), Kampar, Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai,” katanya.
Sementara itu, untuk dua daerah yang sedang mempersiapkan penetapan status siaga tersebut yakni Kabupaten Bengkalis dan Indragiri Hulu. Untuk Bengkalis, sebelumnya sudah menetapkan status serupa namun ada kesalahan pada SK-nya sehingga dilakukan perbaikan.
“Bengkalis ada kesalahan SK jadi dilakukan perbaikan lagi. Kalau Indragiri Hulu, informasinya tinggal menunggu ditandatangani bupati saja,” sebutnya.
Dengan demikian, maka saat ini hanya tinggal Kabupaten Pelalawan saja yang belum membahas penetapan status siaga tersebut. Pihaknya juga belum mendapatkan informasi kapan Pemkab Pelalawan akan menetapkannya.
“Pelalawan belum dapat informasi kami kapan akan menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi,” ujarnya.
Bagi daerah yang belum menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi tersebut, pihaknya mendorong agar dapat menetapkan status serupa. Pasalnya, dengan penetapan status, jika terjadi bencana maka dapat dilakukan penanganan dengan cepat.
“Kami mendorong agar daerah yang belum menetapkan, segera menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi, agar ketika terjadi bencana dapat segera dilakukan tindakan,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan, Zulfan MSi menyebutkan, pihaknya segera menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi seperti kabupaten lainnya di Riau. “In sya Allah Senin kita penetapan. Kita belum menetapkan karena kondisi sungai masih normal. Curah hujan juga masih cenderung rendah ke sedang. Tapi hari Senin nanti diteken Pak Bupati,” ujar Zulfan.
Waspada Sore Hingga Malam Hari, Hujan Merata di Riau
Akhir pekan ini, masyarakat di Provinsi Riau diminta untuk waspada terhadap potensi hujan intensitas ringan hingga sedang secara merata di seluruh wilayah Riau.
Menurut Forecaster on duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Bella Ra, BMKG Pekanbaru memprakirakan kondisi cuaca di Provinsi Riau, Sabtu (13/12), didominasi udara kabur hingga berawan dengan potensi hujan di hampir seluruh wilayah.
Berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru sejak pagi hari, udara kabur hingga berawan, hujan dengan intensitas ringan terpantau terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru.
Memasuki siang hari, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis, dan Indragiri Hilir.
Pada sore hingga malam hari, kondisi cuaca umumnya berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di hampir sebagian besar wilayah Provinsi Riau.
Sementara pada dini hari, udara kabur hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Pekanbaru.
Suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60–100 persen. Angin bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.
Untuk wilayah perairan Provinsi Riau, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat cuaca buruk karena dapat menyebabkan berkurangnya jarak pandang dan gelombang laut berpotensi mencapai 2,5 meter.
“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang yang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Siak, Rokan Hilir, dan Pelalawan pada sore hingga malam serta dini hari,” tegasnya.
Khawatir Keselamatan, Nelayan di Bagansiapiapi Enggan Melaut
Diterpa kekhawatiran akan keselamatan diri pada saat berada di perairan, kalangan nelayan di Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil), mulai enggan melaut.
Hal itu diungkapkan Ketua HNSI Rohil Rivi Candra, Sabtu (13/12) di Bagansiapiapi. Menurutnya, dari interaksi, informasi yang berkembang di tengah nelayan, hal itu yang terjadi pada sebagian nelayan di Bagansiapiapi pada saat ini.
“Sebagian nelayan sudah enggan melaut, ada yang sepekan, dua pekan tak melaut. Bahkan ada yang dalam satu bulan belakangan tak melaut lagi,” kata Rivi.
Hal itu kata Rivi, disebabkan kekhawatiran akan keselamatan diri menyikapi kondisi cuaca ekstrem atau yang dikenal dengan bencana hidrometeorologi. Di mana seperti diketahui ada peringatan dari BMKG, yang disampaikan oleh pemerintah daerah beberapa waktu lalu tentang siklon badai tropis yang ditandai dengan hujan lebat, angin kencang serta ombak besar di wilayah perairan.
Sementara berkaitan dengan fenomena adanya serentetan penemuan mayat menurutnya bukan menjadi permasalahan yang berarti. Karena bagi setiap nelayan terangnya, jika ada penemuan mayat sudah merupakan suatu kewajiban untuk dapat memberikan bantuan evakuasi.
“Kalau soal adanya penemuan mayat di perairan tak menjadi masalah, tapi yang dikhawatirkan adalah kondisi cuaca,” katanya.(sol/ayi/fad)
Editor : Bayu Saputra