Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jalan Lintas Timur Tergenang, di Batang Gansal Sempat Macet 8 Jam

Redaksi • Senin, 15 Desember 2025 | 09:58 WIB
Personel Satbrimob Polda Riau Batalyon C Pelopor bersama Polsek Batang Gansal membantu pengendara yang sepeda motornya mogok  saat melintasi Jalan Lintas Timur yang dibanjiri luapan air Sungai Akar.
Personel Satbrimob Polda Riau Batalyon C Pelopor bersama Polsek Batang Gansal membantu pengendara yang sepeda motornya mogok saat melintasi Jalan Lintas Timur yang dibanjiri luapan air Sungai Akar.

PANGKALAN KURAS (RIAUPOS.CO) - Intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Pelalawan meningkat sejak beberapa hari terakhir. Dampaknya, badan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer (km) 113, tepatnya di Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras mulai tergenang air, Ahad (14/12) pagi.

Genangan air merendam sebagian badan jalan dua jalur itu, tepat di lajur dari arah Pangkalankerinci menuju Kota Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) akibat drainase di sekitar jalan padat aktivitas tersebut tidak sanggup menampung debit air hingga meluber ke badan jalan. 

“Ya, memang badan Jalintim kilometer 113 Kelurahan Sorek Satu mulai tergenang air dampak meningginya intensitas curah hujan,’’ terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan MSi kepada Riau Pos, Ahad (14/12).

‘’Namun demikian, genangan air ini sifatnya hanya sementara saja dan akan kering sendiri setelah hujan reda. Sedangkan saat ini kondisi jalan masih tetap aman dan dapat di lalui seluruh kendaraan, baik roda.dua maupun roda empat,” tambahnya.

Zulfan mengatakan, genangan air diperkirakan sekitar 20 sampai 25 sentimeter (cm). Tidak hanya merendam badan Jalintim, air juga menggenangi halaman beberapa rumah dan warung milik masyarakat di sekitar sehingga aktivitas warga sedikit terganggu karena air mengepung pekarangannya.

“Jadi, sejak pagi tim kita bersama Satlantas Polres telah turun ke lokasi untuk memberikan petunjuk kepada pengendara. Alhamdulillah, sore genangan air telah mulai surut dan hanya meninggalkan ketinggian sekitar 3 hingga 5 sentimeter,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kasatlantas Polres Pelalawan AKP Tatit Rizkyan Hanafi SIK menambahkan, personel Satlantas langsung diterjunkan ke lokasi utnuk mengatur arus lalu lintas di jalan nasional itu dan memberikan petunjuk kepada pengendara yang lewat agar tidak terjebak dalam genangan banjir.

“Selama genangan air masih ada merendam badan Jalintim, kami minta pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan dan  berhati-hati serta mengurangi kecepatannya agar tidak menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Hal ini karena kondisi jalan menjadi licin dampak faktor hujan,’’ ujarnya.

“Kita juga meminta pengendara mengutamakan keselamatan dari pada kecepatan serta senantiasa mematuhi aturan maupun rambu-rambu lalu lintas agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas,” tambah mantan Kapolsek Pangkalankerinci ini.

Di Indragiri Hulu (Inhu) Sungai Akar di Desa Sungai Akar Kecamatan Batang Gansalmeluap, Ahad (14/12). Akibatnya, jalan lintas timur hingga rumah warga daerah itu tergenang. Dengan kondisi itu, arus lalu lintas terganggu dan sempat terjadi macet panjang selama 8 jam.

Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSI melalui Kapolsek Batang Gansal Iptu Agus Ferinaldi SSos MH ketika dikonfirmasi, mengatakan, Sungai Akar meluapkan hingga mengganggu arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur dan merendam puluhan rumah warga.

‘’Sungai Akar meluap akibat tingginya curah hujan bagian hulu, begitu juga di bagian hilir sungai pada Sabtu (13/12) sejak pukul 23.00 WIB hingga hari ini (kemarin, red) pagi. Sehingga sekira pukul 07.30 WIB, Jalan Lintas Timur daerah itu mulai digenangi luapan air sungai,’’ jelasnya.

Air Sungai Akar terus naik hingga di Jalan Lintas Timur bertambah dalam hingga akhirnya sulit dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. “Ada dua titik yang berdekatan dan panjang Jalan Lintas Timur yang digenangi luapan air Sungai Akar mencapai 30 meter dan dititik lainnya mencapai 50 meter dengan kedalaman mencapai dua meter,” ungkapnya.

Sungai Akar yang meluap sambungnya, juga merendam rumah penduduk. Bahkan, dari pendataan yang dilakukan, terdapat sebanyak 60 unit rumah warga yang terendam. Tidak ada korban jiwa, akibat luapan Sungai Akar tersebut. Namun, sejumlah peralatan rumah tangga warga ikut terendam. “Kami terus memantau dan mengimbau warga agar selalu waspada terhadap luapan air Sungai Akar,” sambungnya.

Luapan air Sungai Akar kembali surut total sekira pukul 15.00 WIB, kemarin atau berlangsung hanya sekitar delapan jam. Bahkan, arus lalu lintas lintas di Jalan Lintas Timur daerah itu kembali normal seperti biasa setelah 8 jam. 

Lebih jauh disampaikanmya, pengaturan lalu lintas dan pemantauan rumah warga juga dibantu oleh personel Satbrimob Polda Riau Batalyon C Pelopor yang dipimpin langsung oleh Wadan Batalyon C Pelopor Polda Riau, AKP Ary Yudha. “Situasi saat ini, debit air sungai sudah surut, aktivitas warga kembali normal, jalan yang tergenang sebelumnya sudah bisa dilalui kendaraan,” terang Agus Ferinaldi.

Jalan Nasional Siak-Tanjung Buton juga Tergenang
Sudah beberapa tahun terakhir, belum ada solusi konkret atas genangan di Jalan Nasional Lintas Siak-Tanjung Buton Km 29 RT06/RW 02 Simpang Doral Kampung, Dosan, Kecamatan Pusako yang mulai terjadi Sabtu (13/12) pagi.

Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Siak pada Jumat (12/12) malam, berdampak pada meluapnya kanal di kiri dan kanan jalan. Perlu diketahui, kawasan itu tidak jauh dari Danau Naga Sakti, atau Simpang Obor. Beberapa tahun terakhir memang sudah menjadi langganan banjir.

Sebagai mana dikatakan Rahman, warga Kampung Mengkapan, situasi itu membuatnya resah sebab ketika genangan terjadi, dia mesti memutar lewat Bungaraya. “Motor tidak bisa menerobosnya, bisa mati mesin, sebab genangan bisa sampai 2 Km,” jelasnya, Ahad (14/12) siang.

Kalaksa BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara SSTP MSi menggunakan drone untuk melihat persoalan sebenarnya atas genangan itu. “Kanal yang berada di kiri kanan jalan di lokasi tersebut banyak penyumbatan sampah dan rumput sehingga air tidak lancar menuju ke daerah pembuangan air,” jelasnya, Ahad (14/12) siang.

Novendra menerangkan, pembersihan kanal sudah direncanakan, namun belum terealisasi. “Saya khawatir kondisi kesehatan warga yang tinggal di sekitar jalur itu, sebab ikut terdampak,” ujarnya. Situasi ini membuat aktivitas warga menjadi lumpuh, tidak bisa lagi pergi ke kebun.

Tim Respon Cepat BPBD Kabupaten Siak bersama pihak Kecamatan Pusako, Desa Dosan, turun ke lokasi melakukan imbauan kepada warga agar waspada akan naiknya air sampai beberapa hari ke depan. “Kami prediksi curah hujan akan terjadi sampai beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Ia juga berkoordinasi dengan Kabid Pengairan PU Tarukim, menghubungi pihak perusahaan untuk membantu membersihkan kanal di lokasi tersebut dengan alat berat. Hal ini mesti cepat ditangani agar aktivitas masyarakat berjalan lancar, sebab ini merupakan akses utama, yang menjadi urat nadi transportasi.

Air Sungai Besar di Rohul Masih Normal
Hujan intensitas sedang dan ringan masih terus mengguyur wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dalam sepekan terakhir. Namun hingga saat ini belum ada kecamatan yang terdampak banjir akibat meluapnya air sungai besar yang ada di Rohul.

Kalaksa BPBD Rohul H Ridarmanto MIp melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Boy Arta SIP mengatakan, debit air di aliran sungai besar yang ada di Kabupaten Rohul yakni Sungai Batang Lubuh, Sungai Rokan dan Sungai Batang Sosa masih normal.

Pihak BPBD melalui Tim Reaksi Cepat, setiap hari memantau kondisi debit air di sungai besar yang ada di Rohul. Baik melalui patroli langsung lapangan maupun laporan lintas sektor melalui group koordinasi kebencanaan. ‘’Kondisi ketinggian air sungai besar yang di Rohul masih normal. Kalaupun ada peningkatan debit air akibat curah hujan, namun aliran air sungai lancar,’’ jelasnya.

Kendati kondisi air sungai besar masih diambang normal, Boy mengimbau kepada masyarakat terutama yang bermukim di tepi daerah aliran sungai (DAS) untuk tetap selalu waspada, terhadap potensi bencana banjir yang suatu waktu bisa saja terjadi kapan saja, disaat tingginya curah hujan mengguyur wilayah Kabupaten Rohul.

Begitu juga warga yang melintas di daerah perbukitan terutama di Kecamatan Rokan IV Koto, Boy mengingatkan di saat curah hujan terjadi, waspadai bencana longsor di wilayah perbukitan. ‘’Kita ingatkan pengendara roda dua dan roda empat atau lebih, untuk dapat berhenti, tidak melintas dir ruas jalan yang berada di daerah perbukitan. Sebagai antisipasi agar terhindar dari potensi bencana longsor,’’ tuturnya.

Keluarkan SE Kesiapsiagaan Dini Ancaman Banjir 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mengeluarkan Surat Edaran (SE) Kesiapsiagaan Dini terhadap Ancaman Bencana Banjir dan Longsor. Surat tersebut dikirimkan ke BPBD di 12 kabupaten/kota di Riau.

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, surat tersebut dibuat menindaklanjuti surat Plt Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Riau diminta untuk menyiapkan langkah-langkah konkret guna mengantisipasi kejadian banjir dan gerakan tanah (longsor).

“Di antaranya yakni mengidentifikasi wilayah dengan historis terjadi banjir dan gerakan tanah (longsor). Mengidentifikasi wilayah dengan indeks bahaya sedang-tinggi dan/atau indeks risiko sedang-tinggi. Memastikan sosialisasi dan edukasi terkait potensi bencana banjir, gerakan tanah, termasuk peringatan dini bencana banjir dan longsor,” katanya.

Selanjutnya juga melakukan monitoring secara berkala untuk mendapatkan informasi peringatan dini cuaca dan potensi ancaman bencana. Memantau Tinggi Muka Air (TMA) dan Peringatan Dini Banjir dari BWS setempat. Memastikan sistem pantauan (termasuk sensor) banjir, dan longsor dapat berfungsi dengan baik (terutama yang sudah terhubung dengan mekanisme pemantauan Pusdalops BPBD.

“Memastikan sistem komunikasi Pusdalops BPBD dengan lembaga/organisasi yang memantau informasi peringatan dini bahaya pada tingkat nasional (K/L) maupun pada tingkat lokal (stasiun pemantauan) terhubung baik (seperti BMKG, PVMBG, BWS, Forum/Komunitas, Petugas Pintu Air,),” paparnya.

Kemudian memastikan informasi teknis hingga ke tingkat desa/kelurahan terkait potensi banjir dan gerakan tanah untuk wilayah yang prioritas (berbasis data historis dan indeks bahaya/risiko), yang disertai rekomendasi aksi dini. Memastikan peralatan diseminasi informasi (seperti sirine, kentongan, HT) berjalan baik.

“Memastikan informasi kesiapsiagaan dan perkembangan terkini diberikan secara berkala kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi (misalnya group whatsapp, telegram, dan media sosial). Menyiagakan alat komunikasi dan memastikan dapat menjangkau seluruh area yang rawan, seperti penambahan repeater radio komunikasi,” pintanya.

Terkait bencana banjir di Riau, pihaknya menerima informasi bahwa sudah terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu. Namun pihaknya belum mendapatkan laporan dari pihak BPBD setempat. “Kami dapat informasi bahwa terjadi banjir di Inhu, tapi laporan resmi belum ada,” sebutnya.

Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada BPBD kabupaten/kota untuk dapat terus meningkatkan kewaspadaan. Dan jika terdapat bencana seperti banjir untuk dapat berkoordinasi guna dapat diberikan bantuan. “Kami imbau hendaknya semua pihak dapat meningkatkan kewaspadaan. Jika memerlukan bantuan, dapat berkoordinasi dengan BPBD Riau,” imbaunya.(amn/kas/epp/mng/sol)

Editor : Arif Oktafian
#banjir #batang gansal #Lintas Timur #macet