PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau mendirikan posko pantau selama peringatan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di jalan-jalan lintas penghubung Provinsi Riau dengan provinsi tetangga.
Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak mengatakan, Posko Nataru tersebut disiagakan di lokasi yang dinilai strategis. Selain untuk memantau kelancaran arus lalu lintas dan kelayakan jalan, di posko tersebut juga disiagakan alat berat.
“Selama pelaksanaan Nataru kami mendirikan 12 posko pantau. Petugas stand by di sana, termasuk alat berat jika ada kerusakan jalan atau longsor yang perlu penanganan segera,” katanya, Kamis (25/12).
Dilanjutkan Yohanis, pada p tersebut masyarakat yang melintas juga bisa singgah untuk sekadar beristirahat. Kemudian juga bisa menghimpun informasi tentang kondisi jalan yang akan dilintasi. “Masyarakat yang sedang dalam perjalanan dan perlu istirahat juga bisa singgah di posko tersebut,” ujarnya.
Adapun 12 lokasi posko tersebut ada di Simpang Balam-Simpang Batang, Simpang Batang-Simpang Kulim, Duri-Kandis, Rantau Berangin-Batas Sumbar, Simpang Ujung Tanjung-Bagansiapiapi, Simpang Kayu Ara-batas Pelalawan l, Simpang Lago-Siak Sri Indrapura, Simpang Lago-Sorek I, Pematang Reba-Siberida, Tempuling-Tembilahan, Ruas Jalan batas Telukuantan-Muara Lembu, dan Telukkuantan-batas Sumatera Barat.
Dijelaskannya, saat ini total ruas panjang jalan nasional di Provinsi Riau sepanjang 1.257,90 kilometer. Dari panjang ruas jalan tersebut, dibagi menjadi empat kondisi. Yakni kondisi baik, sedang, rusak ringan, dan juga rusak berat.
“Dari total panjang jalan tersebut, yang dalam kondisi baik sepanjang 545,51 km atau 43,37 persen. Jalan dalam kondisi sedang yakni sepanjang 623,55 km atau 49,57 persen. Selanjutnya jalan dalam kondisi rusak ringan sepanjang 86,06 km atau 6,84 persen, dan yang dalam kondisi rusak berat sepanjang 3,80 km atau 0,22 persen,’’ jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah memetakan lokasi daerah yang rawan terjadi bencana. Seperti daerah jalan yang rawan banjir yakni di ruas Jalan Siak Sri Indrapura-Mengkapan Buton pada km 147. Kemudian juga di ruas jalan Simpang Lago-Sorek I pada km 73.
“Kemudian ruas jalan yang rawan longsor yakni pada ruas Jalan Rantau Berangin-Batas Sumatera Barat. Kemudian juga pada ruas Jalan Duri-Kandis-Simpang Palas Siak II Pekanbaru. Selanjutnya Jalan Telukkuantan-batas Sumatera Barat,” sebutnya.
Kendaraan Riau-Sumbar via Kampar Meningkat
Arus kendaraan dari Provinsi Riau menuju Sumatera Barat (Sumbar) melalui jalan lintas yang melintasi Kabupaten Kampar terpantau mengalami peningkatan pada Kamis (25/12). Meski demikian, lalu lintas secara umum masih berjalan lancar dan terkendali tanpa kemacetan berarti.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar Aidil melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Edi Yusri mengatakan, peningkatan arus kendaraan di jalur Riau–Sumbar masih tergolong normal dan belum berdampak pada kepadatan lalu lintas. “Memang ada peningkatan arus kendaraan, namun sifatnya masih relatif kecil dan kondisi lalu lintas tetap lancar,” ujar Edi Yusri.
Ia menjelaskan, peningkatan arus kendaraan pada masa libur ini tidak terlalu signifikan. Salah satu faktornya diduga karena terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera Barat beberapa waktu. “Karena di wilayah Sumbar sempat terjadi bencana, kemungkinan banyak masyarakat yang memilih tidak berlibur ke sana,” jelasnya.
Selain itu, Dishub Kampar juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Lima Puluh Kota. Dari hasil komunikasi tersebut diketahui bahwa kondisi cuaca di sejumlah wilayah Sumatera Barat hingga saat ini masih didominasi hujan. “Cuaca di sana masih hujan dan berpotensi menimbulkan longsor, terutama di jalur-jalur rawan,” ungkap Edi Yusri.
Untuk itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat yang tetap berencana melakukan perjalanan ke Sumatera Barat agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Pengendara diminta memantau perkembangan cuaca, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan, memantau kondisi cuaca, serta mengikuti arahan petugas. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Dishub Kampar bersama personel terkait terus melakukan pemantauan arus lalu lintas di jalur lintas Riau-Sumbar dan siap berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kelancaran serta keselamatan pengguna jalan selama masa libur.
Lintas Timur Terpantau Ramai Lancar
Arus lalu lintas di Jalur Lintas Timur dalam wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terpantau ramai lancar, Kamis (25/12). Lonjakan arus lalu lintas di daerah itu terjadi peningkatan bersamaan dengan libur dan perayaan Nataru 2025/2026.
Pantauan Riau Pos, di Jalan Lintas Timur sempat terjadi macet di lingkungan Berapit Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida atau tak jauh dari SPBU daerah itu, Kamis (25/12) sekira pukul 13.45 WIB. Macet terjadi dipicu oleh mobil truk yang antre mengisi bahan bakar di SPBU tersebut.
Setelah dilakukan pengaturan oleh pihak SPBU, macet yang terjadi sekitar 30 menit itu dapat terurai. Di mana, macet itu terjadi sepanjang dua kilometer dari arah berlawanan.
Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSi ketika dikonfirmasi mengatakan, arus lalu lintas di jalur Lintas Timur terpantau ramai lancar. “Ada peningkatan arus kendaraan dan terpantau ramai lancar,” ujarnya, Kamis (25/12).
Kapolres mengimbau kepada pengguna jalan agar selalu hati-hati dan memperhatikan rambu-rambu jalan. Apabila ada kendala atau capek, agar dapat memanfaatkan pospam dan posyan yang ada di sepanjang jalur Lintas Timur.
Kapolres juga mengakui ada terjadi macet dan sempat mengganggu arus lalu lintas. Penyebabnya sejumlah truk yang antre untuk mengisi bahan bakar. Untuk itu Kapolres mengimbau pihak SPBU agar memperhatikan dan mengatur mobil yang akan mengisi BBM. “Pihak SPBU harus tanggap dan dapat mengatur mobil yang mengisi BBM sehingga tidak terjadi penumpukan hingga mengganggu arus lalulintas,” tegasnya.
Rohil Siagakan Tiga Pospam dan Satu Posyan
Polres Rokan Hilir (Rohil) menyiagakan tiga pos pengamanan (pospam) berkaitan dengan pengamanan Nataru 2025/2026. Kasatlantas Polres Rohil AKP Indra Luthfi menyebutkan, jalur mudik di wilayah Rohil sepanjang 138 km pada ruas Jalan Lintas Riau-Sumatera Utara telah dipersiapkan secara maksimal.
“Di sepanjang jalur tersebut disiagakan tiga pos pengamanan yakni Pospam Simpang Bukit Timah, Pospam Balam km 8, dan Pos Terpadu Baganbatu, serta satu pos pelayanan di Bagansiapi-api,” katanya, baru-baru ini.
Iajuga memastikan kendala pada jembatan kembar Ujung Tanjung telah ditangani BPJN dan kini dalam kondisiaman untuk dilalui.Guna mendukung kelancaran arus lalu lintas, Polres Rohil turut menyiagakan empat tim pengurai kemacetan di titik-titik perbatasan strategis.
Aktivitas Sungai Duku Meningkat
Aktivitas penumpang di Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru, mengalami peningkatan, Kamis (25/12). Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Sungai Duku Etria Idrusalam mengatakan, jumlah penumpang mencapai 165 orang.
Ia memprediksi aktivitas penumpang masih akan meningkat pada Sabtu (27/12). Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 4 hingga 5 Januari mendatang, seiring berakhirnya masa liburan sekolah dan perkuliahan.
Menurut Etria, usai libur nataru terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan hari biasa. “Kenaikan 20 sampai 30 persen itu jika dibandingkan dengan hari biasa. Namun kalau dibandingkan dari tahun ke tahun, jumlah penumpang justru menurun,” jelasnya.
Terkait harga tiket, Etria memastikan tidak ada kenaikan. Harga tiket tetap sebesar Rp165 ribu per orang dewasa. Tiket hanya dibebankan untuk anak usia diatas 8 tahun. Sementara di bawah 8 tahun tidak dikenakan biaya tiket. “Walaupun Natal, kapal tetap beroperasi pada 25 Desember. Tidak ada libur,” katanya.
Sementara itu, Kepala Terminal BRPS, Bambang Armanto, menyampaikan bahwa berdasarkan data yang ada, puncak arus penumpang libur nataru terjadi pada 23 Desember. Ia menyebutkan, jumlah penumpang tahun ini mengalami penurunan. “Ini disebabkan oleh adanya bencana alam di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat,” ujarnya.
Bambang mengimbau para penumpang agar selalu menjaga barang bawaan, membeli tiket secara resmi baik secara langsung maupun online, serta naik dan turun di terminal resmi demi menjamin kenyamanan dan keamanan perjalanan.
Bandara SSKI II Layani 105 Ribu Penumpang
Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mencatat puncak lonjakan arus penumpang pada Desember 2025. Pada hari tersebut, total pergerakan penumpang mencapai 11.118 penumpang (pax) dengan 73 pergerakan pesawat, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan transportasi udara menjelang perayaan akhir tahun.
Peningkatan signifikan ini mencerminkan tingginya kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan bandara, sekaligus menjadi indikator optimalnya kesiapan operasional seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan penumpang selama periode Nataru.
Berdasarkan data sementara, yang terhitung sejak pembukaan Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada 15 Desember hingga 25 Desember 2025, Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mencatat total 105.035 penumpang (pax).
Angka tersebut mengalami penurunan tipis sebesar 0,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Sementara itu, dari sisi operasional penerbangan, tercatat 715 pergerakan pesawat, yang menunjukkan kenaikan sebesar 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Data ini menggambarkan bahwa meskipun terjadi penyesuaian pada jumlah penumpang, aktivitas penerbangan tetap menunjukkan tren positif. Manajemen bandara terus memastikan kesiapan layanan dan koordinasi lintas instansi guna menjaga kelancaran, keselamatan, serta kenyamanan pengguna jasa selama periode Angkutan Nataru 2025/2026.
General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Achmad menyampaikan peningkatan pergerakan pesawat di tengah dinamika jumlah penumpang menunjukkan bahwa konektivitas udara tetap terjaga dengan baik selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
‘’Hal ini tidak terlepas dari sinergi dan koordinasi intensif antara pengelola bandara, maskapai, AirNav, TNI/Polri, serta seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan kelancaran operasional penerbangan” ujarnya.
‘’Manajemen Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II terus melakukan penguatan koordinasi lintas instansi serta optimalisasi layanan operasional guna menjaga kelancaran arus penumpang pada sisa periode libur Natal dan Tahun Baru,’’ tambahnya.(sol/kom/kas/fad/dof/rls/das)
Editor : Bayu Saputra