Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pintu PLTA Koto Panjang Dibuka, Warga Diminta Waspada

Tim Redaksi • Selasa, 30 Desember 2025 | 10:55 WIB

Tingginya curah hujan di wilayah hulu Waduk PLTA Koto Panjang menyebabkan elevasi air waduk meningkat, Senin (29/12/2025). Pengelola  akan membuka dua pintu pelimpahan waduk, Selasa (30/12/2025) hari ini.
Tingginya curah hujan di wilayah hulu Waduk PLTA Koto Panjang menyebabkan elevasi air waduk meningkat, Senin (29/12/2025). Pengelola  akan membuka dua pintu pelimpahan waduk, Selasa (30/12/2025) hari ini.


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Elevasi air Waduk PLTA Koto Panjang meningkat dan telah melampaui ambang batas normal. Pengelola pun akan membuka dua pintu pelimpahan (spillway gate) setinggi 50 sentimeter (cm), Selasa (30/12) hari ini. Warga yang berada di hilir diminta waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Kampar.

Manajer PLTA Koto Panjang Dhani Irwansyah, menjelaskan, curah hujan yang tinggi di sisi hulu waduk mengakibatkan peningkatan inflow yang signifikan sehingga berdampak pada kenaikan elevasi air waduk. Kondisi ini juga diperparah dengan adanya gangguan pada satu unit PLTA Koto Panjang yang menyebabkan outflow waduk tidak dapat berjalan secara maksimal.

“Berdasarkan hasil pembahasan Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan Koto Panjang hari ini (Senin, red), maka disepakati untuk dilakukan early release sebagai upaya pengendalian inflow, outflow, serta elevasi Waduk PLTA Koto Panjang melalui pembukaan pintu pelimpah (spillway gate),” jelas Dhani, kemarin.

Dhani menjelaskan, menindaklanjuti hasil kesepakatan tersebut, PLTA Koto Panjang akan melakukan pembukaan pintu pelimpahan masing-masing setinggi 50 cm pada pukul 10.00 WIB hari ini. ’’Pembukaan ini diperkirakan akan menyebabkan kenaikan permukaan Sungai Kampar sekitar 20 hingga 30 sentimeter dari kondisi terakhir. Masyarakat yang berada di daerah hilir Waduk PLTA Koto Panjang agar tetap waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Kampar,’’ imbaunya.

Unit Layanan Koto Panjang, Kabupaten Kampar sudah mengeluarkan surat pemberitahuan. “Ya, kami telah menerima surat pemberitahuan dari PLTA Koto Panjang yang akan membuka pintu pelimpahan waduk,” terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, Zulfan kepada Riau Pos, kemarin (29/12).

“Menindaklanjuti surat pemberitahuan tersebut, kami meminta agar masyarakat Pelalawan yang berdomisili di bantaran Sungai Kampar tetap waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Kampar. Apalagi kondisi curah hujan masih cukup tinggi,’’ tambahnya.

Zulfan juga mengimbau orang tua yang memiliki anak-anak untuk bisa selalu mengawasi dan memantau aktivitas anak mereka agar tidak tidak mandi di area sungai saat air tinggi karena PLTA membuka pintu waduk. Zulfan mengatakan, Senin (29/12), level air Sungai Kampar di ponton Langgam menunjukkan dalam kondisi aman. Yakni di angka 1,59 meter. Bahkan, elevasi air ada penurunan 13 cm pada Ahad (28/12) lalu.

“Jadi, air pelimpahan Waduk PLTA Koto Panjang akan tiba di Kabupaten Pelalawan pada empat hingga lima hari sesudah dibuka. Tentunya ini akan menambah debit air Sungai Kampar. Untuk itu, masyarakat harus tetap waspada serta dapat mengurangi aktivitas di aliran Sungai Kampar,” tuturnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Kampar untuk waspada. “Kita mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Kampar untuk selalu waspada karena permukaan air sungai mengalami kenaikan,” tuturnya. 

Edy mengatakan, BPBD Kampar juga sudah menginformasikan kondisi terkini PLTA Koto Panjang ke camat agar dapat menginformasikan kepada masyarakat. “Dengan dibukanya pintu waduk, maka diperkirakan akan terjadi kenaikan permukaan sungai Kampar setinggi 20-30 sentimeter,” ujarnya. 

Debit Sungai Kuantan Naik
Masyarakat Kuansing yang tinggal di sepanjang aliran sungai diminta waspada. Ini menyusul curah hujan yang tinggi dalam sepekan ini. Dampaknya, debit air Sungai Kuantan, Senin (29/12) terlihat mengalami peningkatan.

Dari Tepian Narosa Telukkuantan, terlihat debit air Sungai Kuantan sudah menyentuh bibir tangga baru dan sudah menghilangkan hamparan pasir di Desa Seberang Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah. Diperkirakan, debit air Sungai Kuantan akan bertambah dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi ini disebabkan hujan yang merata juga terjadi di wilayah Sijunjung, Sumatera Barat. “Iya. Ada peningkatan debit air Sungai Kuantan. Daerah kita hujan merata dan wilayah Sijunjung, Sumbar juga hujan merata,” kata Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar, Senin (29/12).

Meski demikian, peningkatan debit air Sungai Kuantan masih ambang batas kewajaran. Dari alat pengukuran debit Sungai Kuantan di Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan, ketinggian air baru 325 cm. Ketinggian air ini masih terbilang aman bagi masyarakat Kuansing di daerah sungai Kuantan.

Kecuali ketinggian air sudah menyentuh di 550 cm, maka daerah-daerah sepanjang aliran Sungai Kuantan harus waspada. Biasanya di ketinggian itu, daerah Kecamatan Cerenti, Inuman, Kuantan Hilir Seberang sebagian sudah terendam.  Meski hingga hari ini, masih aman dari banjir, ia minta masyarakat tetap waspada kapan pun.

Tiga Dusun Tenggelam, Wabup Meranti Ultimatum PT NSP 
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menyampaikan sikap tegas dan keras menanggapi keluhan masyarakat serta sorotan berbagai pihak terkait kembali terendamnya tiga dusun di Desa Teluk Buntal akibat luapan kanal PT Nasional Sago Prima (NSP).

Muzamil menegaskan, pemerintah daerah tidak akan menutup mata terhadap penderitaan warga yang berulang kali menjadi korban aktivitas perusahaan. “Ini bukan lagi peristiwa biasa dan tidak bisa terus dianggap sebagai musibah alam. Kalau banjir terjadi tanpa hujan, berulang, dan titiknya selalu sama, maka itu jelas ada persoalan serius dalam tata kelola lingkungan perusahaan,” tegas Muzamil kepada Riau Pos, Senin (29/12) siang.

Ia menyatakan kekecewaannya terhadap lambannya respons PT NSP dalam menangani dampak banjir yang merendam 156 rumah warga, kebun masyarakat, serta akses jalan vital antar-dusun. “Warga sudah menderita sejak hari pertama. Rumah terendam, ekonomi lumpuh, anak-anak tidak bisa beraktivitas normal. Tapi perusahaan baru bergerak setelah tekanan publik menguat. Ini sikap yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Menurut Muzamil, keberadaan investasi seharusnya membawa manfaat bagi masyarakat sekitar, bukan justru menghadirkan bencana yang berulang. “Kalau kehadiran perusahaan lebih banyak membawa mudarat daripada manfaat, maka pemerintah wajib bersikap tegas. Jangan sampai masyarakat terus dikorbankan atas nama investasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti minimnya kontribusi sosial PT NSP kepada masyarakat, termasuk lemahnya pelaksanaan program CSR. ‘’CSR itu bukan formalitas di atas kertas. Kalau warga di sekitar perusahaan masih kebanjiran, kebunnya mati, jalannya rusak, lalu di mana tanggung jawab sosialnya?” sindir Muzamil.

Muzamil menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti akan mengawal secara ketat rekomendasi satuan tugas bencana, termasuk pembangunan tanggul permanen, perbaikan infrastruktur warga, serta pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.

“Kami tidak ingin rekomendasi hanya jadi dokumen. Jika perusahaan mengabaikan kewajiban lingkungan dan sosialnya, pemerintah daerah tidak akan ragu untuk mendorong langkah-langkah tegas sesuai kewenangan hukum yang ada,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa keselamatan dan hak hidup layak masyarakat adalah prioritas utama. “Negara dan pemerintah daerah hadir untuk melindungi rakyat. Tidak boleh ada perusahaan yang beroperasi dengan mengorbankan keselamatan warga. Ini sikap kami, dan ini tidak bisa ditawar,” tegas Muzamil.

Hingga berita ini diterbitkan, Direktur PT Nasional Sago Prima, Setyo Budi Utomo belum memberikan keterangan resmi. Namun, yang bersangkutan menyampaikan kepada wartawan akan bersedia memberikan penjelasan, Selasa (30/12) hari ini terkait sejumlah persoalan yang menjadi sorotan.

Pemkab Inhil Aktifkan Posko Siaga Bencana
Pemkab Indragiri Hilir (Inhil) mulai mengintensifkan langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah akibat cuaca ekstrem. Di antaranya mengaktifkan posko siaga bencana di wilayah rawan serta mengecek kesiapan logistik dan peralatan evakuasi.

Langkah tersebut ditegaskan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Inhil Fajar Husen usai mengikuti Rapat Koordinasi dan Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Basah yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara virtual, Senin (29/12).

Rakor yang dipusatkan di Jakarta itu dipimpin langsung Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan diikuti jajaran Forkopimda Kabupaten Inhil dari Ruang Vidcon Diskominfopers Inhil. Menurut Fajar Husen, kesiapsiagaan daerah menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko dan dampak bencana, mengingat karakteristik wilayah Inhil yang didominasi perairan dan lahan gambut.

“Pemkab Inhil telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Posko siaga akan diaktifkan di daerah rawan, logistik dan peralatan evakuasi kami pastikan dalam kondisi siap pakai. Pemkab Inhil juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, BPBD, serta relawan kebencanaan,’’ ujarnya.

Edukasi dan imbauan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir dan bantaran sungai juga terus digencarkan agar tetap waspada terhadap potensi banjir, curah hujan tinggi, dan pasang air laut (rob). Turut mendampingi Asisten I dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Inhil serta Kalaksa BPBD Inhil.

Banjir di Siak dan Bengkalis Mulai Surut
BPBD Damkar Riau melaporkan, saat ini masih ada dua daerah di Riau yang dilanda banjir. yakni Kabupaten Siak dan Bengkalis. Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, meski banjir sudah mulai surut, namun di Siak masih ada beberapa masyarakat yang mengungsi. “Banjir di Siak dan Bengkalis sudah mulai surut, namun masih ada beberapa masyarakat yang bertahan di tenda pengungsian,” katanya.

Banjir di dua daerah tersebut terjadi cukup lama dikarenakan kondisi kontur daerahnya yang landai. Sehingga air yang tergenang cukup lama surutnya. “Kontur daerahnya landai sehingga air banjirnya cukup lama surutnya,” ujarnya.

Namun demikian, Pemkab Siak saat ini juga sudah berupaya untuk melakukan normalisasi sungai di sekitar lokasi banjir. Hal ini dilakukan untuk memperlancar aliran air sehingga banjir cepat mereda. “Mudah-mudahan bisa segera berdampak,” sebutnya.kom/amn/dac/*2/wir/sol/das)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#posko #siaga bencana #riau #pintu #plta koto panjang #kampar