Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sungai Kampar Berstatus Siaga, Jalan Provinsi Sontang-Duri Banjir, Pengendara Diimbau Melewati Jalur Alternatif

Redaksi • Sabtu, 3 Januari 2026 | 09:00 WIB
: Truk milik perusahaan perkebunan melintasi genangan air yang merendam jalan provinsi di Desa Sontang Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu batas Duri Kabupaten Bengkalis, Jumat (2/1/2026).
: Truk milik perusahaan perkebunan melintasi genangan air yang merendam jalan provinsi di Desa Sontang Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu batas Duri Kabupaten Bengkalis, Jumat (2/1/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dua pintu pelimpahan (spillway gate) Waduk PLTA Koto Panjang dibuka sejak Selasa (30/12) lalu. Sungai Kampar pun saat ini berstatus siaga. Status tersebut ditetapkan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir yang mungkin saja terjadi.

“Saat ini Sungai Kampar berstatus siaga,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal. ‘’Hingga saat ini kami belum mendapatkan laporan dari BPBD Kampar terkait dampak dari pembukaan pintu waduk tersebut, namun kesiapsiagaan terus dilakukan,’’ tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, pihaknya juga belum mendapatkan laporan adanya luapan Sungai Kampar yang menyebabkan banjir. Pihak BPBD Kampar juga terus melakukan pemantauan secara berkala. “Kami terus meminta update laporan setiap hari terkait kondisi sungai Kampar,” sebutnya.

Sementara itu, untuk kondisi banjir di Kabupaten Siak dan Bengkalis. Disebutkan Edy hingga saat ini masih terjadi. Apalagi di daerah tersebut merupakan daerah cekungan sehingga airnya akan lambat surut. “Banjir di Siak dan Bengkalis masih fluktuatif. Apalagi masih terjadi hujan di daerah tersebut, sehingga airnya akan lama surutnya,” ujarnya.

Elevasi Waduk PLTA 80,58 Mdpl

Intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah hulu Waduk PLTA Koto Panjang menyebabkan elevasi waduk terus meningkat. Kondisi tersebut membuat dua pintu pelimpahan (spillway gate) waduk masih dibuka masing-masing setinggi 50 sentimeter (cm).

Manajer PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah menjelaskan, Jumat (2/1) pukul 13.00 WIB, elevasi waduk tercatat berada pada posisi 80,58 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara itu, debit air masuk (inflow) ke waduk mencapai 371,68 meter kubik per detik (m³/detik).

Adapun rincian debit air keluar (outflow) terdiri dari outflow turbin sebesar 231,02 m³/detik dan outflow spillway dari dua pintu masing-masing 50 cm sebesar 140,66 m³/detik, sehingga total outflow tercatat sama dengan inflow, yakni 371,68 m³/detik.

Selain faktor kenaikan elevasi waduk, kondisi operasional pembangkit juga menjadi pertimbangan. Saat ini, lanjut Dhani, hanya dua unit turbin yang dapat dioperasikan dengan beban masing-masing sekitar 38 megawatt (MW).

“Dengan kondisi tersebut, kapasitas maksimal outflow turbin hanya sekitar 230 m³/detik, lebih rendah dibandingkan saat tiga unit turbin beroperasi yang mampu mencapai 348 m³/detik. Artinya, terdapat selisih outflow sekitar 118 m³/detik,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan curah hujan yang masih tinggi di wilayah hulu dan potensi peningkatan inflow dalam beberapa hari ke depan, sementara kemampuan outflow turbin terbatas, maka Tim Koordinasi Bendungan menyepakati dilakukan early release melalui pembukaan dua pintu spillway masing-masing setinggi 50 sentimeter.

Pihak PLTA Koto Panjang juga terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta memantau perkembangan debit air secara intensif guna mengantisipasi potensi dampak yang dapat dirasakan masyarakat di wilayah hilir.

Pelalawan Rumuskan Kebijakan Antisipasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengoperasian Bendungan Koto Panjang yang digelar PT PLN Nusantara Power melalui zoom meeting dari Ruang Command Center Pelalawan, Jumat (2/1). Rakor ini sebagai respons atas meningkatnya debit inflow Waduk PLTA Koto Panjang serta kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir di wilayah hilir.

Asisten Adminsitrasi Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setdakab Pelalawan Drs Fakhrizal Msi menyampaikan apresiasi kepada PT PLN Nusantara Power atas inisiatif pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, forum ini penting sebagai wadah menyamakan persepsi serta merumuskan solusi terbaik terhadap kebijakan strategis pengoperasian Waduk PLTA Koto Panjang.

Fakhrizal mengingatkan kembali peristiwa banjir besar tahun 2024 yang terjadi akibat pembukaan pintu air PLTA Koto Panjang. Banjir tersebut mengakibatkan terendamnya ruas Jalan Lintas Timur Km 83, terputusnya arus lalu lintas, serta terisolasinya sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Pelalawan.

“Jadi, belajar dari pengalaman tersebut, Pemkab Pelalawan menyetujui agar pembukaan pintu air dilakukan secara bertahap dan perlahan. Saat ini pintu air telah dibuka dua masing-masing setinggi 50 sentimeter, dengan tetap memantau kondisi cuaca, curah hujan, serta pasang surut air laut,” ujar Fakhrizal.

Selain langkah operasional jangka pendek, Fakhrizal juga menekankan pentingnya penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih fleksibel serta strategi jangka panjang agar kejadian banjir besar seperti tahun 2024 tidak kembali terulang.

“Setiap keputusan harus diambil secara hati-hati. Keselamatan dan kehidupan masyarakat harus menjadi prioritas utama, sehingga pengoperasian bendungan perlu dilakukan secara bijak dan terukur. Untuk antisipasi banjir, Pemkab Pelalawan akan menentukan langkah dan kebijakan bersama instansi lintas sektoral pekan depan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan, Zulfan mengatakan, berdasarkan alat pengukur debit air di ponton Langgam, level air Sungai Kampar menunjukkan dalam kondisi aman atau masih rendah. Yakni di angka 1,71 meter, meski terjadi kenaikan sekitar 17 cm dari sehari sebelumnya.

“Jadi, air pelimpahan PLTA Koto Panjang akan tiba di Kabupaten Pelalawan antara Sabtu (3/1) atau Ahad (4/1) yang tentu akan menambah debit air Sungai Kampar. Untuk itu, masyarakat harus tetap waspada serta dapat mengurangi aktivitas di aliran Sungai Kampar,” tuturnya.

Banjir 1 Meter di Bonai

Ketinggian air yang merendam empat titik jalan provinsi di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menuju Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis semakin tinggi, mencapai 1 meter pada Jumat (2/1). Pengendara roda empat dan roda dua diimbau mencari jalan alternatif.

Sekretaris Camat Bonai Darussalam Suratman saat dikonfirmasi Riau Pos, Jumat (2/1) menyebutkan, intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan air Sungai Hitam meluap. ‘’Untuk saat ini, kendaraan bak tinggi (tronton dan Fuso) yang dapat melintasi ruas jalan provinsi Sontang batas Duri. Sementara mobil pribadi disarankan tidak melintas dan mencari jalur alternatif lain. Termasuk kendaraan roda dua yang melewati titian jembatan kayu yang juga sebagian terendam,’’ sebutnya.

Meski curah hujan masih mengguyur wilayah Kabupaten Rohul khususnya Kecamatan Bonai Darussalam hingga petang, untuk sementara belum ada rumah warga yang terdampak banjir. ‘’Kita imbau kepada masyarakat Kecamatan Bonai Darussalam, khususnya Desa Sontang dan sekitarnya untuk tetap waspada. Potensi bencana banjir masih ada terjadi mengingat curah hujan yang tinggi,’’ tutur Suratman.(sol/epp/kom/amn)

Editor : Bayu Saputra
#sungai kampar #plta koto panjang #bpbd