SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) – Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat terus dilakukan kalangan akademisi. Dosen Universitas Islam Riau (UIR) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui sosialisasi dan pemberdayaan kelompok tani jagung di Kampung Benayah, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Sabtu (13/12).
Kegiatan bertajuk ”Sosialisasi Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Ketahanan Pangan melalui Tanaman Jagung” ini menjadi bagian dari Skema Kompetitif Program
Desa Binaan. Selain sosialisasi, tim pengabdian juga menyerahkan beberapa bantuan seperti pupuk, bibit jagung serta berupa sebuah traktor mini untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian jagung masyarakat setempat.
Ketua Pengusul PKM, Dr Sylvina Rusadi SSos MSi, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi kelompok tani jagung, mulai dari pengolahan tanah, pembibitan, gangguan hama hewan ternak hingga pemasaran hasil panen.
”Pengabdian ini tidak hanya fokus pada aspek produksi, tetapi juga pengolahan dan pemasaran jagung agar memiliki nilai tambah ekonomi bagi petani,” ujar Sylvina dalam keterangannya.
Tim pengabdian ini melibatkan sejumlah dosen lintas bidang, yakni Christine B Tenorio sebagai anggota eksternal, serta anggota pengusul Ilma Satriana Dewi SP MSi, Dr Panca Setyo Prihatin SIP MSi, Rosmita SSos MSi, dan Dr Dra Monalisa MSi. Mereka bekerja sama langsung dengan ketua kelompok tani jagung Kampung Benayah sebagai mitra kegiatan.
Sylvina menjelaskan, kegiatan PKM ini juga terintegrasi dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus dengan terlibat langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian dan pemerintahan desa.
”Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan kompetensi tambahan melalui praktik langsung di lapangan. Ini sejalan dengan mata kuliah pemberdayaan masyarakat dan ruang lingkup kerja sebagai praktisi pemerintahan,” jelasnya.
Selain mendukung MBKM, kegiatan ini juga selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. IKU 2 tercapai melalui keterlibatan mahasiswa yang memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, sementara IKU 3 diwujudkan melalui peran dosen yang berkegiatan langsung di tengah masyarakat.(van/c)
Editor : Arif Oktafian