PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Lembaga Pengkajian Islam dan Peradaban (LPIP) menyelenggarakan diskusi bulanan mengenai pembangunan karakter kuat generasi muda muslim dengan mengambil pelajaran dari pengalaman masyarakat Jepang di Aula Perpustakaan Pusat Universitas Lancang Kuning pada Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan ini menyoroti bagaimana nilai-nilai luhur dari Negeri Sakura dapat menjadi rujukan dalam memperkuat integritas pemuda muslim di masa depan. Dalam pidato pembukanya, Pendiri LPIP Prof Alaidin Koto memaparkan bahwa banyak nilai positif dari masyarakat Jepang, seperti kedisiplinan dan kerja keras, yang sangat relevan untuk diadopsi.
Alaidin menekankan bahwa karakter bersih dan disiplin yang melekat pada orang Jepang sebenarnya merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus dihidupkan kembali dalam perilaku sehari-hari. Prof Alaidin mengingatkan bahwa seringkali masyarakat menilai Islam dari perilaku umatnya, sehingga penting bagi muslim Indonesia untuk menunjukkan karakter yang kuat sebagai cerminan nilai-nilai agama yang sesungguhnya.
Diskusi yang dipandu oleh Dr Haris Simaremare ini diperkuat dengan pemikiran dari Rektor Unilak Prof Junaidi selaku pemantik, serta paparan mendalam dari Prof Edi Erwan, Prof Jaswar Koto, dan Indra Purnama PhD. Ketiganya pernah kuliah, bahkan memiliki keluarga orang Jepang.
Para narasumber yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional di Jepang ini berbagi pandangan tentang bagaimana etos kerja dan budaya tanggung jawab masyarakat Jepang dapat disinergikan dengan nilai-nilai keislaman. Salah satu pembicara Edi Erwan misalnya memaparkan cara bersih orang Jepang.
“Kalau ada ibu-ibu tua di jalan membawa seekor anjing lalu tas bagus. Anda tahu apa isi tas itu? Isinya adalah kotoran anjingnya. Jadi kalau anjingnya pup, kotoran itu diambil dan dibawa pulang. Begitu tanggung jawab kebersihan lingkungan orang Jepang,” ujar Edi Erwan.
Melalui pertemuan ini, diharapkan generasi muda mampu membangun karakter yang tangguh, jujur, dan berdedikasi tinggi demi kemajuan peradaban.(muh)
Editor : Edwar Yaman