PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Operasi pencarian dan evakuasi korban tenggelam di Sungai Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) resmi berakhir. Korban bernama El Mahesa Pramana (8) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Ahad (11/1/2026) sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian.
Berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Rohul korban ditemukan sekitar pukul 07.50 WIB di aliran Sungai Ngaso, tepatnya di bawah jembatan dekat Masjid Al-Falah, Kecamatan Ujung Batu. Korban dinyatakan meninggal dunia dengan kategori A1 (valid).
Kepala Pelaksana BPBD Rohul H Ridarmanto MIp melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Rohul Boy Arta SIP saat dikonfirmasi Riaupos.co, Ahad (11/1/2025) menyatakan, pencarian korban tenggela sebenarnya baru akan dimulai pada pukul 07.00 WIB.
Tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Basarnas, dan unsur terkait tengah melakukan persiapan personel serta peralatan.
Namun, di tengah persiapan tersebut, tim menerima laporan dari pihak keluarga korban yang melihat objek mencurigakan diduga tubuh manusia di sekitar jembatan dekat Masjid Al-Falah Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu
“Setelah menerima informasi, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Pada pukul 07.50 WIB, secara visual objek tersebut dipastikan benar merupakan korban yang dicari,” jelasnya.
Selanjutnya, kata Boy, Tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD Rokan Hulu, Basarnas, Kepolisian sektor setempat, serta dibantu warga sekitar, segera melakukan proses evakuasi korban dari aliran sungai ke daratan.
Usai dievakuasi, korban langsung dibawa menggunakan unit ambulans menuju Puskesmas Ujung Batu guna dilakukan pemeriksaan medis serta proses identifikasi akhir sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
''Setelah seluruh tahapan evakuasi dan koordinasi dengan pihak keluarga serta unsur medis dinyatakan selesai, Operasi SAR secara resmi ditutup pada pukul 09.16 WIB. Seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi kemudian dikembalikan ke satuan dan instansi masing-masing,'' sebutnya.
Boy atasnama pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Rohul menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sinergi seluruh pihak yang terlibat, baik Basarnas, TNI-Polri, tenaga medis, maupun masyarakat yang telah membantu proses pencarian.
“Dengan ditemukannya korban, maka tugas kemanusiaan di wilayah Kecamatan Ujung Batu dinyatakan selesai. Sinergitas antarinstansi selama operasi berjalan dengan baik,” tutup Boy.
Korban terseret derasnya arus Sungai Ngaso, diketahui bernama El Mahesa Pramana (8), murid kelas II Sekolah Dasar yang berdomisili di Perumahan Ria Mandiri Blok C.4, Jalan Melati, Kelurahan Ujung Batu.
Ia dilaporkan tenggelam Jumat (9/1/2026) petang, saat bermain dan mencuci tangan dibantaran sungai bersama temannya.
Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra SIK MSi menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh keluarga yang ikut melakukan penyisiran di sekitar aliran sungai, tepatnya di bawah Jembatan Desa Ngaso.
“Saat melakukan pencarian, salah seorang keluarga melihat bagian tubuh yang mencurigakan di dekat pohon sawit di pinggir sungai. Setelah dipastikan bersama keluarga lainnya, objek tersebut ternyata adalah tubuh korban,” ujarnya.
Setelah penemuan tersebut, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Pekanbaru, BPBD Rohul, serta unsur Polri. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Puskesmas Ujung Batu untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter jaga Puskesmas Ujung Batu, dr Putri Arianti, korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan direncanakan dimakamkan di kampung halaman keluarga di Kisaran,” jelas AKBP Emil Eka Putra
Kapolres mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.
“Kami mengingatkan agar anak-anak tidak bermain di sekitar aliran sungai atau lokasi yang berpotensi membahayakan, demi mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tutupnya. (epp)
Editor : Eka G Putra