Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

EMP Bentu-Korinci Baru Gelar Seminar K3LL, Perkuat Budaya Kerja Aman

Yose Rizal • Kamis, 29 Januari 2026 | 19:17 WIB
EMP Bentu - Korinci Baru menggelar seminar K3LL dalam rangka memperingati Festival Bulan K3 Nasional, Kamis (29/1/2026)
EMP Bentu - Korinci Baru menggelar seminar K3LL dalam rangka memperingati Festival Bulan K3 Nasional, Kamis (29/1/2026)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - EMP Bentu - Korinci Baru Limited menggelar Seminar Tematik K3LL dalam rangka memperingati Festival Bulan K3 Nasional (BK3N) 2026 pada Kamis (29/1/2026) di Pekanbaru. Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Ekosistem K3 melalui Penguatan Lingkungan Kerja yang Aman dan Sehat: Sinergi Manusia, Proses, dan Lingkungan” sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan K3LL yang terintegrasi di seluruh lini operasional.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Riau, field Management, pekerja, serta mitra kerja, sekaligus menjadi ruang penguatan pemahaman bahwa K3LL harus dijalankan sebagai sistem kerja harian yang ditopang kepemimpinan, disiplin prosedur, dan pengendalian risiko yang konsisten di lapangan.

Kepala Disnaker Riau, Roni Rakhmat, S.STP, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan seminar tersebut sebagai kontribusi nyata perusahaan dalam memeriahkan Bulan K3 Nasional 2026. Ia juga menilai EMP Bentu Limited termasuk perusahaan di Riau yang taat dan patuh terhadap regulasi ketenagakerjaan, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap perlindungan pekerja melalui penerapan K3 yang berjalan.

Area Manager EMP Bentu Limited yang diwakili Ext & Int Relation Coord, Manshur Dwi Bekti, menyebut seminar ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan memperkuat budaya K3LL melalui kepemimpinan keselamatan, komunikasi efektif, dan konsistensi penerapan prosedur kerja aman. 

Manshur menegaskan EMP Bentu Limited telah mencatat capaian “19 juta jam kerja selamat” dan berharap capaian tersebut terus ditingkatkan melalui kewaspadaan serta penguatan pengendalian risiko pada setiap tahapan pekerjaan.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber Pengawas & Penyidik Ketenagakerjaan Provinsi Riau, Rice Rozalia, S.STP, M.Si dan Teti Susanti, SKM, yang menekankan penguatan ekosistem K3 harus diwujudkan melalui sistem yang berjalan, partisipasi pekerja, serta pengelolaan lingkungan kerja yang terukur dan terpantau.

Dalam paparannya, Rice menegaskan bahwa K3 harus dikelola sebagai bagian dari fungsi perusahaan/organisasi. Ia menekankan peran P2K3 sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan tindak lanjut program keselamatan agar penerapan K3 berjalan lebih efektif. 

“Setiap tempat kerja terdapat potensi bahaya dan setiap potensi bahaya berisiko terjadinya kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja, sehingga pengendalian harus disiplin dan konsisten untuk mencegah konsekuensi serius,” ujarnya.

Rice menambahkan, penguatan P2K3 perlu dimaksimalkan untuk membangun kerja sama dan partisipasi efektif antara perusahaan dan pekerja, sehingga identifikasi bahaya, evaluasi risiko, hingga tindak lanjut perbaikan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terukur.

Sementara itu, Teti menekankan penguatan ekosistem K3 bertumpu pada kemampuan perusahaan mengendalikan faktor risiko lingkungan kerja secara nyata dan berkelanjutan, dengan tujuan meningkatkan budaya K3 di lingkungan kerja guna menjamin keselamatan pekerja dan keberlangsungan usaha, sehingga K3 diposisikan sebagai kebutuhan operasional, bukan sekadar administrasi.

Teti menegaskan penerapan K3 yang kuat harus didukung data dan pengujian yang valid. “You cannot manage what you don’t measure,” ujarnya, seraya mendorong pengukuran dan pemantauan faktor lingkungan kerja seperti iklim kerja, kebisingan, pencahayaan, hingga paparan zat kimia sebagai dasar pengendalian yang tepat.

Teti menambahkan pengendalian bahaya perlu dilakukan berjenjang, mulai dari eliminasi, substitusi, pengendalian teknis, pengendalian administratif, hingga penggunaan alat pelindung diri sebagai lapis terakhir, agar lingkungan kerja tetap aman dan sehat serta risiko dapat ditekan secara berkelanjutan.(ose)

Editor : Rindra Yasin
#k3 nasional #emp bentu #BK3N 2026 #emp bentu limited