Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

113 Titik Panas Terdeteksi di Riau

Tim Redaksi • Kamis, 5 Februari 2026 | 15:42 WIB
Personel tim gabungan sedang melakukan pendinginan terhadap lahan gambut 1 hektare yang terbakar di Desa Benayah, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Rabu (4/2/2026).
Personel tim gabungan sedang melakukan pendinginan terhadap lahan gambut 1 hektare yang terbakar di Desa Benayah, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Rabu (4/2/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Titik panas di Riau meningkat drastis, Rabu (4/2). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi 113 sebaran titik panas di Bumi Lancang Kuning, tertinggi di Pulau Sumatera. Dari 113 titik panas tersebut, 60 di antaranya ditemukan di Kabupaten Pelalawan.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Sanya Gautami menjelaskan, 170 titik panas muncul di wilayah Sumatera, kemarin. Selain di Riau, 20 titik panas muncuk di Aceh dan Kepulauan Riau. Sisanya tersebar di Provinsi Bangka Belitung 9 titik. Jambi dan Sumatera Utara ada tiga titik, dan Sumatera Barat dan Sumatera Selatan masing-masing 1 titik.

‘’Sedangkan untuk sebaran titik panas di Provinsi Riau ada di Kabupaten Pelalawan sebanyak 60, Bengkalis 26, Rokan Hilir 9, Indragiri Hilir 9, Kota Dumai 8, dan Kepulauan Meranti 1. Peningkatan titik panas bukan berarti hal tersebut merupakan karhutla, perlu pengecekan lebih lanjut dari sejumlah daerah untuk memastikan titik panas tersebut benar merupakan karhutla yang harus ditangani oleh pihak terkait lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, untuk prakirakan cuaca, di Provinsi Riau sejak pagi hari terpantau udara kabur berawan. Berdasarkan pantauan radar cuaca hujan dengan intensitas ringan bersifat lokal terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar dan Kabupaten Kuantan Singingi.

Siang hari cuaca masih didominasi cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan bersifat lokal diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, dan Kuantan Singingi.

Sore hingga malam hari cuaca masih cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Kuantan Singingi, Siak, Bengkalis, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Pekanbaru. Dini hari udara kabur berawan.

“Secara keseluruhan suhu udara di Provinsi Riau berkisar 23 °C hingga 34 °C dengan kelembapan udara 50 persen hingga 98 persen. Arah angin berhembus kencang dari utara ke tenggara 10 hingga 30 kilometer per jam. Perkiraan tinggi gelombang di Wilayah Perairan Provinsi Riau berkisar antara 0,5 meter hingga 1, 25 meter atau rendah,” tuturnya.

Hotspot Muncul di Pelalawan

Cuaca terik panas yang telah berlangsung beberapa hari menimbulkan 60 titik panas di wilayah Pelalawan, Rabu (4/2). Puluhan hotspot tersebut meningkat drastis dari sehari sebelumnya yang hanya 21 titik atau bertambah 39 titik dalam satu hari.

Sebaran titik panas itu terpantau di dua kecamatan. Yakni Kecamatan Kuala Kampar 57 titik dan 3 titik di Kecamatan Teluk Meranti. Atas temuan hotspot tersebut, tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan guna melakukan antisipasi dan penanggulangan karhutla.

“Sebagian besar titik panas ini telah berubah menjadi titik api. Sebaran titik terbesar berada di Kecamatan Kuala Kampar sehingga tim gabungan diturunkan untuk memadamkan titik karhutla yang telah membakar semak belukar di lahan gambut,” terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Zulfan, Rabu (4/2).

Sebaran titik api di Kecamatan Kuala Kampar ini terdeteksi berada di sejumlah desa. Yakni Desa Sungai Upih, Desa Teluk Beringin, dan Desa Serapung. Di tiga desa ini, membesar hingga menghanguskan semak belukar di atas tanah gambut. Sedangkan titik api paling besar di Sungai Upih.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Salo Timur, Satu Rumah Dilalap Api, Damkar Kampar Kerahkan 35 Personel

“Tim gabungan bersama tim rayon kecamatan sudah melakukan pemadaman sejak Selasa (3/2) lalu hingga saat ini. Alhamdulillah, sebagian besar titik api telah berhasil dipadamkan sehingga upaya pemadaman akan difokuskan pada proses pendinginan,” paparnya. 

Untuk wilayah Teluk Meranti, api kembali muncul di Desa Pulau Muda. Api sebelumnya telah berhasil dipadamkan total, namun kondisi cuaca panas yang cukup ekstrem membuat titik api kembali muncul dan membakar lahan semak belukar. 

“Hingga saat ini, personel gabungan masih berjibaku memadamkan api dan asap di beberapa titik. Pemadaman difokuskan di Kecamatan Kuala Kampar sebagai lokasi terbanyak sebaran titik api. Sedangkan untuk Kecamatan Teluk Meranti, pemadaman dilakukan oleh tim rayon kecamatan setempat. 

Padamkan Api di Sepahat dan Air Putih

Tidak turun hujan selama satu bulan makin memperburuk karhutla di Desa Sepahat Kecamatan Bandar Laksamana dan Desa Air Putih Kecamatan Bengkalis. Kondisi lahan gambut yang kering membuat api mudah meluas ke lokasi lain, Rabu (4/2) sore.

Bahkan tim pemadam karhutla yang terjadi di RT 03 RW 02, Jalan Majapahit, Dusun Sejati, Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, masih berjibaku memadamkan api yang membakar lahan seluas lebih kurang 5 hektare.

Hingga Rabu (4/2) siang, api yang membakar bagian atas dan bawah lahan gambut masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Sedangkan kasus kebakaran tersebut telah memasuki hari ke empat penanganannya oleh tim pemadaman gabungan.

Upaya pemadaman dilakukan sejak pukul 08.45 WIB oleh anggota Koramil 05/Bukit Batu Sertu N Guntung bersama tim gabungan di kawasan perkebunan masyarakat yang terdampak kebakaran. Danramil 05/Bukit Batu melalui Sertu N Guntung menyampaikan, proses pemadaman masih terus berlangsung meski menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

“Hari ini (Rabu, red) kami bersama tim gabungan kembali melaksanakan pemadaman api di wilayah Dusun Sejati. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare dan sekitar 2,5 hektare sudah berhasil dipadamkan,” ujar Sertu N Guntung.

Lokasi kebakaran berada pada koordinat 1.583880 N, 101.826058 E, dengan jenis lahan berupa perkebunan sawit di atas tanah gambut. Lahan tersebut diketahui milik warga bernama Yohannes Sihombing. Hingga kini, penyebab terjadinya kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Cuaca panas dan kondisi alam menjadi tantangan utama bagi petugas. Selain jarak lokasi yang cukup jauh dari Koramil, yaitu sekitar 75 kilometer, sumber udara yang terbatas serta angin kencang yang berubah-ubah turut menyulitkan proses pemadaman.

“Ya, hambatan utama di lapangan adalah kondisi tanah gambut, sumber udara yang jauh, serta cuaca yang sangat panas disertai angin kencang. Hingga sore hari, titik api masih terpantau ada di beberapa lokasi,” ujarnya.

Sedangkan bakaran lahan di Jalan H Ilyas, Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis juga  menghanguskan  lebih kurang 5 haktare lahan gambut yang terjadi sejak, Senin (2/2) lalu. Kepala Desa Air Putih Bengkalis, Samsuddin menyampaikan, pihaknya telah melakukan penyuluhan rutin kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran lahan dan larangan pembakaran terbuka. 

“Kita sudah sering mengingatkan agar tidak membakar lahan secara sembarangan, baik untuk membersihkan tanah maupun untuk tujuan lain. Kita akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran kali ini,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Tim Penanganan Kebakaran Apri menyampaikan, apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penanganan kejadian ini. “Kolaborasi antara petugas, aparatur, dan masyarakat sangat penting dalam menangani kebakaran seperti ini. Tanpa dukungan bersama, mungkin perluasan area terbakar akan lebih besar,” ujarnya. 

Ia menyebutkan, api yang membakar wilayah Desa Air Putih sudah mulai padam dan tinggal melakukan pendinginan. Namun mulai siang hari api malah merayap ke arah Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan. “Sepertinya mengikuti arah angin sehingga api malah mengarah ke desa sebelahnya,” ujarnya.

1 Ha Lahan Gambut Pusako Siak Terbakar

Satu hektare lahan gambut di Desa Benayah, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, terbakar pada Rabu (4/2) sekitar pukul 06.00 WIB. Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengapresiasi kesigapan seluruh personel dan pihak terkait dalam penanganan karhutla tersebut. “Ini bukti nyata komitmen Polres Siak dalam pencegahan dan penanganan karhutla,” katanya.

Kapolres Sepuh Ade Irsyam menegaskan, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran, termasuk menelusuri pelaku dan pemilik lahan. “Kami tidak akan mentolerir pembakaran lahan. Proses penyelidikan sedang berjalan, dan apabila ditemukan unsur kesengajaan, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Tiga Lokasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau hingga saat ini masih menerima laporan terjadi karhutla di tiga daerah. Yakni di Pelalawan, Bengkalis dan Indragiri Hilir (Inhil). Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman di daerah Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan Riau.

Berdasarkan laporan, BPBD setempat kembali menambah personel untuk memperkuat tim gabungan yang lebih awal sudah melakukan pemadaman titik api. “BPBD Pelelawan menambah personelnya membantu pemadaman ke lokasi titik api. Saat ini masih proses pemadaman,” jelas Edy.

Selain itu, kata Edy tim gabungan juga melakukan pemadaman di Inhil. Meski dilaporkan api sudah berhasil dipadamkan, namun asap masih mengepul di titik karhutla. “Tim pemadam masih di lapangan. Memang di laporkan api sudah padam di Inhil, tapi masih berasap,” ujar Edy.

Sementara, karhutla di Kabupaten Bengkalis tepatnya di Kecamatan Bandar Laksamana yang sebelumnya sempat membara telah berhasil dipadamkan. Bandar Laksamana merupakan kecanatan hasil pemekaran dari Kecamatan Bukit Batu. “Saat ini proses pendinginan masih dilakukan. Apinya sudah padam,” jelas Edy lagi.

Data yang dirangkum BPBD Damkar Riau, luasan lahan terbakar di Riau pada pekan pertama Februari 2026 sudah mencapai 126,22 hekatre. Terbanyak di Kabupaten Bengkalis dengan 37,51 hektare. Kemudian, Indragiri Hilir (Inhil) 22 hektare,  Pelalawan 21 hektare, Dumai 12,50 hektare.

Sisanya Karhutla juga terjadi di sejumlah daerah lainya yakni di Pekanbaru 8 hektare, Meranti, Siak dan Kampar masing-masing 7 hektare, Inhu dan Kuantan Singingi 1 hektare lebih. Sedangkan Rokan Hulu dan Rokan Hilir dilaporkan masih nihil.

Kodam XIX Siagakan 5.750 Personel Tangani Karhutla

Kodam XIX/Tuanku Tambusai memastikan kesiapan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Sebanyak 5.750 personel siap operasi disiagakan untuk mendukung upaya pencegahan hingga penanganan karhutla di lapangan.

Kapendam XIX/Tuanku Tambusai Letkol MF Rangkuti mengatakan, kesiapan tersebut merupakan bagian dari langkah antisipatif yang telah disusun secara komprehensif oleh Kodam beserta seluruh jajaran kewilayahan.

“Kodam XIX/Tuanku Tambusai telah menyiapkan personel, peralatan, serta sistem komando dan pengendalian yang terintegrasi. Seluruh jajaran siap digerakkan sewaktu-waktu sesuai perkembangan situasi karhutla di lapangan,” ujar Letkol MF Rangkuti, Rabu (4/2).

Ia menjelaskan, ribuan personel tersebut disiagakan melalui sistem komando kewilayahan, mulai dari tingkat Kodam, Korem, Kodim hingga Koramil. Pengerahan personel dan penggunaan peralatan dilakukan secara berjenjang dan terpadu, serta bersinergi dengan pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, Polri, dan instansi terkait lainnya.

“Sinergi lintas instansi menjadi kunci agar penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, terutama pada fase pemadaman dini,” tegasnya. Selain kesiapan personel, Kodam XIX/Tuanku Tambusai juga telah menyiapkan berbagai peralatan pendukung yang digelar di satuan-satuan Kodim. 

“Seluruh peralatan sudah didistribusikan ke satuan kewilayahan dan berada dalam kondisi siap pakai. Pengecekan dan pemeliharaan dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas respons di lapangan, terutama di wilayah rawan dan sulit dijangkau,” jelas Kapendam.

Lebih lanjut, Letkol MF Rangkuti mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran. “Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat. Pencegahan adalah kunci utama. Dukungan insan pers juga sangat penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan menyejukkan,” ujarnya.(ayi/amn/ksm/mng/*2/nda/das)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#api #titik panas #karhutla