Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Masyarakat Diimbau Waspada Virus Nipah

Soleh Saputra • Rabu, 11 Februari 2026 | 11:30 WIB

ZULKIFLI
ZULKIFLI


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus penularan virus Nipah di Provinsi Riau. Meski demikian, pihaknya akan memperkuat langkah pengawasan dan kewaspadaan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Diskes Riau Zulkifli mengatakan, kasusnya saat ini masih terjangkit di luar negeri, namun tidak menutup kemungkinan akan menyebarkan ke Indonesia.

’’Kemarin kita sudah sosialisasi juga bersama Polda Riau dan masih perlu pendalaman soal virus itu,’’ katanya.

Zulkifli menyebutkan, pihaknya masih perlu pembahasan lebih lanjut sembari menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait penyebaran dan penanganan kasus tersebut.

’’Tentu kita akan menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Saat ini kita masih perlu mendalami bagaimana proses penularan dan tata kelola virusnya sambil menunggu juknisnya,’’ ungkap Zulkifli.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Terlebih memasuki peralihan musim penghujan menuju kemarau.

Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit virus Nipah (Nipah Virus Disease/NiV) melalui penerbitan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang kewaspadaan terhadap penyakit virus Nipah.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menjelaskan, penyakit virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang disebabkan oleh virus Nipah dari genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.

Virus ini memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp.) dan dapat menular ke manusia baik secara langsung, melalui hewan perantara seperti babi, maupun dari konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti buah dan nira.

Penularan virus Nipah dapat terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang bisa terinfeksi virus Nipah melalui konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika daging tersebut dimasak kurang matang.

Editor : Arif Oktafian
#juknis #diskes #pekanbaru