PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Riau terus berupaya melakukan penguatan pelindungan Kekayaan Intelektual (KI) di lingkungan perguruan tinggi.
Salah satunya melalui kegiatan koordinasi dan pendataan Sentra Kekayaan Intelektual serta inventarisasi potensi paten seperti yang dilaksanakan pada Kamis (12/2/2026) di Politeknik Caltex Riau.
Kepala Kanwil Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan memberikan atensi penuh terhadap kegiatan ini sebagai langkah konkret memperkuat ekosistem inovasi di daerah.
''Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi mendorong peningkatan jumlah dan kualitas permohonan paten dari kalangan akademisi,'' ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Rudy Hendra menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi perguruan tinggi dalam membangun budaya sadar KI.
''Sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan diharapkan mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga terlindungi secara hukum dan berdampak bagi pembangunan daerah maupun nasional,'' tegasnya.
Rudy Hendra menugaskan jajaran Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual untuk aktif melakukan pendataan sekaligus membangun sinergi dengan perguruan tinggi dalam pengelolaan dan pelindungan KI.
Tim Bidang Pelayanan KI Kanwil Kemenkum Riau pada kegiatan itu disambut Ketua BP2M Politeknik Caltex Riau Dini Nurmalasari. Dalam pertemuan tersebut, dibahas pentingnya optimalisasi peran Sentra KI sebagai pusat layanan, pendampingan, serta pengelolaan hasil riset dan inovasi sivitas akademika.
Selain pendataan Sentra KI, kegiatan ini juga difokuskan pada inventarisasi potensi paten yang dihasilkan oleh dosen maupun mahasiswa. Langkah ini bertujuan untuk memetakan inovasi yang berpotensi dilindungi serta mendorong percepatan proses pendaftaran paten agar memiliki kepastian hukum dan nilai tambah ekonomi.
Hasil pertemuan itu, keduabelah pihak sepakat atas rencana pelaksanaan bimbingan teknis bagi operator Sentra KI yang dijadwalkan pada Maret 2026. Turut masuk agenda, kegiatan sosialisasi dan pendampingan pendaftaran potensi paten pada April 2026.(end)
Editor : Edwar Yaman