PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Asap dengan aroma pembakaran hutan dan lahan masih menyelimuti Pekanbaru, Jumat (13/2). Meski kualitas udara Kota Pekanbaru berada pada angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 80 atau dalam kategori sedang, warga, terutama kelompok sensitif waspada dan tetap memakai masker.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra menjelaskan, nilai ISPU pada rentang 51-100 menunjukkan bahwa tingkat kualitas udara masih dapat diterima bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Namun, masyarakat tetap diminta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing saat beraktivitas di luar ruangan.
“Nilai ISPU kita (Pekanbaru, red) hari ini (kemarin, red) berada di angka 80 atau kategori sedang. Artinya kualitas udara masih dapat diterima, namun kami mengimbau masyarakat, khususnya kelompok sensitif agar tetap berhati-hati dan membatasi aktivitas fisik yang terlalu lama atau berat di luar ruangan,” ujar Reza, kemarin.
Menurutnya, kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia (lanjut usia), ibu hamil, serta penderita gangguan pernapasan disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak terlalu mendesak. Hal ini sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak paparan polutan udara.
Sementara itu, bagi masyarakat secara umum, aktivitas di luar ruangan masih dapat dilakukan seperti biasa. ‘’Tetap jaga pola hidup sehat dan menggunakan masker apabila diperlukan. Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas LHK akan terus melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala,’’ ujarnua.(ilo)
Editor : Bayu Saputra