Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Di Atas Kempang Kapolda Riau Jelajah Mangrove, Langkah Awal Bangun Destinasi Baru di Meranti

Wira Saputra • Selasa, 17 Februari 2026 | 19:50 WIB
Susur sungai yang diikuti Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, bersama Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar, Forkopimda, dan tokoh adat, Selasa (17/2/2026).
Susur sungai yang diikuti Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, bersama Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar, Forkopimda, dan tokoh adat, Selasa (17/2/2026).

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Sungai Bokor tak lagi sekadar jalur transportasi air bagi warga pesisir. Dari atas kempang yang membelah rimbun hutan mangrove, Selasa (17/2/2026), diharapkan menjadi destinasi wisata baru di Kepulauan Meranti.

Inisiatif itu mencuat dalam kegiatan susur sungai yang diikuti Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, bersama Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar, jajaran Polda Riau, Forkopimda, dan tokoh adat.

Kegiatan yang ditaja LAMR Kepulauan Meranti bersama Polres Meranti tersebut tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum membaca potensi ekonomi dan lingkungan secara langsung di lapangan.

Rombongan bertolak dari Pelabuhan Dorak, melintasi Selat Air Hitam, sebelum memasuki alur Sungai Bokor hingga merapat di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat. Sepanjang perjalanan, hamparan mangrove yang masih terjaga menjadi bukti kuat bahwa kawasan ini menyimpan daya tarik ekowisata yang belum tergarap optimal.

Kapolres Kepulauan Meranti menilai, konsep wisata susur mangrove menggunakan kempang (perahu tradisional masyarakat setempat) dapat menjadi ikon baru pariwisata daerah. Selain menawarkan panorama alami, model ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi warga tanpa merusak ekosistem.

Bupati Asmar menyatakan dukungan terhadap pengembangan tersebut. Menurutnya, wisata berbasis alam dan budaya merupakan arah strategis pembangunan daerah kepulauan.

Sementara itu, Kapolda Riau Herry Heryawan menegaskan pentingnya keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan melalui pendekatan Green Policing. Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan 20 unit mesin ketinting kepada nelayan Desa Bokor serta melakukan penanaman bibit pohon sebagai simbol komitmen menjaga kawasan pesisir.

Susur Sungai Bokor pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjelma jadi panggung awal lahirnya wacana destinasi baru ekowisata mangrove yang memadukan alam, budaya Melayu, dan pemberdayaan masyarakat pesisir Meranti.

 

Editor : Rinaldi
#Jelajah Mangrove #kapolda riau #sungai bokor #destinasi baru