PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Puncak perayaan Imlek bersama 2577 Kongzili berlangsung meriah dengan tarian serta tradisi khas Tionghoa yang ditampilkan oleh seluruh organisasi masyarakat Tionghoa di Pekanbaru. Suasana penuh keakraban dan toleransi terlihat saat ribuan umat Buddha di Provinsi Riau tetap menghargai bulan suci Ramadan 1447 H.
Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Furaya Pekanbaru ini dihadiri Plt Gubernur Riau, S.F. Hariyanto, Ketua DPRD Riau Kaderismanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, Kapolda Riau, Irjen Polisi Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, DR. Sutikno, S.H., M.H. seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas) Tionghoa dan masyarakat Tionghoa di Pekanbaru, Ahad (22/2/2026)
Menurut Ketua Panitia Imlek Bersama Djohan Oei, Perayaan Imlek adalah perayaan tahun baru dalam kalender lunar, yang menandai dimulainya musim semi dan pergantian tahun, biasanya berlangsung selama 15 hari hingga cap go meh.
Perayaan imlek merupakan momen penting bagi masyarakat tionghoa untuk reuni keluarga, mengucap syukur, menghormati leluhur, serta berbagi angpao merah sebagai simbol harapan dan keberkahan.
Perayaan ini bukan hanya sekadar pergantian tahun, melainkan perayaan kebudayaan, toleransi, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Tahun kuda api 2026 mempunyai beberapa makna utama diantaranya intensitas energi ganda yaitu elemen dasar shio kuda dan elemen unsur api, kombinasi ini menciptakan vitalitas yang luar biasa. Tahun kuda api ini akan terasa sangat dinamis, penuh semangat, namun juga cenderung panas secara emosional.
Perayaan Imlek bersama tahun ini terasa lebih spesial karena bertepatan dengan bulan Ramadhan, karena semangat toleransi dan saling menghormati, saling menghargai lebih terasa karena kita bisa rayakan dan laksanakan secara bersamaan dengan penuh toleran.
"Kami turut mengucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026. Perayaan ini merupakan ajang silaturahmi dan open house Imlek, yang dihadiri lebih dari 2500 orang,"ucapnya.
Diungkapkannya lagi, Panitia Imlek Bersama tahun 2026 telah sepakat mengusung tema perayaan Imlek Bersama pada tahun kuda api ini, yaitu "Melestarikan Kebudayaan Tionghoa dalam Keberagaman untuk Indonesia Maju". Tema tersebut mengingatkan bahwa bangsa Indonesia sangat pluralis, yang terdiri dari berbagai agama, suku, budaya, bahasa dan lainnya.
Semua itu adalah anugerah yang luar biasa, walaupun berbeda tetapi tetap satu sesuai semboyan negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.
"Sesuai tema perayaan Imlek tersebut, mari kita lestarikan bersama budaya Tionghoa sebagai bagian dari budaya bangsa kita menuju Indonesia maju,"ucapnya.
Sementara itu Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan perayaan Imlek merupakan bagian dari kekayaan budaya yang memperkaya identitas daerah. Menurutnya, keberagaman yang terjalin harmonis menjadi fondasi penting dalam memperkuat persatuan masyarakat Riau.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang mendorong persaudaraan antarumat beragama. Momentum Imlek, katanya, menjadi pengingat pentingnya menjaga situasi daerah tetap aman, damai, dan kondusif.
SF Hariyanto juga mengapresiasi kontribusi masyarakat Tionghoa dalam pembangunan daerah di Provinsi Riau.
"Selamat tahun baru Imlek bagi warga Tionghoa di Provinsi Riau. Semoga kebersamaan yang telah terbangun selama ini menjadi modal utama untuk menjaga stabilitas serta mendorong kemajuan Provinsi Riau dan keharmonisan antar umat beragama,"ucapnya.(ayi)
Editor : Edwar Yaman