PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mendapatkan laporan masih terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga daerah yakni Kabupaten Bengkalis, Kampar, dan Indragiri Hilir (Inhil). Tim gabungan masih memadamkan api di lokasi.
“Titik api yang masih ditangani ada lima lokasi. Tiga titik berada di Kabupaten Indragiri Hilir dan satu titik di Kabupaten Bengkalis dan Kampar,” ujar Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur, Selasa (10/3).
Lebih lanjut dikatakannya, tiga titik kebakaran di Kabupaten Indragiri Hilir berada di Kelurahan Tanjung Pidada Kecamatan Tempuling, Desa Simpang Gaung Kecamatan Gaung, dan Desa Tagagiri Tama Jaya, Kecamatan Pelangiran. Sementara satu titik terdeteksi di Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat. Satu titik api lainnya di Desa Rimbo Panjang, Kampar.
Menurut Jim, hingga saat ini upaya pemadaman masih dilakukan melalui jalur darat oleh tim gabungan yang telah berada di lokasi. “Petugas di lapangan masih melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di lokasi. Seluruh tim gabungan terus bekerja untuk mengendalikan api agar tidak meluas,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk sementara bantuan helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih dalam proses penyiapan dan belum tiba di Riau. “Untuk saat ini pemadaman masih dilakukan melalui jalur darat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama karena sebagian wilayah Riau mulai memasuki musim kemarau yang membuat lahan lebih mudah terbakar. “Saat ini Riau sudah mulai memasuki musim kemarau sehingga potensi kebakaran lahan cukup tinggi dan bisa cepat meluas,” imbaunya.
Di Rimbo Panjang Kampar Meluas hingga 10 Hektare
Hingga Selasa (10/3) sore, api yang membakar lahan di Jalan Niaga, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kampar belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan Senin (9/3) sekitar pukul 11.00 WIB.
Lokasi kebakaran berada di lahan gambut milik masyarakat dengan vegetasi semak belukar. “Petugas mencatat jenis kebakaran yang terjadi adalah surface fire (kebakaran permukaan) dan ground fire (kebakaran di dalam tanah). Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Hingga hari kedua penanganan, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 10 hektare dari sebelumnya 4 hektare,” jelasnya.(sol/kom)
Editor : Arif Oktafian