PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ustadz Abdul Somad (UAS) mengajak masyarakat yang ada di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), utamanya di Panipahan untuk menjaga situasi daerah tetap kondusif di tengah persoalan yang sedang terjadi.
Ia mengajak untuk menyerahkan persoalan ini kepada pihak yang berwajib dalam hal ini pihak kepolisian.
“Assalamualaikum wa rahmatullah hiwabarokatuh, Bapak Ibu abang kakak para sahabat jamaah yang ada di Rohil terutama di Panipahan. Saya ada melihat beberapa video, mudah-mudahan situasi dapat segera kondusif dan kita serahkan kepada pihak berwajib,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat menjaga kedamaian, ketenteraman dan situasi kondusif. Ia juga mendoakan semoga kemungkaran yang terjadi segera berakhir.
“Kita diajarkan untuk menjaga kondusifitas, dalam keadaman aman dan damai insyaAllah segala hura hara ini segera berakhir,” ujarnya.
Aksi unjuk rasa digelar ratusan warga di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Rokan Hilir (Rohil) dengan tuntutan utama mendesak pemberantasan narkoba. Aksi ini berujung dengan terjadinya penyerangan dan perusakan sebuah rumah dan berbagai material di Panipahan, Jumat (10/4/2026) sore.
Baca Juga: Manasik Haji Tuntas Dilaksanakan, JCH Kuansing Siap Berangkat ke Tanah Suci
Dari sejumlah video yang ada di Facebook, terlihat ratusan warga awalnya menggelar aksi unjuk rasa secara damai. Masyarakat mendatangi Mapolsek Panipahan, yang disambut oleh personel polisi yang ada.
Sementara memasuki sore, sebagian warga mendatangi sebuah rumah yang disebut-sebut dari narasi di video sebagai pengedar/bandar narkoba.
Massa yang terlihat, baik pemuda, emak-emak, hingga remaja dan anak-anak merangsek. Melempari pagar rumah dengan kayu, batu dan akhirnya setelah pagar bobol sejumlah barang-barang dikeluarkan.
Baca Juga: PSPS Pekanbaru Sukses Bungkam Persikad Depok 3-1
Tak hanya itu, massa juga merangsek ke dalam rumah yang mengakibatkan terjadinya perusakan, serta berbagai barang-barang yang ada dibawa keluar, bahkan sejumlah motor juga dirusak dan dibakar akibat kemarahan warga yang tak terbendung. (sol)
Editor : M. Erizal