PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau masih terus memproses usulan sapi bantuan presiden untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi bagi Pemprov Riau dan pemerintah 12 kabupaten/kota.
Adapun 13 sapi yang diajukan merupakan hasil seleksi dari kabupaten/kota, dengan kriteria utama bobot hidup terbesar di masing-masing daerah.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan bahwa usulan tersebut masih bersifat sementara dan akan ditetapkan setelah keputusan resmi dari Sekretariat Presiden.
“Untuk bantuan Presiden tingkat provinsi, yang diusulkan adalah sapi dengan bobot paling berat dari seluruh kabupaten/kota di Riau. Sementara untuk kabupaten/kota, diambil dari sapi terberat di daerah masing-masing sesuai arahan Sekretariat Presiden dan Ditjen PKH,” ujar Mimi.
Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan verifikasi lapangan guna memastikan kondisi riil sapi yang diusulkan.
“Kami juga cek ke Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir untuk melihat langsung usulan sapi tersebut,” jelasnya.
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Seksual di Lingkungan Unri, Terduga Pelaku Dokter Klinik Dinonaktifkan
Mimi menegaskan, selain bobot, faktor kesehatan, kelayakan fisik, serta kesiapan distribusi juga menjadi perhatian utama dalam penilaian.
“Tidak hanya besar, sapi juga harus sehat dan memenuhi standar sebagai hewan kurban Presiden,” tegasnya.
Program bantuan sapi Presiden ini menjadi agenda rutin setiap Idul Adha dan diharapkan mampu mendorong semangat peternak lokal untuk meningkatkan kualitas ternak mereka. Keputusan final terkait sapi yang terpilih akan diumumkan setelah adanya penetapan resmi dari Sekretariat Presiden. (sol)
Editor : M. Erizal