PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus melakukan berbagai upaya antisipasi Karhutla. Plt Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi bahwa Provinsi Riau diprediksi akan menghadapi musim kemarau panjang akibat siklus el nino.
Bahkan el nino yang akan terjadi cukup panjang yakni mencapai tujuh bulan. "Provinsi Riau diprediksi akan terjadi el nino yang cukup panjang tahun ini. Hal ini tentu harus kita antisipasi karena tentunya potensi Karhutla juga akan meningkat," katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, sebagai upaya antisipasi Karhutla, saat ini juga sedang dibuat embung-embung tempat penampungan air di lokasi yang rawan terjadi Karhutla. Embung ini selain untuk menjaga lahan tetap basah, juga sebagai lokasi pengambilan air untuk pemadaman Karhutla.
Baca Juga: Plt Gubri Perkuat Kolaborasi Hadapi Ancaman Karhutla di Riau
"Embung-embung tempat penampungan air saat ini juga terus dibuat. Terutama di lokasi yang rawan terjadi Karhutla," sebutnya.
Upaya lain yang dilakukan yakni hingga saat ini juga masih terus dilaksanakan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kegiatan dengan menyamai garam di langit tersebut dilakukan sebagai upaya membuat hujan juga untuk membasahi lahan terutama lahan gambut yang mudah terbakar jika kering.
"OMC juga masih terus dilakukan. Kegiatan ini dilakukan oleh pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan dan juga Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," paparnya.
Editor : Rinaldi