PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kabar duka datang dari Madinah. Salah seorang jemaah calon haji (JCH) Provinsi Riau yang tergabung dalam Kloter BTH 5 asal Kabupaten Kampar, wafat, Rabu (29/4). JCH bernama Dawanus Mahmud Muhammad (52 tahun) ini meninggal dunia saat melaksanakan salat sunah menjelang Salat Asar di Masjid Nabawi.
Almarhum merupakan pemegang paspor nomor E9375090 yang beralamat di Ranah RT 01 RW 03, Kabupaten Kampar. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemnhaj) Provinsi Riau Defizon menyampaikan duka cita yang mendalam.
“Saya selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, atas nama pribadi dan instansi menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum ditempatkan bersama orang-orang pilihan Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.
Baca Juga: Laporan 110 Berbuah Penindakan PETI di Sungai Jering, Lima Stingkai Dibakar, Pelaku Kabur
Menurut tim medis dr Cipta Pedra Sahdi, jemaah dengan nomor porsi 0400100381 meninggal pukul 16.39 WAS, dengan diagnosa mengalami acute myocardial infarction (serangan jantung akut). Dan jenazah almarhum dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah.
Defizon juga menegaskan bahwa jemaah haji yang wafat sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji tetap akan mendapatkan haknya melalui mekanisme badal haji oleh petugas. “Seluruh haknya akan diselesaikan sesuai ketentuan. Keluarga tidak perlu risau, karena pemerintah melalui petugas akan memastikan seluruh proses berjalan dengan baik,” jelasnya.
Pemberangkatan JCH Riau terus berjalan secara bertahap melalui beberapa kloter dari Embarkasi Batam (BTH). Hingga 30 April 2026, ribuan jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci, meski sebagian mengalami penundaan karena kondisi kesehatan dan faktor lainnya.
Baca Juga: Akibat Menunggak, BPR Indra Arta Gugat Nasabah ke Proses Hukum Perdata
Untuk Kloter BTH 3, total jemaah yang diberangkatkan mencapai 443 orang, terdiri dari 435 jemaah haji, 2 Petugas Haji Daerah (PHD), 2 pembimbing KBIHU, dan 4 petugas kloter. Namun, terdapat 1 jemaah yang dirawat di Batam bersama 1 orang pendamping, keduanya berasal dari Pekanbaru.
Pada Kloter BTH 4, jemaah yang berangkat sebanyak 440 orang, terdiri dari 434 jemaah haji, 2 PHD, dan 4 petugas kloter. Sementara itu, 3 jemaah harus ditunda keberangkatannya karena dirawat di Batam, didampingi oleh 2 orang pendamping dari Pekanbaru.
Kloter BTH 5 berangka 438 orang, terdiri dari 431 jemaah haji, 2 PHD, 1 pembimbing KBIHU, dan 4 petugas kloter. Tercatat 3 jemaah dirawat di Batam bersama 3 pendamping, serta 1 jemaah sakit di daerah, seluruhnya berasal dari Kabupaten Kampar.
Untuk Kloter BTH 6, jemaah yang berangkat sebanyak 399 orang. Rinciannya terdiri dari 393 jemaah haji, 2 PHD, dan 4 petugas kloter. Dalam kloter ini, terdapat 3 jemaah batal berangkat dari daerah, termasuk 2 orang dari Rokan Hilir. Selain itu, sebanyak 45 jemaah dimutasi ke Kloter BTH 7, yang mayoritas berasal dari Kepulauan Meranti, serta 2 jemaah mutasi masuk dari Kloter BTH 4.
Kloter BTH 7 berangkat 488 orang yang terdiri dari 482 jemaah haji, 2 PHD, dan 4 petugas kloter. Namun, 1 jemaah asal Indragiri Hilir harus ditunda keberangkatannya karena dirawat di Batam.
Defizon melaporkan perkembangan terbaru pemberangkatan JCH Kloter BTH 8. Kloter ini berjumlah 439 jemaah haji, terdiri dari 2 orang Petugas Haji Daerah (PHD) dan 4 orang petugas kloter, sehingga total keseluruhan mencapai 445 orang. “Alhamdulillah, ini merupakan kloter pertama Riau yang tanpa open seat,” tutur Defizon.
Namun demikian, terdapat beberapa jemaah yang mengalami tunda berangkat karena kondisi kesehatan. Sebanyak 3 orang jemaah harus dirawat di Batam, masing-masing berasal dari Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Kuantan Singingi.
Selain itu, terdapat 3 orang pendamping dari daerah yang sama juga tertunda keberangkatannya. Di samping itu, dilaporkan 1 orang jemaah asal Kuantan Singingi wafat di daerah sebelum keberangkatan.
Pada Kloter 8 BTH ini juga terjadi mutasi masuk jemaah, yakni sebanyak 3 orang dari Kloter BTH 4 asal Pekanbaru, 2 orang dari Kloter BTH 6 asal Rokan Hilir, serta 2 orang dari Kloter BTH 5 asal Kabupaten Kampar.
Defizon juga menyampaikan bahwa hingga hari ini operasional pemberangkatan, total jemaah haji Provinsi Riau yang telah diberangkatkan mencapai 2.653 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 2.614 jemaah haji, 12 orang PHD, 3 orang pembimbing KBIHU, dan 24 orang petugas haji.
“Sementara itu, terdapat sejumlah jemaah yang mengalami tunda atau batal berangkat karena alasan kesehatan. Hingga saat ini tercatat 6 orang jemaah dirawat di rumah sakit di Batam, 5 orang pendamping masih berada di Batam, 4 orang jemaah sakit di daerah,” ujar Defizon.
Secara keseluruhan, hingga 30 April 2026, jumlah jemaah haji Riau yang telah diberangkatkan mencapai 2.653 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 2.614 jemaah haji, 12 PHD, 3 pembimbing KBIHU, dan 24 petugas haji. Adapun jemaah yang mengalami penundaan atau batal berangkat tercatat sebanyak 6 orang yang dirawat di Batam, 5 orang pendamping di Batam, 4 orang sakit di daerah, serta 1 orang wafat di daerah.
Pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah yang tertunda, sekaligus memastikan proses pemberangkatan berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Keberangkatan Dua JCH Kuansing Tertunda
Dua JCH Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) asal Desa Beringin Jaya Kecamatan Singingi Hilir gagal berangkat ke Madinah, Kamis (30/4). Kedua JCH tersebut adalah Tuyem binti Partaleksana (74) dengan nomor porsi: 0400102083 dan Kursia Wahyu Ningsih binti Cahyadi (43) dengan nomor porsi 0400191689. Keduanya berstatus ibu dan anak.
“Karena Tuyem adalah ibu Kursia yang naik haji sebagai pendamping orang tuanya. Makanya, ketika ibunya dirawat, maka Kursia juga ikut tinggal,” ungkap Kakan Kemenhaj Kuansing, H Armadis SAg MPd, Kamis (30/4).
Armadis menjelaslan, secara fisik kondisi Tuyem terlihat sehat seperti biasanya. Namun ketika dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang di Aula Arafah I Embarkasi Haji Batam, Rabu (29/4) sore, terdeteksi ada gangguan kesehatan.
Ia mengalami sesak nafas, saturasi turun. Sehingga harus di rujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Botanis 2. “Sampai hari ini belum stabil, tapi kondisi Ibu Tuyem sadar,” ujarnya. Menurut dokter, saturasi tidak boleh di bawah 95. Sedangkan Tuyem hanya 94. Saturasi pernapasan biasa merujuk pada Saturasi oksigen (sering ditulis SpO₂).
Dua Lepas Keberangkatan JCH Kloter 8 BTH
Dua kepala daerah di yakni Bupati Rokan Hulu Anton ST MM dan Bupati Kuantan Singingi H Suhardiman Amby melepas secara resmi keberangkatan 443 JCH Kloter BTH 8 di Asrama Haji Batam.
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan Bendera Merah Putih dan Surat Keputusan (SK) Petugas Kloter oleh Bupati Anton, yang sekaligus menjadi simbol dimulainya perjalanan ibadah haji para jemaah ke Tanah Suci.
Sementara itu, Bupati Kuansing Suhardiman Amby menyampaikan sambutan dan doa sebelum rombongan diberangkatkan ke Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Dari total 443 JCH Kloter 8 BTH, sebanyak 189 orang berasal dari Kabupaten Rokan Hulu, 186 orang dari Kuantan Singingi, dan 62 orang dari Rokan Hilir (Rohil). Jumlah tersebut menjadikan Rohul sebagai daerah dengan jemaah terbanyak dalam kloter ini.
“Kami berharap para jemaah menjaga kesehatan, saling membantu, serta menjaga nama baik daerah selama di Tanah Suci. Luruskan niat dan jalankan ibadah dengan ikhlas agar memperoleh haji yang mabrur,” ujar Bupati Rohul Anton.
399 JCH Bengkalis Menuju Batam
Ratusan JCH yang tergabung dalam Kloter BTH 9 asal Bengkalis dilepas dengan oleh ribuan keluarga dan masyarakat di Pelabuhan Bandar Sri Laksamana, Kamis (30/4) pagi.
“Kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji kepada seluruh jamaah. Semoga perjalanan ibadah ini berjalan lancar, diberikan kesehatan dan kemudahan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” ujar Wakil Bupati Bengkalis H Bagus Santoso.
Hari Ini, 213 JCH Inhu Menuju Pekanbaru
Jika tidak ada aral melintang, Jumat (1/5) hari ini sebanyak 213 JCH Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dilepas menuju Pekanbaru. Berikutnya pada Sabtu (2/5), sebanyak 43 orang JCH juga akan dilepaskan menuju Pekanbaru.
Dari total 256 JCH asal Kabupaten Inhu yang dilepaskan dua gelombang itu, terdapat sebanyak 45 persen merupakan jemaah risiko tinggi (resti).
Di mana, pada umumnya merupakan JCH yang sudah berusia 65 tahun ke atas. “Benar, Jumat (1/5) sebanyak 213 orang JCH dan satu orang petugas di lepas menuju Pekanbaru,” ujar Kakan Kemenhaj Kabupaten Inhu H Abdul Razak SAg MPdI, Kamis (30/4).
Diduga Terkait Haji Ilegal
Tiga warga negara Indonesia (WNI) digerebek aparat kepolisian Arab Saudi di Makkah. Ironisnya, dua di antaranya adalah tenaga pendukung petugas haji yang diduga terkait penerbitan dokumen haji serta promosi haji tanpa antre.
Kasus penangkapan tiga WNI tersebut langsung jadi bahan audiensi Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta kemarin (30/4). Setelah pertemuan tertutup tersebut, Dahnil menyatakan, kalau kasus tersebut membutuhkan pendamping dari kepolisian Indonesia.
Pendampingan tersebut bukan untuk meringankan hukuman. Tapi, membongkar potensi sindikat penipuan haji yang lebih luas, termasuk jaringannya yang beroperasi di Indonesia. Sebab, penipuan haji tidak mungkin dilakukan langsung dari Saudi secara virtual.
Kemungkinan besar tetap membutuhkan aktor lapangan di Tanah Air. Adapun Dedi mengatakan, bersama-sama dengan Kemenhaj dan KBRI, Polri akan berkomunikasi dengan Kepolisian Saudi. “Untuk membongkar kasus ini lebih jauh,” katanya.
Di bagian lain, Dirjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Harun Al Rasyid mengatakan, dari informasi awal yang terkumpul, dua dari tiga orang yang diamankan itu bukan petugas haji yang dikirim dari Indonesia. “Mereka WNI yang sudah lama tinggal di Saudi (mukimin, red), memiliki izin tinggal (iqomah). Kemudian direkrut jadi tenaga haji musiman,” katanya.
Keduanya, lanjut Harun, bertugas di sektor 5 daerah kerja Makkah. Posisi saat ini belum ada jemaah haji Indonesia yang di Makkah. Jemaah masih berada di Madinah. Kemenhaj juga menyatakan, belum ada laporan adanya korban dari ketiga WNI tersebut.
Badal Haji
Dari video penggerebekan yang beredar, polisi mengamankan sertifikat atau dokumen badal haji. Menurut Harun, selama ini sertifikat badal haji memang banyak diterbitkan secara mandiri. Tujuannya untuk legitimasi seseorang sudah dibadalhajikan oleh WNI yang tinggal di Saudi.
Dalam praktiknya, badal haji banyak diburu masyarakat Indonesia, khususnya untuk anggota keluarga yang sudah wafat. Biaya badal haji bervariasi. Rentang tarif badal haji antara Rp10 juta sampai Rp20 juta per orang. Khusus untuk calon jemaah haji porsi pemberangkatan 2026 yang wafat sebelum sempat berhaji, badal haji difasilitasi pemerintah Indonesia.
Sementara itu, untuk badal haji di luar pemerintah, murni dari masyarakat dengan travel atau kelompok lain yang membuka layanan badal haji. Apakah badal haji itu benar-benar dilakukan sesuai syariah atau sekadar jualan sertifikat saja, masih banyak yang mempertanyakan.
Harun menegaskan, aturan badal haji itu adalah satu orang hanya boleh bertugas membadalhajikan satu orang. Tidak boleh satu orang bertugas membadalhajikan banyak orang. Dia menduga, kasus tiga WNI tidak sebatas membuat dokumen badal haji, tapi ada kasus lain yang lebih besar atau fatal. “Kami akan terus mengatakan, memantau perkembangan kasus tersebut berdasarkan keterangan resmi dari kepolisian Saudi,” katanya.
Barang Bukti
Terpisah, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Heni Hamidah mengatakan, ketiga orang itu ditangkap di Makkah Selasa (28/4) lalu. Saat penangkapan, dua dari tiga orang tersebut dilaporkan menggunakan atribut petugas haji Indonesia.
“Ketiganya diduga terlibat dalam praktik penipuan dan penggelapan terkait layanan haji ilegal, termasuk melalui penyebaran iklan layanan haji palsu di media sosial,” ujarnya dalam media briefing Kemenlu di Jakarta kemarin (30/4).
Heni mengungkapkan, berdasarkan informasi awal, aparat keamanan Saudi menemukan sejumlah barang bukti dalam penggeledahan yang dilakukan, antara lain uang, perangkat komputer, serta kartu haji yang diduga palsu.
Saat ini, lanjut dia, KJRI Jeddah tengah melakukan verifikasi identitas para pelaku berkoordinasi dengan otoritas setempat. KJRI pun dipastikan bakal mengawal proses hukum selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.
KJRI Jeddah pun mengamini soal aparat keamanan Saudi, khususnya di Kota Makkah, yang sedang gencar melakukan razia ke semua pihak yang terindikasi terlibat pelanggaran hukum terkait pelaksanaan haji ilegal. KJRI Jeddah juga akan segera berkoordinasi dengan aparat keamanan Arab Saudi untuk mengawal proses hukum ketiga WNI tersebut.(ilo/dac/epp/ksm/kas/wan/mia/raf/ttg/das)
Editor : Bayu Saputra